LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA DASAR
LAJU REAKSI
Dosen Pengampu: Dr Kartini,M.Pd
Nama : Mustikah
Nim :
1413163094
Kelas :IPA BIO-A
Kelompok : 1
PUSAT LABORATORIUM IPA BIOLOGI
FAKULTAS
TARBIAH JURUSAN IPA BIOLOGI
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH
NURJATI CIREBON
2013
LAJU REAKSI
I.
Tujuan
1. Mengamati pengaruh konsentrasi zat-zat
perekat terhadap laju reaksi
2. Menghitung orde reaksi dan tetapan laju
pada reaksi ion persulfat dan ion iodida
II.
Dasar
teori
Laju Reaksi
adalah Laju itu sendiri menyatakan
seberapa cepat atau seberapa lambat suatu proses berlangsung. Laju juga
menyatakan besarnya perubahan yang terjadi dalam satu satua waktu. Satuan waktu
dapat berupa detik, menit, jam, hari atau tahun.
Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat peraksi semakin sedikit, sedangkan produk semakin banyak. Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju terbentuknya produk. Laju reaksi adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi,dimana laju bergantung pada konsentrasi reaktan dan mengetahui mekanisme suatu reaksi berdasarkan pengetahuan tentang laju reaksi yang diperoleh dari eksperimen (Oxtoby:2001).
Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat peraksi semakin sedikit, sedangkan produk semakin banyak. Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju terbentuknya produk. Laju reaksi adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi,dimana laju bergantung pada konsentrasi reaktan dan mengetahui mekanisme suatu reaksi berdasarkan pengetahuan tentang laju reaksi yang diperoleh dari eksperimen (Oxtoby:2001).
Laju
reaksi didefinisikan sebagai perubahan konsentrasi persatuan waktu. Satuan yang
umum adalah mol/dm-3-i . Umumnya laju reaksi meningkat dengan meningkatnya
konsentrasi dan dapat dinyatakan sebagai
Laju = k f (C1, C2, …., Ci)
Di mana k adalah konstanta laju, juga
disebut konstanta laju spesifik atau konstanta kecepaan, C1, C2, … adalah konsentrasi
dari reaktan-reakan dan produk-produk (Dogra:1990).
Laju
reaksi kimia terlihat dari perubahan konsentrasi molekul reaktan atau
konsentrasi molekul produk terhadap waktu. Laju reaksi tidak tetap melainkan
berubah terus-menerus seiring dengan perubahan konsentrasi (Chang:2005).
Berikut ini adalah factor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi:
1. Konsentrasi
Kecepatan reaksi bergantung pada banyak
factor. Konsentrasi reaktan memainkan peran penting dalam mempercepat atau
memperlambat rekasi tertentu. Konsentrasi mempengaruhi laju reaksi karena
banyaknya partikel memungkinkan lebih banyak tumbukan, dan itu membuka peluang
semakin banyak tumbukan efektif yang menghasilkan perubahan.
2. Suhu
Kenaikan suhu dapat mempercepat laju
reaksi karena dengan naiknya suhu, energy kinetic partikel zat-zat meningkat
sehinga memungkinkan semakin banyaknya tumbukan efektif yang menghasilkan
perubahan. Berdasarkan teori tumbukan, reaksi terjadi bila molekul bertumbukan
dengan energy yang cukup besar, disebut energy aktivasi. Untuk memutus ikatan
dan mengawali reaksi, konsatanta laju dan energy aktivasi dihubungkan oleh
persamaan Arrhenius.
k = Ae-Ea/RT
keterangan: Ea = energy aktivas
T = suhu mutlak
A = frekuensi tumbukan
3. Luas Permukaan
Luas permukaan mempercepat laju reaksi karena
semakin luas permukaan zat, semakin banyak bagian zat yang saling bertumbukan
dan semakin besar peluang adanya tumbukan efektif menghasilkan
perubahan.Semakin luas permukaan zat, semakin kecil ukuran partikel zat, reaksi
pun akan semakin cepat.
4. Katalis
Katalis ialah zat yang mengambil bagian
dalamn reaksi kimia dan mempercepatnya, tetapi ia sendiri tidak mengalami
perubahan kimia yang permanen. Jadi, katalis tidak muncul dalam laju persamaan
kimia balans secara keseluruhan, tetapi kehadirannya sangat mempengaruhi hukum
laju, memodifikasi dan mempercepat lintasan yang ada.Katalis menimbulkan efek
yang nyata pada laju reaksi, meskipun dengan jumlah yang sangat sedikit. Dalam
kimia industry, banyak upaya untuk menemukan katalis yang akan mempercepat reaksi
tertentu tanpa meningkatkan timbulnya produk yang tidak diinginkan
(Oxtoby:2001).
III.
Alat
dan bahan
1.
Alat
a.
Spatula
b.
Lumpang
c.
Alu
d.
Pinggan
2.
Bahan
a.
Air dingin
b.
Serbuk
alumunium
c.
Kristal
yodium
IV.
Prosuder
kerja
1.
Alat dan
bahan disiapkan
2.
Aksi Serbuk
kristal yodium diambil 1 sendok teh, lalu ditumbuk secara halus
3.
Diambil
serbuk alumunium dengan jumlah yang sama dengan kristal yodium
4.
Dicampur
keduanya dalam pinggan pengap, lalu dibuat lekukan kecil pada gundukan
5.
Diletakan
pinggan didalam lemari asap dan dilakukan percobaan diluar ruangan.
6.
Ditambahkan
satu tets air,dengan menggunakan pinset.
7.
Ditutup
kembali lemari asap, lalu diamati reaksi yang terjadi.
V.
Hasil
pengamatan
Setelah
diteteskan dengan dua tetes air terjadi reaksi
dengan menimbulkan asap-asap yang berwarna kecoklatan, jumlah
alumuniumnya berkurang
VI.
Pembahasan
Pada percobaan kali ini,dapat dilihat bahwa laju
reaksi itu suatu perubahan zat secara cepat atau lambat menjadi suatu prodik,dengan kata lain Laju itu
sendiri menyatakan seberapa cepat atau
seberapa lambat suatu proses berlangsung. Laju juga menyatakan besarnya
perubahan yang terjadi dalam satu satuan waktu. Satuan waktu dapat berupa
detik, menit, jam, hari atau tahun.sedangkan Reaksi kimia itu sendiri adalah proses
perubahan zat pereaksi menjadi produk. Seiring dengan bertambahnya waktu
reaksi, maka jumlah zat peraksi semakin sedikit, sedangkan produk semakin
banyak. Maka Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau
laju terbentuknya produk.
Dimana terlihat bahwa pengamatan terjadi perubahan
yang sngat cepat iru disebabkan oleh tetsan air yang merupakan katalisator
dalam laju reaksi. Menurut teori hal-hal yang mempengaruhi laju reksi
diantaranya adalah katalis, dimana Katalis adalah suatu zat yang mempercepat
laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai
oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai
pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau
memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya
terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi
aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk
berlangsungnya reaksi. Katalis menyebabkan timbulnya reaksi seperti asap yang
mengepul karena alumunium yang dicampurkan dengan kristal serta ditetsi air.
Selain itu juga sebanarnya suhu ruangan mampu mempengaruhi laju reaksinya.
Dimana semakin tinggi suhu maka akan semakin cepat pereaksi.
VII.
Kesimpulan
Praktikum
yang dilakukan dalam pengamatan laju reaksi Dapat disimpulkan bahwa diantaranya
yaitu:
1.
Laju reaksi
adalah perubahan zat secara cepat atau lambat menjadi suatu produk
2.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi laju reaksi adalahperubahan konsentrasi,luas
permukaan,pengaruh temperatur,dan katalis.
3.
Perubahaan
konsentrasi disebabkan oleh konsentrasi suatu zat,apabila konsentrasi
tinggi,maka waktu yang dibutuhkan untuk larutnya zat adalah banyak atau lama
4.
Katalis
adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa
mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri
5. Semakin tinggi suhu atau temperatur maka semakin cepat
waktu untuk melarutkan zat.
DAFTAR
PUSTAKA
Chang, R. 2003. KIMIA DASAR. Gramedia Pustaka: Jakarta
Keenan
Kleinfelter, Wood. 1989. Kimia untuk
Universitas Jilid 1 . Jakarta : Erlangga
Oxtoby,
David W. 2004. Prisnip-2 Kimia Modern/1 Ed.4. Jakarta: Erlangga.
Sutresna,
Nana. 2007. KIMIA. Grafindo Media
Pratama: Bandung.
Hera. 2004. Kimia. http://hera-kimia.blogspot.com/ : diakses pada tanggal 04 Desember 2015 pukul
20:45 wib
Anonim. 2015
.Laju reaksi. http//wikipedia.pengertian
laju reaksi.co.id : diakses pada tanggal 03 desember 2015 pukul 20:19 wib
Lampiran
Gula pasir gula batu magnesium
Magnesium labu ukur gelas ukur
Larutan
HCl gula pasi 20gr gula batu 20gr gula halus 20gr
Hasil campuran gula halus campuran gula pasir campuran gula batu
Aquades 50
ml pemanasan air hasil gula batu dengan air panas
Gelas
kimia CuSO4 FeCl₃ PbNO₃
Tidak ada komentar:
Posting Komentar