LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
DASAR 1
REAKSI REDOKS
Dosen Pengampu: Dr Kartini,M.Pd

Nama : Mustikah
Nim : 1413163094
Kelas :IPA BIO-A
Kelompok : 1
PUSAT
LABORATORIUM IPA BIOLOGI
FAKULTAS TARBIAH JURUSAN IPA BIOLOGI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2015
REAKSI REDOKS
I.
Tujuan
1. Mengidentifikasi adanya perubahan warna
2. Mengidentifikasi adanya endapan akibat
perubahan kimia
II.
Dasar
teori
Redoks adalah suatu reaksi kimia di mana ada
pemindahan elektron dari satu reaktan ke reaktan yang lainnya (Stoker, 2012).
Korosi adalah reaksi redoks spontan yang mengakibatkan terjadinya karat
pada besi, perak sulfida dari perak, dan patina (tembaga karbonat) dari
tembaga. Elektrolisis ialah proses dimana energi listrik digunakan untuk
mendorong agar reaksi redoks berlangsung tidak spontan bisa terjadi.
Termodinamika
Sel Galvanik Voltase yang diukur dalam sel galvanik dapat dipecah menjadi
potensial elektroda dari anoda (tempat oksidasi) dan katoda (tempat reduksi).
Voltase ini dapat dihubungkan dengan perubahan energi bebas Gibbs dan konstanta
kesetimbangan dari proses redoks Spontan dan Non-Spontan.
A.
Reaksi
redoks spontan adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta dan disertai
pembebasan energi berupa panas yang ditandai dengan perubahan suhu (Salirawati,
2008).
B.
Reaksi
redoks non-spontan terjadi apabila harga E° sel negatif. Suatu reaksi kimia
(termasuk reaksi redoks) yang tidak spontan tidak terjadi apapun (Salirawati,
2008)
C.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya reaksi redoks (Oxtoby, 2004)
1.
Energi
ionisasi Semakin eletropositif elemen maka akan lebih mudah untuk melepaskan
elektronnya, atau energi ionisasinya semakin rendah sehingga potensial
oksidasinya berkurang sedangkan potensial reduksinya akan naik.
2.
Afinitas elektron
Semakain eletronegatif elemen maka afinitas elektron juga akan bertambah
sehingga potensial reduksinya juga naik.
3.
Energi
atomisasi Potensial standar reduksi diukur dalam keadaan atomik sehingga energi
atomisasi juga turut menentukan besaran potensial standar reduksi.
4.
Energi
solvasi Jika proses redoks dilakukan pada fase cair maka energi solvasi juga
mempengaruhi besaran potensial reduksi standard.
5.
Energi ikat
kovalen Energi ikat kovalen yang besar mendukung kespontanan reaksi; potensial
standard reduksi sebanding dengan energi ikat kovalen.
6.
Oksigen
Sesuai dengan prinsip reaksi redoks dimana juga terjadi penambahan dan
pengurangan oksigen di dalam senyawa.
III.
Alat
dan bahan
Alat Bahan
1. Erlemeyer 250 ml 1. Kalium hidroksida
2. Erlemeyer 400 ml 2. Glukosa, Dekstroksa
3. Sumbat 3.
Metilen blue
IV.
Langkah
kerja
1. Alat dan bahan disiapkan
2.
Larutan zat
kimia dimasukan dalam Labu Erlrmryer dengan 250 ml air
3.
Labu ditutup,
lalu dikocok secara merata
4.
Diamati
perubahan yang terjadi
5.
Diletakan
labu diatas meja dan biarkan perubahan warna yang terjadi
6.
Diamati
perubahan warna yang terjadi
7.
Dilakukan
secara berulang dengan waktu.
V.
Hasil
pengamatan
|
Sesudah
sebelum
|
15 Menit 1
|
15 menit 2
|
15 menit 3
|
15 menit 4
|
|
Warna sebelum ditambahkan berwarna abu-abu
|
Berwarna biru muda dan terdapat endapan berwarna putih
dibagian bawah dasar labu erlemyer ,setelah diaduk endapan larut kembali
|
Berwarna biru lebih tua dan
terdapat lebih banyak endapan dari sebalumnya
|
Berwarna putih bening terdapat
warna biru berada ditengah dan terdapat 3 lapisan putih, bening, dan biru
|
Berwarna putih bening terdapat
warna biru berada ditengah dan terdapat endapan lebih banyak disamping
permukaan dasar labu erlemeyer berwarna putih, 3 lapisan putih, bening,biru
yang berada diatas
|
|
Setelah ditambahkan berwarna biru
|
VI.
Pembahan
Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan bahwa dalam menentukan perubahan warna dalam reaksi
redoks dimana Aplikasi reaksi redoks ddilakuakan dalam bidang teknologi
pertanian yaitu dalam respirasi tumbuhan salah satunya dalam proses
fotosintesis karena dalam waktu proses fotosintesis tumbuhan dapat menghasilkan
oksigen dan gula. Gula atau glukosa adalah sebagai bahan pembuat zat bagi
tumbuhan jadi dalam proses ini tumbuhan (Ebbing, 2010).
Dimana
dalam pengamatan stiap pengadukan dan pendiamatn terjadi pengenadapan dan
perubahan warna yaitu dengan 3 lapisan, ini membuktikan adanya reaksi spontan yang
teroksidasi adalah kalium hidroksida dan yang tereduksi adalah glukosa dan
dekstrosa. Reaksi berlangsung secara spontan. Perubahan yang terjadi setiap 15
menit . secara terihat bahwa endapan yang timbul ini tidak berada menyeluruh
dibawah labu erlemeyer tetapi dibagian lingkaran dasar labu erlemeyer, itu
akibat tekanan dari proses pengadukan dan endapan hanya terdiam dan bergrombol
dibagian ligkaran dasar saja.
Pengamatan
pada 15 mneit pertama hanya terdapat
endapan berwarna biru muda saja, tdilanjutkan dengan 15 menit yang ke2 dengan
putih bening dengan biru tua yang berada dibagian tengah. Menit yang ketiga
larutan semakin mengalami penjernihan endapan dan warna. Dimana masing-masing unsur
tersebut yang mengalami reduksi dan oksidasi. Dimana Autokatalisator
adalah senyawa yang dapat mempercepat terjadinya reaksi tanpa memerlukan
bantuan dari katalis yang lainnya. Contohnya asam sulfat (H2SO4).
Selain autokalisator terdapat pula autondikator. Autondikator adalah senyawa
yang dapat meangubah warnanya sendiri ketika terdapat titik akhir titrasi tanpa
memerlukan suatu indicator lainnya, Contohnya KMnO4.
Perbedaan
kualitatif dan kuantitatif terletak pada bentuk, ukuran dan kadar suatu
larutan. Kualitatif menjelaskan tentang keadaan fisik suatu larutan, misalnya
saat perubahan warna larutan, pemanasan larutan, dan sifatnya yang berhubungan
dengan fisik larutan yang terlihat. Sedangkan kuantitatif lebih menyatakan
ukuran dan kadar suatu larutan misalnya normalitas larutan, ukuran volume
larutan yang digunakan dan kadar atau tingkatan persentase larutan.
VII.
Kesimpulan
Berdasarkan
percobaan dan pembahan yang dilakukan dalam memlakukan praktikum reaksi redoks
dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.
Reaksi
reduksi adalah reaksi yang menurunkan bilangan oksidasi, menangkap atau
menambah elektron dan melepaskan oksigen. Sebaliknya, reaksi oksidasi adalah
reaksi yang menaikkan bilangan oksidasi, melepas atau mengurangi elektron
dan menangkap oksigen
2.
Aplikasi
reaksi redoks ddilakuakan dalam bidang teknologi pertanian yaitu dalam
respirasi tumbuhan salah satunya dalam proses fotosintesis karena dalam waktu
proses fotosintesis tumbuhan dapat menghasilkan oksigen dan gula
3.
15 mneit
pertama hanya terdapat endapan berwarna
biru muda saja,15 menit yang ke2 dengan putih bening dengan biru tua yang
berada dibagian tengah. Menit yang ketiga larutan semakin mengalami penjernihan
endapan dan warna. Dimana masing-masing unsur tersebut yang mengalami reduksi
dan oksidasi.
4.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya reaksi redoks :Energi
ionisasi, Afinitas elektron, Energi atomisasi, Energi solvasi, Energi ikat, dan
Oksigen .
DAFTAR PUSTAKA
Ebbing, Darrell, Steven D. Gammon.
2010. General Chemistry, Enhanced Edition. USA: Cengage Learning.
Linsley,
Trevor. 2004. Instalasi Listrik Dasar/3.
Jakarta: Erlangga
Oxtoby,
David W. 2004. Prisnip-2 Kimia Modern/1 Ed.4. Jakarta: Erlangga. Pudjaatmaka,
A. Hadyana. 2004. Kamus Kimia. Jakarta:
Balai Pustaka
Rahmawati, Huda. 2014. Jurnal
Praktikum Kimia Anorganik II Pembuatan ZnSO4. Jakarta
Reger, Daniel, Scott Goode, David
Ball. 2009. Chemistry: Principles and Practice. USA: Cengage Learning.
Salirawati, Das. 2008.
KIMIA.Bandung: Grafindo Media
Pratama Stoker, H. Stephen. 2012.
General, Organic, and Biological Chemistry. USA: Cengage Learning.
Sutresna, Nana. 2007. KIMIA.Bandung:
Grafindo Media Pratama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar