Rabu, 30 November 2016

laporan praktikum kimdas



LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR
LAJU REAKSI
Dosen Pengampu: Dr Kartini,M.Pd




Nama  : Mustikah
Nim     : 1413163094
Kelas   :IPA BIO-A
      Kelompok : 1




PUSAT LABORATORIUM IPA BIOLOGI
FAKULTAS TARBIAH JURUSAN IPA BIOLOGI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2013
LAJU REAKSI

I.            Tujuan
1.      Mengamati pengaruh konsentrasi zat-zat perekat terhadap laju reaksi
2.      Menghitung orde reaksi dan tetapan laju pada reaksi ion persulfat dan ion iodida

II.            Dasar teori
      Laju Reaksi adalah Laju itu sendiri  menyatakan seberapa cepat atau seberapa lambat suatu proses berlangsung. Laju juga menyatakan besarnya perubahan yang terjadi dalam satu satua waktu. Satuan waktu dapat berupa detik, menit, jam, hari atau tahun.
Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat peraksi semakin sedikit, sedangkan produk semakin banyak. Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju terbentuknya produk. Laju reaksi
adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi,dimana laju bergantung pada konsentrasi reaktan dan mengetahui mekanisme suatu reaksi berdasarkan pengetahuan tentang laju reaksi yang diperoleh dari eksperimen (Oxtoby:2001).
      Laju reaksi didefinisikan sebagai perubahan konsentrasi persatuan waktu. Satuan yang umum adalah mol/dm-3-i . Umumnya laju reaksi meningkat dengan meningkatnya konsentrasi dan dapat dinyatakan sebagai
Laju = k f (C1, C2, …., Ci)
Di mana k adalah konstanta laju, juga disebut konstanta laju spesifik atau konstanta kecepaan, C1, C2, … adalah konsentrasi dari reaktan-reakan dan produk-produk (Dogra:1990).
      Laju reaksi kimia terlihat dari perubahan konsentrasi molekul reaktan atau konsentrasi molekul produk terhadap waktu. Laju reaksi tidak tetap melainkan berubah terus-menerus seiring dengan perubahan konsentrasi (Chang:2005).

Berikut ini adalah factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi:
1.      Konsentrasi
Kecepatan reaksi bergantung pada banyak factor. Konsentrasi reaktan memainkan peran penting dalam mempercepat atau memperlambat rekasi tertentu. Konsentrasi mempengaruhi laju reaksi karena banyaknya partikel memungkinkan lebih banyak tumbukan, dan itu membuka peluang semakin banyak tumbukan efektif yang menghasilkan perubahan.
2.      Suhu
Kenaikan suhu dapat mempercepat laju reaksi karena dengan naiknya suhu, energy kinetic partikel zat-zat meningkat sehinga memungkinkan semakin banyaknya tumbukan efektif yang menghasilkan perubahan. Berdasarkan teori tumbukan, reaksi terjadi bila molekul bertumbukan dengan energy yang cukup besar, disebut energy aktivasi. Untuk memutus ikatan dan mengawali reaksi, konsatanta laju dan energy aktivasi dihubungkan oleh persamaan Arrhenius.
k = Ae-Ea/RT
keterangan: Ea = energy aktivas
T = suhu mutlak
A = frekuensi tumbukan
3.      Luas Permukaan
Luas permukaan mempercepat laju reaksi karena semakin luas permukaan zat, semakin banyak bagian zat yang saling bertumbukan dan semakin besar peluang adanya tumbukan efektif menghasilkan perubahan.Semakin luas permukaan zat, semakin kecil ukuran partikel zat, reaksi pun akan semakin cepat.
4.      Katalis
Katalis ialah zat yang mengambil bagian dalamn reaksi kimia dan mempercepatnya, tetapi ia sendiri tidak mengalami perubahan kimia yang permanen. Jadi, katalis tidak muncul dalam laju persamaan kimia balans secara keseluruhan, tetapi kehadirannya sangat mempengaruhi hukum laju, memodifikasi dan mempercepat lintasan yang ada.Katalis menimbulkan efek yang nyata pada laju reaksi, meskipun dengan jumlah yang sangat sedikit. Dalam kimia industry, banyak upaya untuk menemukan katalis yang akan mempercepat reaksi tertentu tanpa meningkatkan timbulnya produk yang tidak diinginkan (Oxtoby:2001).


III.            Alat dan bahan
1.      Alat
a.       Spatula
b.      Lumpang
c.       Alu
d.      Pinggan
2.      Bahan
a.       Air dingin
b.      Serbuk alumunium
c.       Kristal yodium

IV.            Prosuder kerja
1.      Alat dan bahan disiapkan
2.      Aksi Serbuk kristal yodium diambil 1 sendok teh, lalu ditumbuk secara halus
3.      Diambil serbuk alumunium dengan jumlah yang sama dengan kristal yodium
4.      Dicampur keduanya dalam pinggan pengap, lalu dibuat lekukan kecil pada gundukan
5.      Diletakan pinggan didalam lemari asap dan dilakukan percobaan diluar ruangan.
6.      Ditambahkan satu tets air,dengan menggunakan pinset.
7.      Ditutup kembali lemari asap, lalu diamati reaksi yang terjadi.

V.            Hasil pengamatan
Setelah diteteskan dengan dua tetes air terjadi reaksi  dengan menimbulkan asap-asap yang berwarna kecoklatan, jumlah alumuniumnya berkurang

VI.            Pembahasan
Pada percobaan kali ini,dapat dilihat bahwa laju reaksi itu suatu perubahan zat secara cepat atau lambat menjadi  suatu prodik,dengan kata lain Laju itu sendiri  menyatakan seberapa cepat atau seberapa lambat suatu proses berlangsung. Laju juga menyatakan besarnya perubahan yang terjadi dalam satu satuan waktu. Satuan waktu dapat berupa detik, menit, jam, hari atau tahun.sedangkan Reaksi kimia itu sendiri adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat peraksi semakin sedikit, sedangkan produk semakin banyak. Maka Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju terbentuknya produk.
Dimana terlihat bahwa pengamatan terjadi perubahan yang sngat cepat iru disebabkan oleh tetsan air yang merupakan katalisator dalam laju reaksi. Menurut teori hal-hal yang mempengaruhi laju reksi diantaranya adalah katalis, dimana Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi. Katalis menyebabkan timbulnya reaksi seperti asap yang mengepul karena alumunium yang dicampurkan dengan kristal serta ditetsi air. Selain itu juga sebanarnya suhu ruangan mampu mempengaruhi laju reaksinya. Dimana semakin tinggi suhu maka akan semakin cepat pereaksi.

VII.            Kesimpulan
      Praktikum yang dilakukan dalam pengamatan laju reaksi Dapat disimpulkan bahwa diantaranya yaitu:
1.      Laju reaksi adalah perubahan zat secara cepat atau lambat menjadi  suatu produk
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalahperubahan konsentrasi,luas permukaan,pengaruh temperatur,dan katalis.
3.      Perubahaan konsentrasi disebabkan oleh konsentrasi suatu zat,apabila konsentrasi tinggi,maka waktu yang dibutuhkan untuk larutnya zat adalah banyak atau lama
4.      Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri
5.      Semakin tinggi suhu atau temperatur maka semakin cepat waktu untuk melarutkan zat.








DAFTAR PUSTAKA

Chang, R. 2003. KIMIA DASAR. Gramedia Pustaka: Jakarta
Keenan Kleinfelter, Wood. 1989. Kimia untuk Universitas Jilid 1 . Jakarta : Erlangga
Oxtoby, David W. 2004. Prisnip-2 Kimia Modern/1 Ed.4. Jakarta: Erlangga.
Sutresna, Nana. 2007. KIMIA. Grafindo Media Pratama: Bandung.
Hera. 2004. Kimia. http://hera-kimia.blogspot.com/  : diakses pada tanggal 04 Desember 2015 pukul 20:45 wib
Anonim. 2015 .Laju reaksi. http//wikipedia.pengertian laju reaksi.co.id : diakses pada tanggal 03 desember 2015 pukul 20:19 wib





































Lampiran


                      
Gula pasir                      gula batu                     magnesium

                 
                                    Magnesium                  labu ukur                     gelas ukur

               
                                    Larutan HCl    gula pasi 20gr   gula batu 20gr  gula halus 20gr

                                           
Hasil campuran gula halus   campuran gula pasir  campuran gula batu

                        
Aquades 50 ml              pemanasan air    hasil gula batu dengan air panas
                                             
         
                                    Gelas kimia     CuSO4                                                  FeCl PbNO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar