Rabu, 30 November 2016


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR 1
REAKSI REDOKS
Dosen Pengampu: Dr Kartini,M.Pd




Nama  : Mustikah
Nim     : 1413163094
Kelas   :IPA BIO-A
      Kelompok : 1

PUSAT LABORATORIUM IPA BIOLOGI
FAKULTAS TARBIAH JURUSAN IPA BIOLOGI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2015

REAKSI REDOKS
I.            Tujuan
1.      Mengidentifikasi adanya perubahan warna
2.      Mengidentifikasi adanya endapan akibat perubahan kimia

II.            Dasar teori
      Redoks adalah suatu reaksi kimia di mana ada pemindahan elektron dari satu reaktan ke reaktan yang lainnya (Stoker, 2012). Korosi adalah reaksi redoks spontan yang mengakibatkan terjadinya karat  pada besi, perak sulfida dari perak, dan patina (tembaga karbonat) dari tembaga. Elektrolisis ialah proses dimana energi listrik digunakan untuk mendorong agar reaksi redoks berlangsung tidak spontan bisa terjadi.
      Termodinamika Sel Galvanik Voltase yang diukur dalam sel galvanik dapat dipecah menjadi potensial elektroda dari anoda (tempat oksidasi) dan katoda (tempat reduksi). Voltase ini dapat dihubungkan dengan perubahan energi bebas Gibbs dan konstanta kesetimbangan dari proses redoks Spontan dan Non-Spontan.
A.    Reaksi redoks spontan adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta dan disertai pembebasan energi berupa panas yang ditandai dengan perubahan suhu (Salirawati, 2008).
B.     Reaksi redoks non-spontan terjadi apabila harga E° sel negatif. Suatu reaksi kimia (termasuk reaksi redoks) yang tidak spontan tidak terjadi apapun (Salirawati, 2008)
C.     Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya reaksi redoks (Oxtoby, 2004)
1.      Energi ionisasi Semakin eletropositif elemen maka akan lebih mudah untuk melepaskan elektronnya, atau energi ionisasinya semakin rendah sehingga potensial oksidasinya berkurang sedangkan potensial reduksinya akan naik.  
2.      Afinitas elektron Semakain eletronegatif elemen maka afinitas elektron juga akan  bertambah sehingga potensial reduksinya juga naik.
3.      Energi atomisasi Potensial standar reduksi diukur dalam keadaan atomik sehingga energi atomisasi juga turut menentukan besaran potensial standar reduksi.
4.      Energi solvasi Jika proses redoks dilakukan pada fase cair maka energi solvasi juga mempengaruhi besaran potensial reduksi standard.
5.      Energi ikat kovalen Energi ikat kovalen yang besar mendukung kespontanan reaksi; potensial standard reduksi sebanding dengan energi ikat kovalen.
6.      Oksigen Sesuai dengan prinsip reaksi redoks dimana juga terjadi penambahan dan  pengurangan oksigen di dalam senyawa.

III.            Alat dan bahan
Alat                                                     Bahan
1.      Erlemeyer 250 ml                                1. Kalium hidroksida
2.      Erlemeyer 400 ml                                2. Glukosa, Dekstroksa
3.      Sumbat                                                3. Metilen blue

IV.            Langkah kerja
1.  Alat dan bahan disiapkan
2.      Larutan zat kimia dimasukan dalam Labu Erlrmryer dengan 250 ml air
3.      Labu ditutup, lalu dikocok secara merata
4.      Diamati perubahan yang terjadi
5.      Diletakan labu diatas meja dan biarkan perubahan warna yang terjadi
6.      Diamati perubahan warna yang terjadi
7.      Dilakukan secara berulang dengan waktu.

V.            Hasil pengamatan
Sesudah
sebelum
15 Menit 1
15 menit 2
15 menit 3
15 menit 4
Warna sebelum ditambahkan  berwarna abu-abu
Berwarna biru muda  dan terdapat endapan berwarna putih dibagian bawah dasar labu erlemyer ,setelah diaduk endapan larut kembali
Berwarna biru lebih tua dan terdapat lebih banyak endapan dari sebalumnya
Berwarna putih bening terdapat warna biru berada ditengah dan terdapat 3 lapisan putih, bening, dan biru
Berwarna putih bening terdapat warna biru berada ditengah dan terdapat endapan lebih banyak disamping permukaan dasar labu erlemeyer berwarna putih, 3 lapisan putih, bening,biru yang berada diatas
Setelah ditambahkan berwarna biru

VI.            Pembahan
     Berdasarkan pengamatan yang dilakukan bahwa dalam menentukan perubahan warna dalam reaksi redoks dimana Aplikasi reaksi redoks ddilakuakan dalam bidang teknologi pertanian yaitu dalam respirasi tumbuhan salah satunya dalam proses fotosintesis karena dalam waktu proses fotosintesis tumbuhan dapat menghasilkan oksigen dan gula. Gula atau glukosa adalah sebagai bahan pembuat zat bagi tumbuhan jadi dalam proses ini tumbuhan (Ebbing, 2010).
     Dimana dalam pengamatan stiap pengadukan dan pendiamatn terjadi pengenadapan dan perubahan warna yaitu dengan 3 lapisan, ini membuktikan adanya reaksi spontan yang teroksidasi adalah kalium hidroksida dan yang tereduksi adalah glukosa dan dekstrosa. Reaksi berlangsung secara spontan. Perubahan yang terjadi setiap 15 menit . secara terihat bahwa endapan yang timbul ini tidak berada menyeluruh dibawah labu erlemeyer tetapi dibagian lingkaran dasar labu erlemeyer, itu akibat tekanan dari proses pengadukan  dan endapan hanya terdiam dan bergrombol dibagian ligkaran dasar saja.
     Pengamatan pada 15 mneit pertama  hanya terdapat endapan berwarna biru muda saja, tdilanjutkan dengan 15 menit yang ke2 dengan putih bening dengan biru tua yang berada dibagian tengah. Menit yang ketiga larutan semakin mengalami penjernihan endapan dan warna. Dimana masing-masing unsur tersebut yang mengalami reduksi dan oksidasi. Dimana Autokatalisator adalah senyawa yang dapat mempercepat terjadinya reaksi tanpa memerlukan bantuan dari katalis yang lainnya. Contohnya asam sulfat (H2SO4). Selain autokalisator terdapat pula autondikator. Autondikator adalah senyawa yang dapat meangubah warnanya sendiri ketika terdapat titik akhir titrasi tanpa memerlukan suatu indicator lainnya, Contohnya KMnO4.  
     Perbedaan kualitatif dan kuantitatif terletak pada bentuk, ukuran dan kadar suatu larutan. Kualitatif menjelaskan tentang keadaan fisik suatu larutan, misalnya saat perubahan warna larutan, pemanasan larutan, dan sifatnya yang berhubungan dengan fisik larutan yang terlihat. Sedangkan kuantitatif lebih menyatakan ukuran dan kadar suatu larutan misalnya normalitas larutan, ukuran volume larutan yang digunakan dan kadar atau tingkatan persentase larutan.

VII.            Kesimpulan
     Berdasarkan percobaan dan pembahan yang dilakukan dalam memlakukan praktikum reaksi redoks dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Reaksi reduksi adalah reaksi yang menurunkan bilangan oksidasi, menangkap atau menambah elektron dan melepaskan oksigen. Sebaliknya, reaksi oksidasi adalah reaksi yang menaikkan  bilangan oksidasi, melepas atau mengurangi elektron dan menangkap oksigen
2.      Aplikasi reaksi redoks ddilakuakan dalam bidang teknologi pertanian yaitu dalam respirasi tumbuhan salah satunya dalam proses fotosintesis karena dalam waktu proses fotosintesis tumbuhan dapat menghasilkan oksigen dan gula
3.      15 mneit pertama  hanya terdapat endapan berwarna biru muda saja,15 menit yang ke2 dengan putih bening dengan biru tua yang berada dibagian tengah. Menit yang ketiga larutan semakin mengalami penjernihan endapan dan warna. Dimana masing-masing unsur tersebut yang mengalami reduksi dan oksidasi.
4.      Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya reaksi redoks :Energi ionisasi, Afinitas elektron, Energi atomisasi, Energi solvasi, Energi ikat, dan Oksigen .









DAFTAR PUSTAKA

Ebbing, Darrell, Steven D. Gammon. 2010. General Chemistry, Enhanced Edition. USA: Cengage Learning.
Linsley, Trevor. 2004.  Instalasi Listrik Dasar/3. Jakarta: Erlangga
Oxtoby, David W. 2004. Prisnip-2 Kimia Modern/1 Ed.4. Jakarta: Erlangga. Pudjaatmaka, A. Hadyana. 2004.  Kamus Kimia. Jakarta: Balai Pustaka
Rahmawati, Huda. 2014. Jurnal Praktikum Kimia Anorganik II Pembuatan ZnSO4. Jakarta
Reger, Daniel, Scott Goode, David Ball. 2009. Chemistry: Principles and Practice. USA: Cengage Learning.
Salirawati, Das. 2008. KIMIA.Bandung: Grafindo Media
Pratama Stoker, H. Stephen. 2012. General, Organic, and Biological Chemistry. USA: Cengage Learning.
Sutresna, Nana. 2007. KIMIA.Bandung: Grafindo Media Pratama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar