MAKALA SUBKELAS
ASTERIDAE
Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok
mata kuliah Botani Phanerogamae
Oleh kelompok 4 :
1. Mustikah
2. Yeni
yulianti
3. Lina
4. Misriati
5. Rosiana
JURUSAN TADRIS
IPA-BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TARBIYAH
DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Subkelas Asteriidae merupakan subkelas
yang termaju diantara subkelas yang telah dibahas sebelumnya pada Divisi
Magnoliophyta. Hal ini disebabkan oleh beberapa kriteria yang dimiliki oleh
familia-familia yang ada pada subkelas ini telah mengalami kemajuan yang cukup
pesat, berdasarkan skala filogeni (seriasi) telah membuktikan bahwa familia
Asteraceae merupakan familia yang termaju dari familia-familia yang lain dan
familia Apocynaceae yang primitif pada subkelas ini.
Beberapa kriteria yang termaju dan
primitif pada subkelas ini akan di jelaskan pada tiap-tiap familia mulai dari
tingkat yang primitif sampai yang termaju sebagai berikut. Familia Apocynaceae
merupakan familia yang dianggap primitif pada subkelas ini hal ini disebabkan
beberapa kriteria yang dimiliki oleh familia ini telah maju dan masih banyak
juga kriteria yang tergolong primitif, adapun kriteria termaju yang dimiliki
oleh familia ini antara lain, pola percabangan yang simpodial, pada tanaman (Nerium oleander) duduk daun telah
berkarang, perbungaan yang majemuk, pistilluk (karpel) dengan stigma bersatu,
pada tanaman (Nerium oleander)
kelamin tumbuhan diceous, dan perlekatan karpel yang synkarp.
Terdapat kriteria yang masih primitif
yang dimiliki oleh familia ini antara lain yaitu habitusnya masih berupa pohon
atau perdu, jenis daun tunggal, pada tanaman (Plumeria acuminata) duduk daun tersebar, pertulangan daun yang
masih brachidodromous atau Craspedodromous, jenis kelamin yang biseksual,
stamen epipetal, ovarium superum, simetri bunga actinomorf, pada tanaman (Plumeria acuminata) kelamin tumbuhan
monoceous dan umur tumbuhan yang masih tahunan atau beberapa tahun.
B.
Rumusan Masalah
Bagaimana ciri umum, karakteristik,
klasifikasi, contoh spesies dan peranan dari subclassis Asteriidae diantaranya
dalam ordo-ordo:
1. Ordo Gentianales dalam family Loganiaceae,
Apocynaceae dan Asclepiadaceae
2. Ordo Solanales dalam family Solanaceae, Convolvulaceae dan Cuscutaceae
3. Ordo Lamiales dalam family Boraginaceae,
Verbenaceae, dan Lamiaceae(Labiatae).
4. Ordo Scrophulariales dalam family
Acanthaceae dan Oleceae
5. Ordo Rubiales dalam family Rubiaceae
6. Ordo Dipsacales dalam Family
Caprifollaceae,dan Valerianaceae
7. Ordo Asterales dalam family Asteraceae
C.
Tujuan
Untuk mengetahui ciri umum,
karakteristik, klasifikasi, contoh spesies dan peranan dari subclassis
Asteriidae diantaranya dalam ordo-ordo yang telah disebutkan di atas.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Subkelas Asteridae
Subclassis Asteridae mempunyai 11
ordo dan 49 family. Asteridae mempunyai karakteristik bunga simpetal jarang
polypetal dan apetal stamen banyak yang isomerus dengan lobus corolla, tidak
pernah bersebrangan dengan lobus, ovul unitegmic dan tenuinuclear, mempunyai
tapetum; carpel biasanya 2, jarang 3 sampai 5 atau lebih.
Salah satu karakteristik khusus pada
Asteridae yaitu mempunyai bunga tabung, khususnya family Asteraceae. Corollanya
dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu limbus, fauks, dan tubus. Selain itu
pada batangnya banyak yang mempunyai rambut-rambut halus. (Tjitrosoepomo, 2010:
8-11)
1.
Ordo Gentianales
Gentianales adalah salah satu bangsa
tumbuhan berbunga yang termasuk dalam klas euasterids I, asterids, core
Eudikotil, Eudikotil (Sistem klasifikasi APG II). Bangsa ini juga diakui
sebagai takson dalam sistem klasifikasi Cronquist dan tercakup dalam anak kelas
Asteridae, kelas Magnoliopsida.(Anonim.2015)
Gentianales merupakan ordo dari
tanaman tebel-tebel memiliki karakteristik sebagai berikut : terdapat bulu-bulu
halus pada perhiasan bunga dan biji, 2 bakal buah, bakal buah ditutup oleh
kepala putik (stigma), benang sari dalam pollinarium, berjumlah 5, melekat pada
corona (Tjitrosoepomo, 1989; Struwe, 2002).
Tanaman tebel-tebel termasuk ke
dalam famili Asclepiadaceae karena memiliki karakter/ciri khas tumbuhan epifit,
bergetah, membelit, arah belitan kekiri, duduk daun berhadapan, beberapa
berkarang, tebal (sukulen), daging seperti kulit/belulang, tanpa daun penumpu,
bunga muncul diantara tangkai dan pasangan daun, beraturan, berkelamin dua,
kelopak berbagi 5, bersimetri banyak, mahkota berdaun lekat, serbuk sari dan
putik bersatu membentuk gynostegium, bakal buah menumpang, serbuk sari terdapat
pada pollinia, buah bumbung dengan banyak biji yang dilengkapi alat untuk
membantu penyebaran, berupa bulu- bulu halus (Backer and Van Den Brink, 1965;
Steenis dkk., 2005)
a.
Family
Loganiaceae
1)
Ciri umum
Famili Loganiaceae memiliki habitus Herba atau semak
dan pohon tahunan atau abadi. Pohon berukuran sedang atau kadang-kadang besar
sampai 25 (-55) m, kulit pohon pecah-pecah sangat tidak teratur, coklat gelap,
bagian dalam kulit coklat sampai kuning. Daunnya berwarna hijau terang dan
obovate-lonjong, ujungnya biasanya pendek hingga panjang meruncing, urat
sekunder agak menonjol ke bawah tidak jelas, tangkai daun panjang, dan sebagian
bebas dari tangkai daun berstipula bulat. Perbungaan aksilar, dengan bracteola pada
atau di bawah tengah, bunga harum, corolla tabung sempit saluran berbentuk,
berbentuk kepala stigma. Buah berwarna oranye atau merah. Bunga
kekuning-kuningan yang memiliki aroma yang khas.
2)
Klasifikasi
Loganiaceae
adalah keluarga tanaman berbunga diklasifikasikan dalam ordo Gentianales.
Contoh genus dari Loganiaceae adalah Fragraea dan Strychnos.
3)
Contoh spesies
a)
Tambusu (fragreafragrans
roxb).
Klasifikasi
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Sub
Kelas : Asteridae
Ordo
: Gentianales
Famili
: Loganiaceae
Genus
: Fragraea
Spesies
: Fragraea fragrans Roxb
Ciri-ciri tanaman
·
Tembesu termasuk
kedalam famili Loganiaceae. Daerah penyebarannya Sumatera, Kalimantan,
Sulawesi, Jawa Barat, Maluku, dan Irian Jaya.
·
Tinggi pohon
tembesu mencapai 40 m, dengan panjang batang bebas cabang sampai 25 m, diameter
80 cm atau lebih, dengan batang tegak dan tidak berbanir.
·
Kulit luar
berwarna coklat sampai hitam, beralur dangkal dan sedikit mengelupas.
·
Kayunya
keras berwarna kuning emas tua atau coklat jingga, dan termasuk ke dalam kelas
awet satu
b) Tumbuhan bidara laut (Strychnos ligustrina)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteridae
Ordo
: Gentianales
Famili
: Loganiaceae
Genus
: Strychnos
Spesies : Strychnos
ligustrina
Ciri-ciri Tanaman:
·
pohon yang
kecil berkayu keras dan kuat dengan warna kuning pucat,
·
tidak berbau
serta mempunyai rasa yang sangat pahit dan kelat.
·
Tumbuhan ini
masih terbatas pada daerah-daerah tertentu saja diantaranya Jawa Timur, Roti,
Water dan Maluku Tenggara.
·
Bentuk daun
tumbuhan ini bulat seperti telur bergaris-garis
·
memiliki tangkai
daun yang relatif pendek
·
memiliki
tulang daun yang tidak berselang-seling, tulang daun muncul berawal dari
pangkal daun dan mengarah ke ujung daun.
·
Bidara laut
termasuk tumbuhan terna yang tumbuh mengarah/menjalar ke atas batang, dengan
mempunyai beberapa batang yang kecil secara membenkok, memiliki banyak cabang
ranting pada batangnya.
4)
Peranan
a)
Tembesu
(Fagraea fragrans)
Kayu
ini sangat tahan lama dan tahan terhadap serangan rayap. Dengan demikian akan
dipergunakan untuk konstruksi berat seperti rel kereta api, jembatan, kapal dan
dermaga serta untuk perabotan lantai, panel,. Menurut Burkill, metafora Melayu
untuk hati yang keras membandingkannya dengan Tembusu. Di Singapura, papan
memotong kayu besar yang digunakan oleh pedagang untuk memotong ayam dan daging
sering dibuat dari kayu Tembusu.
b)
Bidara laut
Bidara laut memiliki Kandungan
Kimia Biji dan kayu mengandung beberapa bahan kimia seperti alkaloid,
tanin, galat, steroid (triterpoid). Alkaloid yang dikandung tumbuhan ini adalah
striknina dan brusina yang termasuk golongan obat keras. Penggunaan bidara laut
sebagai antipiretik ada benarnya, karena ekstrak kering kayu bidara laut
mempunyai toksiksitas yang sedang. Alkaloid total bidara laut ternyata
mempunyai daya antimikroba terhadap Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus,
tumbuhan S. ligustrina memiliki aktivitas farmakologi
diuretik dan anti infeksi.
b. Family
Apocynaceae
1)
Ciri
umum
Famili Apocynaceae memiliki ciri umum
berhabitus pohon, semak dan terna, dengan getah seperti susu. Daun berhadapan
atau bersilang berhadapan (decussata), kadang-kadang tersebar atau berkarang.
Daun tunggal tanpa stipula. Bunganya biseksual, aktinomorf (kadang-kadang
sedikit zygomorf), tunggal atau majemuk tipe tandan sampai simosa, mempunyai
daun pelindung. Kelopak bunga. Mahkota bunga gamopetalus, pada waktu kuncup
terputar (contortus), biasanya bentuk lonceng. Benang sari sebanyak petal,
epipetalus lepas, antera dua ruang, introrsum. Putik satu dan tersusun dari dua
bakal buah yang unicarpellate yang menjadi satu. Tangkai putik satu.
2) Klasifikasi
Familia ini terdiri dari sekitar 1000
spesies yang tergolong dalam kurang lebih 175 genus yang tersebar di daerah
tropika. Contoh-contoh genus: Nerium, Plumeria, Thevetia, Allamanda, Ervatabis,
Vinca (Cacharantus).
3)
Contoh
spesies
a) Kamboja (Plumeria acuminata Ait)
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub
Kelas : Asteridae
Ordo : Gentianales
Famili : Apocynaceae
Genus : Plumeria
Spesies : Plumeria
acuminata Ait
Ciri – ciri
Tanaman
·
Kamboja
termasuk pohon kecil, dan, termasuk Mesofanerofit (tumbuhan di udara).
·
Tanaman
kamboja mempunyai pohon dengan tinggi batang 1,5 sampai 6 m, bengkok dan
mengandung getah.
·
Tumbuhan
asal Amerika ini biasanya ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, taman.
·
Tumbuh
di daerah dataran rendah 1 sampai 700 m di atas permukaan laut.
·
Rantingnya
besar, daun berkelompok rapat pada ujung ranting, bertangkai daun panjang,
daun memanjang berbentuk lanset (lanccolatus), panjang daun 20-40 cm,
lebar 6-12,5 cm.
·
Ujung
daun meruncing (acuminatus), pangkal daun menyempit , tepi daun rata (integer),
tulang daun menyiri, permukaan daun kasap (scaber), warna daun hijau muda
sampai hijau tua tidak berbulu.
·
Termasuk
bangun daun tidak lengkap. Bunga dalam malai rata berkumpul di ujung
ranting, kelopak kecil ,sisi dalam tanpa kelenjar, mahkota berbentuk
corong, sisi dalam berembut, sisi luar kemerahan atau putih, sisi dalam
agak kuning , putih, atau merah, berbau harum.
·
Tangkai
putik pendek, tumpul, lebar, bakal buah satu atau dua, saling berjauhan,
berbentuk tabung gepeng memanjang, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm.
·
Batang
( caulis ) : Batang kamboja berkayu dengan warna putih kekuning-kuningan
dibungkus kulit yang tebal.
·
System
akar : Tunggang atau dikotil. Kamboja mempunyai rumus daun 3/8.
b) Allamanda
cathartica (Alamanda)
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Subkingdom :
Tracheobionta
Super
Divis : Spermatophyta
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Sub
Kelas : Asteridae
Ordo :
Gentianales
Famili : Apocynacea
Genus : Allamanda
Spesies : A.
cathartica L
Ciri – ciri
Tanaman
·
Tanaman
ini bersifat evergreen (hijau sepanjang tahun). Batangnya
yang sudah tua akan berwarna cokelat karena pembentukan kayu, sementara
tunas mudanya berwarna hijau
·
Daunnya
memiliki bentuk yang melancip di ujung dengan permukaan yang kasar dengan
panjang 6 hingga 16 cm.
·
Bunga
alamanda berwarna kuning dan berbentuk seperti terompet dengan ukuran
diameter 5-7.5 cm. Tanaman ini memiliki bunga yangharum
c)
Nerium oleander (Nerium)
Kingdom :
Plantae
Subkingdom :Tracheobionta
SuperDivisi :Spermatophyta
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Sub Kelas :
Asteridae
Ordo :
Gentianales
Famili : Apocynaceae
Genus : Nerium
Spesies : Nerium
oleander
Ciri – ciri
Tanaman
·
Tumbuhan
ini adalah bentuk hidup berupa perdu
·
Daun
tunggal yang keras dengan lebar kurang lebih 2 cm dan letakknya dalam
lingkaran (pusaran tiga).
·
Tidak
memiliki stipula
·
Bunga
keluar dalam perbungaan rasemosa.
·
Bunga
berkembang dalam seikat ujung cebang masing-masing memgelilingi satu
mahkota pusat. sepal bersatu membentuk tabung, sepal sewaktu kuncup
terputar, dan letak petal imbrikatus.
·
Jumlah
stamen sama dengan jumlah petal, dan letaknya berselangan dengan petal.
·
Ovarium
superus.
·
Buah
berbentu folikel yang memecah (dehisen) saat matang untuk mengeluarkan
biji
4)
Peranan
a) Tanaman kamboja
Kamboja mengandung senyawa agoniadin, plumierid, asam
plumerat, lupeol, dan asam serotinat, plumierid merupakan suatu zat pahit
beracun. Kandungan kimia getah tanaman ini adalah damar dan asam plumeria C10H10O5
(oxymethyl dioxykaneelzuur) sedangkan kulitnya mengandung zat pahit beracun. Akar
dan daun kamboja mengandung senyawa saponin, flavonoid, dan polifenol, selain
itu daunnya juga mengandung alkaloid. Tumbuhan ini mengandung fulvo plumierin,
yang memperlihatkan daya mencegah pertumbuhan bakteri. Selain itu juga
mengandung minyak atsiri antara lain
geraniol, farsenol, sitronelol, fenetil alkohol dan linalool. Kulit batang
kamboja mengandung flavonoid ,alkaloid, polifenol.
Pohon kamboja telah digunakan sebagai obat sejak zaman dulu,
terutama di daerah kepulauan Pasifik, Asia Timur, dan Polinesia. Khasiat bunga
kamboja secara medis belum dibuktikan, tetapisecara empirik sudah banyak
digunakan sebagai bahan obat. Seluruh bagian tanaman kamboja, seperti kulit
batang, batang, daun, akar, dan bunganyamemiliki khasiat obat. Kulit batangnya
digunakan sebagai laksatif. Getah, daun, kulit batang, danakar, serta seluruh
bagian tumbuhan untuk mencegah pingsan akibat udara panas (heat
stroke),disentri basilar, gangguan pencernaan (dyspepsia), gangguan penyerapan
makanan pada anak,malnutrisi, radang hati (hepatitis infectiosa), radang
saluran napas (bronchitis), jantung berdebarkeras, TBC, cacingan, sembelit,
kencing nanah (gonorrhea), beri-beri, busung air, kapalan (klavus),telapak kaki
pecah dan bengkak, sakit gigi berlubang, luka, bisul (furunculus), patek
(frambusia),serta benjolan keras (tumor).Bahan kimia yang terkandung pada
kamboja di antaranya dammar, senyawa karet, senyawatriterpenoid, amyrin, dan
lupeol. Selain itu juga, bunga kamboja mengandung geraniol, sitronellol,linallol,
farnesol, dan fenil alkohol. (Agus, 1993)
b) Bunga Nerium
Oleander
Kandungan bunga Narium oleander
diantaranya Triterpen, Glikosida jantung, Oleanderol, Asam
kanerat, Kanerin. Yang dapat berManfaat
dan memiliki Khasiat Bunga Nerium
Oleander Untuk Kesehatan pada Daun Oleander dapat digunakan sebagai obat
jantung dalam dosis kecil, diuretika, antiskabies, mengobai herpes,
antibakteri, antijamur, ekspektoran.
c) Bunga Alamanda
Bunga Alamanda ini dapat ditemukan di daerah sekitar sungai
atau tempat terbuka yang terkena banyak sinar matahari dengan hujan yang cukup
dan kelembaban yang tinggi sepanjang tahun. Suhu -1 derajat celsius dapat
mematikan tanaman ini, karena bunga alamanda ini memiliki karakteristik yang
sangat sensitif terhadap suhu dingin.
Selain memiliki bentuk dan warna yang cantik, Bunga
Alamanda ini memiliki banyak manfaat. Bagian tanaman yang digunakan adalah
akar, daun dan bunga untuk pengobatan.Daun Alamanda memiliki kandungan alkaloida (senyawa basa bernitrogen yang
kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tumbuhan), Kulit batang dan buahnya
mengandung saponin, Kulit batangnya mengandung tannin, Buahnya mengandung
flavonoida (senyawa kimia aktif yang dijadikan sebagai obat penyakit hati) dan
polifenol (zat kimia yang memiliki sifat antioksidan).
Manfaat lainnya yaitu getah bunga alamanda yang berwarna
putih memiliki sifat anti bakteri dan juga antibiotik sehingga dapat dijadikan
sebagai obat penyakit kanker dan pencegah kuman atau bakteri. Bunga ini juga
dapat digunakan untuk mencegah komplikasi dari malaria dan pembengkakan limpa,
serta dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kuning.Daunnya digunakan untuk
penawar racun dan dipakai sebagai ramuan herbal untuk penyakit bisul atau
abses, eksim, dan kurap. Rasa daun bunga alamanda ini pedas, pahit, berkhasiat
laksatif (pencahar) dan penyebab muntah (emetik).selain itu Tumbuhan obat ini juga
beracun, hati-hati kelebihan dosis pada pemakaian dalam (minum) dan perlu
mendapat pengawasan dokter, dan Wanita hamil dilarang untuk memanfaatkannya.
c.
Family Asclepiadaceae
1) Ciri umum
Tumbuhan yang tergolong herba atau tumbuhan berkayu, bergetah, dan
seringkali membelit. Letak daun berhadapan, kadang-kadang berkarang, tunggal,
seringkali sukulen, dan tangpa daun penumpu. Bunga beraturan, berkelamin 2, dan
berbilang 5. kelopak berbagi dalam. Mahkota bunga berdaun lekat, taju dalam
kuncup, kadang-kadang dengan mahkota tambahan. Benang sari seringkali dengan
tambahan pada pangkal sisi punggung. Tangkai sari pendek. Kepala sari besar,
masing-masing dengan kepala putik berlekatan. Bakal buah 2, lepas, menumpang
hanya dihubungkan oleh kepala putik. Tidak ada tonjolan dasar bunga. Buahnya
termasuk buah bumbung sepasang dengan banyak biji yang berumbai.
2)
Contoh
spesies
a)
Widuri (Calotropis
gigantean Dryand)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub
divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo :Apocynales(Contortae)
Famili : Asclepiadaceae
Genus : Calotropis
Spesies : Calotropis
gigantean Dryand
Ciri-ciri
Tanaman
·
Bunga biduri
merupakan tumbuhan semak tegak dengan tinggi antara 0,5-3 meter.
·
Bunga biduri
memiliki batang bulat, kukuh, kulit pucat. Daun bung biduri bertangkai sangat
pendek, helaian dan memanjang atau bulat telur terbalik dengan pangkal
berbentuk jantung dan ujung tumpul, sisi
atas daun mulanya berambut lebat yang berwarna putih kemudian gundul,
panjang 8-30 cm, lebar 4-15 cm.
·
Struktur
bunga widuri majemuk dalam anak payung, tangkai bunga tebal dengan panjang 3-5
cm mahkota bunga berbentuk roda, berwarna lila, kandang-kandang putih dengan
tabung yang hijau pucat, berbentuk cawan yang dangkal.
·
Buah bumbung, berdiri sendiri atau berpasangan, bulat
telur memanjang dengan ujung melengkung seperti kait. Biji coklat,
berambut pendek dan lebat.
b)
Hoya
parasitica wall
Klasifikasi
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Spermatophyta
Kelas
: Dicotyledoneae
Ordo :
Gentianales
Famili
: Asclepiadaceae
Genus : Hoya
Spesies:Hoya
parasitica wall
Ciri-ciri
Tanaman
·
Bunga pangkal
corona berwarna ungu
·
daun-daun
mahkota (petal) melipat ke dalam pada saat bunga masih kuncup dengan bentuk
segilima, membuka keluar dan menghadap ke bawah ketika bunga sudah mekar.
·
Daun; bentuk
daun bulat telur hingga bangun lanset (lanceolatus), ujung ada yang meruncing
dan runcing, pangkal ada yang runcing dan tumpul. Buah; bumbung, panjang
rata-rata 13,1 cm (11,3-15,3 cm), diameter rata-rata 1,6 cm (1,3-2,3 cm)
·
biji
menjarum, dilengkapi alat untuk membantu penyebaran, berupa bulu-bulu halus.
3)
Peranan
a) Widuri
Widuri mengandung senyawa aktif yang bersifat racun dan
senyawa-senyawa yang bisa dimanfaatkan sebagai obat yaitu saponin, sapongenin,
kalotropin, kalotoksin, flavonoid, polifenol, alban, tannin, uskarin, kalaktin,
gigantin, kalsium oksalat dan harsa. Karena kandungan zat kimia tersebut maka
widuri bisa dimanfaatkan sebagai Toga, terutama bagi masyarakat yang hidup di
daerah pesisir pantai. Beberapa penyakit yang dapat di obati dengan widuri
antara lain : batuk, penyakit exim, kudis, sifilis, kencing nanah, bisul,
peluruh kencing, campak sesak nafas dan sakit perut. Karena adanya kandungan
saponin dan sapogenin maka wanita yang sedang hamil tida dianjurkan menggunakan
widuri sebagai obat karena bisa membahayakan kandungan. Perlu diwaspadai bahwa
jika widuri ini dilukai akan menghasilkan getah yang berwarna putih seperti
susu, dimana getah ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata.
(Rustaman, 2007)
2.
Ordo Solanales
Pada ordo ini terdiri atas terna jarang berupa
tanaman berkayu, daun tunggal jarang majemuk, duduknya tersebar atau
berhadapan, tanpa daun penumpu. Bunga banci, aktinomorf atau lebih sering
zigomorf dengan kelopak dan mahkota yang berlekatan, kebanyakan berbilangan 5.
Benang sari dalam 1 lingkaran, berhadapan dengan daun-daun kelopak, dalam bunga
yang zigomorf jumlah benang sari berkurang karena ada reduksi. Bakal buah
sebagian besar beruang 2, kadang-kadang beruang 1, tiap ruang dengan 2 tembuni,
menumpang jarang setengah tenggelam. Tiap ruang berisi 1 samapai banyak bakal
biji, masing-masing dengan 1 integumen
a.
Family Solanaceae
1) Ciri umum
Familia Solanaceae merupakan familia
yang habitusnya berupa terna, semak atau perdu, kadang-kadang berupa pohon,
daun berlekuk berbagi sampai majemuk, duduknya tersebar, karena pergeseran
letak pada buku-buku kadang-kadang hampir berpasangan, tanpa daun penumpu,
bunga banci, aktinomorf atau zigomorf, kebanyakan berbilangan 5, kelopak
terdiri atas daun-daun kelopak yang berlekatan, demikian pula mahkotanya yang
berbentuk bintang, terompet atau corong, benang sari 5, dalam bunga yang
zigomorf 1 diantaranya mandul, semunya tertanam pada mahkota, bakal buah
menumpang, beruang 2 dengan sekat yang miring terhadap bidang median, kadang-kadang
beruang lebih banyak, tiap ruang berisi banyak bakal biji, tangkai putik 1,
buahnya buah buni atau buah kendaga, biji dengan endosperm lembaga bengkok atau
melingkar seperti cincin.
2) Klasifikasi
Famili ini terbagi dalam kurang lebih 80
marga dan seluruhnya mencakup sekitar 1700 jenis, yang tersebar di
daerah-daerah iklim panas sampai daerah-daerah iklim sedang. Contoh-contoh :
Solanum tuberosum (kentang), S.lyppopersicum (tomat), S.melongena (terong),
S.nigrum (leunca), S.torvum (takokak), S.mammosum (terong susu).
3) Contoh spesies
Leunca
(Solanum nigrum L.)
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub
Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum nigrum L.
4) Peranan
Leunca mempunyai Khasiat atau manfaat
dari buah yang mungil dan berwarna hijau tersebut diantaranya bisa mengobati
berbagai macam pnyakit kulit seperti herves, borok dsb. Selain itu buah leunca
juga bisa menjadi obat kanker yang alami dan mujarab karena buah tersebut
mengandung senyawa solasonine, solasodine, solamargine, dan solanine. Senyawa
itu bisa menghambat pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali.Solasodine
mempunyai efek menghilangkan sakit (analgetik), penurunan panas, antiradang,
dan antishok.Solamargine dan solasonine mempunyai efekk antibakteri, sedangkan
solanine sebagai antimitosis.Senyawa-senyawa itu bisa mengatasi gangguan
kanker, yakni kanker payudara, leher rahim, lambung dan saluran
pernapasan.Nulai gizi yang terkandung pada daun muda leunca diantaranya adalah
alori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak (0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium
(210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1 mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14
mg), vitamin C (40 mg). (Sudarso, 2005)
b.
Family Convolvulaceae
1) Ciri umum
Familia Convolvulaceae merupakan familia
yang habitusnya berupa herba, terna, semak, perdu dan pohon (akuatik batang
berongga), hidup di darat yang lembab, batang berair dan berongga, daun bentuk
tombak. Daun tunggal atau majemuk tanpa
stipula dengan letak tersebar, perbungaan tunggal atau majemuk, simetri bunga
actinomorf, biseksual, tetra atau pentamer, sepal lepas, persisten, petal
bersatu, umumnya membentuk lonceng, stamen sebanyak petal, pistil 1, stigma
1-2, ruang sebanyak karpel, 2 ovul tiap ruang, ovarium superum. Bunga berbentuk
terompet, benang sari ada 6 buah, 3 panjang dan 3 pendek. Bunga berwarna putih,
batang tegak sewaktu muda, akar serabut. Jarak daun lebih dekat dibandingkan
dengan kangkung air dan ubi rambat.
2) Klasifikasi
Convolvulaceae, dikenal umum sebagai bindweed atau keluarga pagi
kemuliaan, adalah kelompok dari sekitar 60 genera dan lebih dari 1.650 spesies
tanaman merambat kebanyakan herba, tetapi juga pohon-pohon, semak dan herbal.
Keluarga Convolvulaceae dapat
diklasifikasikan dalam Ericybeae suku, Cressea, Convolvuleae, merremioids,
Ipomoeae, Argyreiae, Poraneae, Dichondreae dan Cuscuteae (kadang-kadang
diklasifikasikan sebagai keluarga terpisah Cuscutaceae).
3) Contoh spesies
Kangkung
(Ipomoea sp.)
Devisi :
Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Asteriidae
Ordo : Solanales
Familia : Convolculaceae
Genus : Ipomoea
Species : Ipomoea sp.
4) Peranan
Daun dan zat tepung, akar berbonggol
beberapa spesies digunakan sebagai bahan makanan (misalnya ubi jalar dan
kangkung), dan benih dimanfaatkan untuk nilai obat mereka sebagai pencahar.
Beberapa spesies mengandung alkaloid ergoline yang mungkin bertanggung jawab
atas penggunaan spesies ini sebagai bahan campuran obat psikedelik (misalnya
ololiuhqui). (Anonim, 2014)
c. Family
Cuscutaceae
1) Ciri-ciri umum
Bunga-bunga kecil dan memiliki 4 atau 5 lobus , sepal
, dan benang sari . Cuscutaceae adalah parasit tanaman lain dan tidak memiliki
daun sejati , akar , atau zat klorofil. Batangnya yang
berbentuk bulat halus menyerupai benang, lemas, bercabang, panjang bisa
mencapai 300 meter dengan diameter kurang dari 0,5 mm. Tanaman ini
berwarna kuning ke oranyean batang menempel dan melilit kepada inang, tanaman
yang tumbuhnya merambat dan membelit pada bagian atas dari tanaman lainserta
mendapatkan nutrisi dari berbagai tanaman inang. Cucutaceae biasanya berbentuk
seperti senar yang kusut.
2) Klasifikasi
Cuscutaceaemerupakan tanaman yang tergolong dalam
kelompok haloparasit dan parasit obligat yang tidak mensintesis klorofil
sendiri. Cuscutaceae atau taliputri kuning keorannyean memiliki
kandungan klorofil lebih sedikit.
3) Contoh spesies
Division :
Magnoliophyta
Class
: Magnoliopsida
Ordo
: Solanales
Family : Cuscutaceae
Genus
: Cuscuta
Spesies
: Cuscuta
sp
Sumber
http://www.fireflyforest.com/flowers/873/cuscuta-sp-dodder/
4) Peranan
Tali putri memiliki efek
farmakologis menurunkan panas, anti radang, peluruh kencing, membersihkan
darah, menghentikan pendarahan. Sedangkan kandungan kimianya antara lain
cassyfiline, cassythidine, laurotetanine, dan galactitol. Dalam pengobatan
digunakan seluruh bagian tumbuhan ini dengan cara dipotong-potong kecil
kemudian dicuci dan dikeringkan dengan menjemurnya secara tidak langsung.Tidak
semua tali putri dapat digunakan untuk pengobatan, karena tanaman yang di atas
pohon beracun, tidak boleh digunakan dalam pengobatan. Tanaman ini akan
menyebabkan kematian kalau digunakan tidak sesuai aturan atau melebihi dosis.
3.
Ordo Lamiales
Lamiales umumnya
berupa terna, jarang berupa tumbuhan berkayu, dengan batang yang jelas
berbentuk segi empat (pada penampang lintangnya). Dengan daun tunggal, jarang
yang majemuk, dudukkannya berhadapan atau berkarang. Ordo Lamiales terdiri dari
beberapa Famili, diantaranya :
a.
FamilyVerbenacae
1) Ciri umum
Familia Verbenaceae merupakan familia
yang habitusnya berupa herba dan perdu dengan daun tunggal tanpa stipula serta
letak daunnya berhadapan , perbungaan majemuk dengan simetri bunga
aktinomorfdan kadang-kadang Zygomorf, kelamin tumbuhan biseksual, mahkota
berbentuk seperti bintang atau pentamer, sepal bersatu persisten , petal
bersatu ( tubus,limbus dan faux ), berbibir 2, stamen 2-4, epipetal, pada
Tectona 5 ( 4 dydinamus dan 1 staminodium ), pistil 1, letak ovarium superum, stylus
1, karpel 2-4 , plasenta aksilaris. Familia yang mewakili pada praktikum ini
yaitu tanaman Cleredendron thomsonae dan Duranta erecta.
2) Klasifikasi
Keluarga Verbenaceae baru dibatasi
secara sempit mencakup sekitar 35 genus dan 1.200 spesies. genus mangrove
Avicennia, kadang-kadang ditempatkan dalam Verbenaceae atau dalam keluarga
sendiri, Avicenniaceae, telah lebih percaya diri telah ditempatkan di
Acanthaceae.
3) Contoh spesies
a) Kembang Bugang (Clerodendrum calamitosum)
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub
Kelas : Asteridae
Ordo : Lamiales
Famili : Verbenaceae
Genus : Clerodendrum
Spesies : Clerodendrum calamitosum L.
b) Jati (Tectona
grandis)
Kingdom : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteridae
Ordo :
Lamiales
Famili :
Lamiaceae
Genus :
Tectona
Spesies : Tectona grandis
4) Peranan
a) Kembang Bugang
Tanaman ini dapat ditemukan di sekitar
kampung, di kebun, tepi hutan dan jalan, kadang ditanam di pekarangan sekitar
rumah sebagai tanaman hias atau tanaman obat. Pemanfaatan : bagian yang dipakai
: Daun, akar. Kegunaan Daun: disentri, demam, Wasir, kencing tidak lancar,
kencing nanah. kencing batu jenis calsium oksalat dan triple-phosphate, sifilis
(lues). Akar: Digigit ular. Buah: Disentri.
b) Jati
Kayu jati mengandung semacam minyak
dan endapan di dalam sel-sel kayunya, sehingga dapat awet digunakan di tempat
terbuka meski tanpa divernis; apalagi bila dipakai di bawah naungan atap. Jati
sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal laut, termasuk
kapal-kapal VOC yang melayari samudera di abad ke-17. Juga dalam konstruksi
berat seperti jembatan dan bantalan rel. Di dalam rumah, selain dimanfaatkan
sebagai bahan baku furniture kayu jati digunakan pula dalam struktur bangunan.
Rumah-rumah tradisional Jawa, seperti rumah joglo Jawa Tengah, menggunakan kayu
jati di hampir semua bagiannya: tiang-tiang, rangka atap, hingga ke
dinding-dinding berukir. Dalam industri kayu sekarang, jati diolah menjadi
venir (veneer) untuk melapisi wajah kayu lapis mahal; serta dijadikan
keping-keping parket (parquet) penutup lantai. Selain itu juga diekspor ke
mancanegara dalam bentuk furniture luar-rumah. Ranting-ranting jati yang tak
lagi dapat dimanfaatkan untuk mebel, dimanfaatkan sebagai kayu bakar kelas satu.
Kayu jati menghasilkan panas yang tinggi, sehingga dulu digunakan sebagai bahan
bakar lokomotif uap.
b.
Family Lamiaceae (Labiatae)
1) Ciri umum
Familia Lamiaceae merupakan familia yang
habitusnya berupa herba, perdu atau pohon dengan daun tunggal tanpa stipula ,
duduk daun berhadapan, perbungaan majemuk dengan simetri bunga zygomorf,
bilabiatus, sepal bersatu persisten, berbibir 2, petal simpetal berbibir 2
(Salvia bibir atas 2 dan bawah 3, Orthosiphon bibir atas 4 dan bawah 1), stamen
2-4, dydinamus, stylus 1, stigma 2 dan letak ovarium superum, buah
tunggal. Digunakan oleh manusia sebagai
tanaman herbal dan berguna untuk rasa, aroma, atau obat. Spesies dari Lamiaceae
terutama merupakan herba atau semak-semak dalam berbagai ukuran, jarang berupa
pohon. Siklus hidup dari anggota Lamiaceae mungkin tahunan atau abadi.Batang
biasanya persegi, terutama ketika muda, tegak atau berbaring di tanah.
Daun berhadapan atau melingkar,
decussatus dan kelenjar-bertitik. Daun tanpa daun penumpu. Sering daun sangat
aromatic karena minyak ethereal yang terletak di kelenjar rambut.
2) Klasifikasi
Lamiaceae, juga disebut Labiatae,
keluarga mint dari tanaman berbunga,dengan 236 genus dan lebih dari 7.000
spesies. Digunakan oleh manusia sebagaitanaman herbal dan berguna untuk rasa,
aroma, atau obat.Spesies dari Lamiaceaeterutama merupakan herba atau
semak-semak dalam berbagai ukuran, jarang berupa pohon.Contoh; kayu jati,
kemangi.
3) Contoh spesies
a)
Kemangi (Ocimum
sanctum)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub
Kelas : Asteridae
Ordo : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Ocimum
Spesies : Ocimum
sanctum
b) Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus Benth.)
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub
Kelas : Asteridae
Ordo : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Orthosiphon
Spesies :Orthosiphon
stamineus Benth.
4) Peranan
a) Kemangi
Daun Kemangi yang harum sering digunakan
untuk masakan, antara lain; campuran pepes, karedok atau lalapan mentah.
Selain itu kemangi mengandung banyak
senyawa yang berkhasiat bagi tubuh. Senyawa arginine didalamnya terbukti mampu memperpanjang masa hidup
sperma, mencegah kemandulan dan menurunkan kadar gula darah. Kemangi juga
mengandung zat yang mampu merangsang produksi hormon androgen dan estrogen.
Manfaat
kemangi masih sangat banyak, orientin dan vicenin di dalam kemangi mampu
melindungi struktur sel tubuh.Sedangkan cineole, myrcene dan eugenol berfungsi
sebagai antibiotik alami dan antiperadangan. Kemangi juga kaya akan betakaroten
dan magnesium, mineral penting yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan
jantung.
Kemangi
adalah salah satu tumbuhan sayuran yang mempunyai aroma yang khas.Apalagi kalau
kita campur daunnya dipadukan sebagai pengharum dan penyedap sambal terasi.
Kandungan
dan manfaat daun kemangi mempunyai daya penenang dan mengeluarkan gas-gas dari
tubuh.Daunnya juga sering dipakai untuk bumbu hidangan daging ataupun
ikan.Kemangi juga mengandung zat minyak atsiri, protein, kalsium, fosfor, besi,
belerang, dan lain-lain.
b) Kumis Kucing
Daun Kumis kucing basah maupun kering
digunakan sebagai menanggulangi berbagai penyakit, Di Indonesia daun yang
kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih
(diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. Masyarakat menggunakan
kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok,
masuk angin dan sembelit. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu
pengobatan radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, albuminuria, dan penyakit
syphilis., reumatik dan menurunkan kadar glukosa darah. Selain bersifat
diuretik, kumis kucing juga digunakan sebagai antibakteri
c.
Famili Boraginaceae
1) Ciri Umum
Family Boraginaceae merupakan family
yang habitusnya herba dan berbulu dan dapat semusim atau tanaman keras. Beberapa
tanaman merambat atau pohon, dan beberapa adalah parasit obligat (tidak dapat
berfotosintesis sehingga membutuhkan host). Boraginaceae awalnya dimasukkan ke
Lamiales karena bersama dengan Lamiaceae (permen) dan Verbenaceae (vervains)
ovarium dengan empat partisi sangat terpecah, gaya melekat pada dasar ovarium,
dan buah-buahan yang pecah menjadi empat nutlets. Kesamaan ini tampaknya telah
berevolusi secara independen, namun, dan borages berbeda dalam memiliki daun
alternatif, bulat batang, metabolit sekunder yang berbeda (tidak ada alkaloid
iridoid), bunga biasa, jumlah yang sama benang sari dan kelopak, dan cluster
bunga yang sering melingkar seperti ekor kalajengking.
2) Klasifikasi
Boraginaceae merupakan keluarga
tanaman berbunga, dengan 148 genera dan lebih dari 2.700 spesies. Keluarga
mencakup sejumlah tanaman hias taman, seperti Heliotropium (heliotrope),
Mertensia virginica (Virginia bluebell), Phacelia (kalajengking gulma),
Pulmonaria (lungwort), dan Myosotis (forget-me-tidak). Banyak spesies yang
beracun, tetapi beberapa spesies telah digunakan untuk obat, seperti Borago
officinalis (borage), Symphytum officinale (comfrey), dan Lithospermum
(puccoon, atau stoneseed). Di daerah tropis genus Cordia, dengan lebih dari 200
spesies, sangat beragam dan termasuk beberapa jenis kayu penting.
3)
Contoh Spesies
Klasifikasi : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Famili : Boraginaceae
Genus : Borago
Spesies : Borago officinalis
4) Peranan
Tumbuhan Borago memiliki kandungan minyak
yang banyak digunakan untuk suplement, daunnya juga bisa digunakan untuk
mengurangi masalah pernafasan dan bunganya untuk mengobati demam dan batuk.
4.
Ordo Scophulariales
Ordo Scophulariales merupakan tumbuhan yang mempunyai habitus terna, semak-semak, adakalanya pohon. Batang
silindris atau segi empat. Daun sparsa, oposita atau berkarang, tunggal atau
berbagi, tanpa stipula, seringkali berambut. Buah kendaga atau buah buni. Biji mempunyai endosperm.
Bunga majemuk tandan atau bunga majemuk campuran.
a.
Family Acanthaceae
1) Ciri umum
Acanthaceae ini adalah sebagian besar
tumbuh-tumbuh atau semak yang terdiri dari sekitar 340 marga dan 2.500 spesies,
termasuk bentuk-bentuk melilit. Familia Acanthaceae merupakan familia yang
habitusnya berupa herba, perdu,pohon dan liana dengan daun tunggal tanpa
stipula serta letak daun berhadapan, perbungaan majemuk atau tunggal , kelamin
tumbuhan biseksual , simetri bunga aktinomorf, mahkota tetra atau pentamer,
sepal bersatu, petal sympetal, bilabiatus, stamen 4, dydinamus, 2 epipetal,
sering terdapat staminodium, pistil 1, stylus 1, stigma 1-2, letak ovarium
superum dan buah tunggal.
2) Klasifikasi
Familia ini terdiri dari sekitar 1000
spesies yang tergolong dalam kurang lebih 175 genus yang tersebar di daerah
tropika. Contoh-contoh genus : Nerium, Plumeria, Thevetia, Allamanda,
Ervatabis, Vinca (Cacharantus).
3) Contoh spesies
Graptophylum
pictumDaun Ungu (Graptophylum pictum
Griff)
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub
Kelas : Asteridae
Ordo : Scrophulariales
Famili : Acanthaceae
Genus : Graptophylum
Spesies : Graptophylum pictum Griff.
4) Peranan
a) Handeuleum/daun ungu
Kandungan dan manfaat Handeuleum/daun ungu adalah lendir
yang bermanfaat untuk melunakkan kotoran sehingga bisa untuk mencegah
terjadinya sembelit.Selain itu juga mengandung zat tanin, alkaloid, sitosterol
glikosida.Handeuleum (daun ungu) ini juga bersifat mendinginkan.
Untuk mengobati Reumatik (encok), ambil segenggam daun
handeuleum dan di cuci.Kemudian ditumbuk dan oleskan pada bagian tubuh yang
kena encok. (Gembong, 2004)
b. Famili
Oleaceae
1)
Ciri Umum
Pertumbunhan tanaman merambat berupa
perdu, batangnya lemah.Daunnya sempit dan kecil, majemuk bersirip ganjil,
bertekstur halus dan berwarna hijau terang. Bunganya kecil memanjang dengan warna
merah tua atau merah gambir pada waktu kuncup dan menjadi putih sesudah mekar. Batangnya
berkayu dengan tinggi kurang dari 5 meter. Batangnya sedikit berbuluh halus dan
jarang. Memiliki akar tunggang yang dapat menopang tanaman yang dapat tumbuhan hingga
ketinggian 5 m. Melati putih merupakan tumbuhan dengan daun majemuk menyirip
(pinnatus), artinya daun majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan dan kiri ibu
tangkai daun tersusun seperti sirip padaikan. Kedudukan daun batang (filotaksis)
berjenis apposite dengan setiap buku terdapat dua lembar daun yang berhadapan. Daunnya
hanya memiliki tangkai dan helaian saja, berbentuk ovate, pangkal daun berbentuk
setengah lingkaran sedangkan pada ujung daun sedikit meruncing, seperti daun-daun
yang biasa digambarkan. Pinggir daun tidak rata dan sedikit bergelombang. Permukaan
daun agak berkerut seperti daun jambu biji dengan pertulangan daun menyirip mengikuti
bangun daun yang oval. Jadi terkesan pertulangan daunnya agak melengkung.
2)
Klasifikasi
Suku melati-melatian
atau Oleaceae adalah suku tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari 24 marga dan sekitar 600 spesies
tanaman. Contoh-contoh genus: Abeliophyllum, Chionanthus, Comoranthus,
Dimetra, Fontanesia, Forestieria
Forsythia, Fraxinus, Haenianthus, Hesperelaea, Jasminum, Ligustrum, Menodora,
Myxopyrum, Nestegis, Noronhia, Notelaea, Nyctanthes, Olea, Osmanthus,
Phillyrea, Picconia, Priogymnanthus,
Schrebera dan Syringa.
3)
Contoh Spesies
Klasifikasi Bunga Melati
Kingdom
: Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi :
Spermatophyta
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Scrophulariales
Famili : Oleaceae
Genus : Jasminum
Spesies : Jasminum sambac
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Scrophulariales
Famili : Oleaceae
Genus : Jasminum
Spesies : Jasminum sambac
4)
Peranan
a) Melati
Bunga melati dapat dijadikan sebagai
obat tak lepas dari kandungan senyawa yang ada di dalamnya. Kandungan kimia
yang ada tersebut antara lain indol, benzyl, dan livalylacetaat. Bagian yang
digunakan untuk pengobatan adalah daun, akar dan bunganya.
Bunga melati dapat mengobati
berbagai penyakit diantaranya yaitu: Sesak Nafas, Demam dan Sakit Kepala,
Disengat Lebah atau Serangga Lain, Sakit Mata, Menghentikan ASI Berlebihan,
Meringankan Stress, Menurunkan Kemungkinan Kanker, Mengurangi Kolesterol,
Mengurangi Berat Badan, Mengurangi Kemungkinan Pilek dan Flu, Anti Bakteri,
Menagatur Sirkulasi dan Mengatur Produksi Insulin.
5.
Ordo
Campanurales
a.
Famili
Campanurales
1) Ciri
umum
Ordo
Campanulales merupakan tanaman yang mempunyai habitus berupa Herba
annual atau bienual, daunnya berbentuk sessile dan berambut, bunga terminal,
rasemosa dan tangkai pendek serta
buahnya
berupa kapsula yang memiliki kandungan lobelin untuk antiepilepsi.
Tinggi tanaman
50 cm, Batangnya bulat, Berkayu dan berwarna hijau, Daun berwarna hijau dan
bergerigi, daun tunggal, Lebar daun 2-3 cm, Panjang 5-15 cm, Bunga berbentuk
lonceng dengan mahkota menyerupai bintang bertajuk lima dan berwarna putih,
Buah berbentuk lonceng dan berwarna hijau, Akar tanaman merupakan akar
tunggang.
2)
Klasifikasi
Family
campanulaceae yang merupakan jenis tanaman semak belukar atau tanaman berukuran
kecil. Tanaman ini terdiri dari 60 – 70 genus dan sekitar 2000 spesies.
3) Contoh Spesies
Klasifikasi Kitolod
Kingdom :
Plantae
Subkingdom
:Tracheobionta
Super
Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub
Kelas : Asteridae
Ordo : Campanulales
Famili : Campanulaceae
Genus : Isotoma
Spesies : Isotomalongiflora
Ciri
– ciri tanaman kitolod
Dalam sejarah konon kitolod berasal dari
benua Amerika yaitu, Amerika Serikat dan Amerika Selatan.Kitolod termasuk dalam
family campanulaceae yang merupakan semak belukar atau tanaman berukuran kecil.Tanaman
ini terdiri dari 60 – 70 genus dan sekitar 2000 spesies.Tinggi tanaman 50 cm, Batangnya
bulat, Berkayu dan berwarna hijau, Daunber warna hijau fan bergerigi, Merupakan
daun tunggal, Lebar daun 2-3 cm, Panjang 5-15 cm, Bunga berbentuk lonceng dengan
mahkota menyerupai bintang bertajuk lima dan berwarna putih, Buah berbentuk lonceng
danberwarna hijau, Akar tanaman merupakan akar tunggang.
6. Ordo
Rubiales
Pada
ordo Rubiales ini berupa terna atau tumbuhan berkayu dengan daun tunggal atau
majemuk yang duduk berhadapan, dengan atau tanpa daun penumpu. Bunga banci,
aktinomorf atau zigomorf, berbilangan 4 sampai 5, biasanya membentuk bunga
majemuk yang simos. Daun mahkota berlekatan, pada bunga yang aktinomorf benang sari sama banyaknya dengan daun
mahkota, pada bunga yang zigomorf jumlah benang sari lebih sedikit, duduknya
berseling dengan daun-daun mahkota. Bakal buah tenggelam, beruang 1 sampai 5,
tiap ruang berisi 1 sampai banyak bakal biji, masing-masing dengan 1 integumen.
Biji kebanyakan mempunyai endosperm.
a.
Family Rubiaceae
1) Ciri umum
Familia Rubiaceae memiliki ciri umum
herba, semak, pohon, daun tunggal tersebar atau bersilang berhadapan, berdaun
penumpu dalam ketiak atau antar tangkai. Stipula interpetiolaris atau
intrapetiolaris. Bunga majemuk tipe simosa, sering berbentuk seperti bongkol.
Bunga biseksual, aktinomorf, epigen, tetramer atau pentamer. Korola berbentuk
tabung, berbentuk trompet. Stamen 4-5, epipetalus. Bakal buah inferum ,
beruang-ruang, jarang 1- banyak, tiap ruang dengan 1-banyak bakal biji, tangkai
putik 1, buah bermacam-macam, jarang hanya beruang 1, biji kebanyakan mempunyai
endosperm, lembaga lurus atau bengkok. (Rustaman, 2007)
2) Klasifikasi
Famili ini mempunyai tidak kurang 500
spesies, terbagi kurang lebih 400 genus, tersebar diseluruh dunia.
Contoh-contoh genus : Coffea, Rubia, Cinchona, Gardenia, Mussaenda, Morinda,
Ixora.
3) Contoh spesies
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub
Kelas : Asterida
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae
Genus : Ixora
Spesies : Ixora coccinea L.
4) Peranan
Di kalangan masyarakat, tanaman soka sering dijadikan
sebagai tanaman hias. Para penghobi tanaman hias sering menempatkannya di
taman-taman sebagai tanaman outdoor karena memang hakekatnya soka hidup di
tempat terbuka, walaupun bisa juga difungsikan sebagai tanaman hias dalam
ruangan (indoor)
7. Ordo Dipsacales
Dipsacales adalah salah satu bangsa tumbuhan berbunga yang termasuk dalam klad euasterids II, asterids, core eudicots, eudicots (Sistem klasifikasi APG II). Bangsa ini
juga diakui sebagai takson dalam sistem klasifikasi Cronquist dan
tercakup dalam anak kelas Asteridae, kelas Magnoliopsida. Suku/familia anggota Sistem APG II:
Adoxaceae, Caprifoliaceae, Diervillaceae, Dipsacaceae, Linnaeaceae, Morinaceae,
Valerianaceae.
a. Famili Caprifoliaceae
1)
Ciri umum
Tumbuhan
basah, berkayu atau liana , Daun majemuk, stipula kecil nyaris tidak ada, tepi
daun bergerigi, letak berhadapan Bunga
dalam karangan cymosa atau racemosa monochasium. Zygomorphus, bisexualis. Calyx
dan corolla 5. Stamen 5 (4) epipetalus. Ovarium inferum dengan 3-5carpellum,
ruang 2-5(1), dengan 1-banyak ovulum, stylus 1 Buah bacca atau drupa. Biji
dengan endosperm.
2)
Klasifikasi
Caprifoliaceae kecil dan pohon-pohon (Caprifoliaceae), tanaman merambat .
3)
Contoh spesies
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Dipsacales
Famili: Caprifoliaceae
Genus: Lonicera
Spesies: Lonicera japonica Thunb.
Ordo: Dipsacales
Famili: Caprifoliaceae
Genus: Lonicera
Spesies: Lonicera japonica Thunb.
4)
Peranan
Karena
mengandung lonicerin, saponin dan inositol, tanaman ini memiliki efek
antibakteri dan anti-virus. Saat ini banyak digunakan sebagai obat sistitis
(radang kandung kemih), radang sendi, infeksi mata dan tenggorokan, hepatitis
menular, serta influenza. Tanaman ini juga dapat melindungi hati dan menurunkan
kolesterol. Orang Kanton suka merebus tanaman ini untuk memandikan bayi yang
sedang menderita campak atau meminumkannya untuk mengobati gondok.
b.
Famili
Valerianaceae
1)
Ciri umum
Tumbuhan
basah atau berkayu Daun tunggal atau majemuk pinnatifidus, tanpa stipula. Letak
berhadapan atau dalam rosette Buang dalam karangan dichasium, asimetris,
bisexualis atau unisexualis, pentamer. Calyx kecil, kemudia besar 2-4. Corolla
3-5, stamen 1-4 epipetalus. Ovarium inferum dengan 3 carpellum (hanya 1 yang
fertil), dengan 1 ovulum yang pendulus, ruang 3 tapi hanya 1 yang tumbuh baik Buah nux. Biji tidak memiliki
endosperm.
2)
Klasifikasi
Valerianaceae
adalah genus tanaman berbunga dalam keluarga Caprifoliaceae, anggota yang
mungkin oleh umumnya dikenal sebagai valerians. Ini mencakup sejumlah spesies,
yang paling dikenal adalah valerian taman Valeriana officinalis [rujukan?].
Beberapa spesies asli ke Eropa, yang lain ke Amerika Utara dan Amerika Selatan
(terutama di Andes)
3)
Contoh spesies
Valeriana olitoria (selada)
Klasifikasi
Kingdom:
Plantae
Divisi:
Magnoliophyhta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Dipsacales
Famili: Valerianaceae
Genus:
Valeriana
Spesies:
Valeriana javanica
4) Peranan
Selada mempunyai kandungan mineral,
termasuk iodium, fosfor, besi, tembaga, kobalt, seng, kalsium, mangan, dan
potasium, sehingga selada mempunyai khasiat terbaik dalam menjaga keseimbangan
tubuh. Kulit luar yang hijau adalah yang paling baik. Dimasak perlahan-lahan
selama 15 menit merupakan obat penderita insomnia
8. Ordo
Asterales
Pada ordo ini kebanyakan berupa
terna, jarang berupa tumbuhan berkayu, sering mempunyai saluran-saluran getah
atau kelenjar-kelenjar minyak. Daun tunggal, duduk berhadapan atau tersebar,
kebanyakan tanpa daun penumpu. Bunga dalam rangkaian yang bersifat rasemos,
dengan kecenderungan untuk pembentukan bunga cawan atau bonggol, sebagian besar
berbilangan lima, yang seringkali berlekatan satu dengan yang lain. Bakal buah
hampir semuanya tenggelam beruang 1-5, tiap ruang dengan banyak atau satu bakal
bij, masing-masing dengan satu integumaen. Biji dengan endosperm seluler.
a.
Family Asteraceae
1) Ciri umum
Familia Asteraceae merupakan familia
yang paling maju diantara familia sebelumnya adapun kriterian familia ini
anatar lain habitusnya berupa herba, semak jarang berupa pohon, kadang-kadang
dengan getah seperti susu, daun berseling atau berhadapan, kadang-kadang
berbagi sangat dalam hingga menyerupai daun majemuk. Bunga merupakan bunga
cawan atau bongkol, kelamin tumbuhan biseksual atau uniseksual. Simetri
aktinomorf atau zigomorf, berjumlah banyak atau sedikit dan tersusun pada
involukrum (kapitulum ), kaliks mereduksi atau berubah bentuk menjadi pappus,
korolla berbentuk tabung , Tangkai sari bebas, Kepala sari berlekatan,
berseling dengan taju-taju mahkota, Bakal buah tenggelam, beruang I dengan satu
bakal biji, Tangkai putik 1, kepala putik 2. Buahnya buah kurung atau buah
batu.
2) Klasifikasi
Famili ini mempunyai spesies yang
banyak, sekitar 14.000 spesies dengan kurang lebih 1000 genus, tersebar ke
seluruh dunia. Contoh-contoh genus : Helianthus, Aster, Porophyllus, Ageratus,
Tagetes,Vernonia, Emilia.
3) Contoh spesies
Bunga Krisan (Chrysanthemum
x grandiflorum)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Sub
Kelas : Asteridae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Chrysanthemum
Spesies : Chrysanthemum x grandiflorum
4) Peranan
Kegunaan tanaman krisan
yang utama adalah sebagai bunga hias. Manfaat lain adalah sebagai tumbuhan obat
tradisional dan penghasil racun serangga. Sebagai bunga hias,
krisan di Indonesia digunakan
sebagai Bunga pot dan Bunga potong yang
biasanya digunakan untuk hiasan pernikahan.
Kandungan Kimia Daun dan bunga krisan
mengandung saponin, di samping itu daunnya mengandung alkaloida dan tanin,
sedang bunganya juga mengandung minyak atsiri. Selain itu, Bunga krisan
berkhasiat sebagai obat sakit bengkak pada mata dan untuk obat luka. Untuk obat bengkak mata dipakai + 10 gram
bunga krisan, dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih lalu
dinginkan sampai hangat-hangat kuku.Air hasil rebusan digunakan untuk merendam
atau mengkompres mata yang sakit. (Sudarso, 2005)
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Subkelas Asteriidae merupakan subkelas
yang termaju diantara subkelas yang telah dibahas sebelumnya pada Devisi
Magnoliophyta. hal ini disebabkan oleh beberapa kriteria yang dimiliki oleh
familia-familia yang ada pada subkelas ini telah mengalami kemajuan yang cukup
pesat, berdasarkan skala filogeni (seriasi) telah membuktikan bahwa familia
Asteraceae merupakan familia yang termaju dari familia-familia yang lain dan
familia Apocynaceae yang primitif pada subkelas ini.
Asteriidae merupakan subkelas yang
termaju dibandingkan subkelas yang lain. Asteriidae mempunyai pollinator
tertentu dan juga mempunyai polen yang khas. Tampaknya bahwa munculnya
Asteriidae berhubungan dengan evolusi insekta yang mampu mengenali pola bunga
yang kompleks. Nenek moyang Asteriidae mungkin adalah ordo Rosales sebab cirri
korola Sympetal, stamen isomer dan letaknya bergantian dengan petal, jumlah
pistilumyang banyak dengan jumlah biji yang banyak untuk tiap ruangnya, semua
ciri itu dimiliki oleh ordo Rosales.
Famili yang paling primitif dalam
subkelas Asteriidae adalah dari Famili Apocynaceae dan yang termaju adalah
famili Asteraceae.
DAFTAR
PUSTAKA
Pudjoarinto,
Agus dkk. 1993. BOTANI. Jakarta: Universitas
terbuka,Depdikbud
Rustaman. 2007. Botani Phanerogamae UPI.
Bandung: UPI Press.
Sudarso, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: Universitas Negeri Malang.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2004. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta).
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Tjitrosoepomo,G.2000,Morfologi
Tumbuhan,cetakan ke 12,Gadjah Mada UniversityPress,Yogyakarta.
Anonim. 2014. Convolvulaceae. https://abisjatuhbangunlagi.wordpress.com.
Di akses pada hari Minggu tanggal 15 Maret 2015 pukul 20.43 WIB.
Anonim.2014.Khasiat-bunga-alamanda-untuk-kesehatan. http://obattradisionalpenyakitamandel.
blogspot. com. Diakses pada hari minggu tanggal 15 maret 2015
pukul 14:30 wib.
Anonim. 2014. Manfaat bunga
melati.http://www.1000macammanfaat.com.
diakses pada tanggal 12 april 2015 pukul 21:09 wib
Anonim. 2014. Manfaat bunga
melati dan buah untuk kesehatan. http://manfaatbuahdaun.blogspot.com/2014/01/manfaat-bunga-melati-untuk-kesehatan.html.
diakses pada tanggal 15 maret 2015 pukul 20:15 wib
Uly. 2011. famili apocynaceae. http://ulysitompul.blogspot.com.
Diakses pada hari jumat tanggal 12 maret 2015 pukul 21:15 wib.
Anonim.
2014. Tanaman biduri gandarusa. http://ditjenbun.pertanian.go.id.
Diakses pada tanggal 17 april 2015 Pukul 22:16 wib
Darma, Budi. 2013. Spesies jenis tanaman hias.http://www.budidarma.com.
diakses pada tanggal 16 maret 2015 pukul 21: 17 wib.
Deden,
Hamdan. Makala Asteridae.http://hamdanideden.blogspot.com. diakses pada tanggal
15 april 2015 pukul 21:20 wib.
JURNAL SIMBIOSIS II (1): 112- 121 ISSN: 2337-7224 Jurusan Biologi FMIPA
Universitas Udayana Maret 2014Sahairani. 2014. Makala Asteridae. http://suhairani19.blogspot.com.
Diakses pada tanggal 16 april 2015 pukul 22:15 wib.
Rohmatulloh,Adam.2011.DevisioSpermatophyta..http://adamrochmatulloh.blogspot.com.
diakses pda tanggal 16 april 2015 pukul 19:19 wib.
Viskameretta.
2012. Subkelas Sympetalae. http://viskamaretta.blogspot.com.
Diakses pada tanggal 17 April 2015 pukul 19:15 wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar