Rabu, 30 November 2016

laporan asteridea kelompok



MAKALA SUBKELAS ASTERIDAE
Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok
mata kuliah Botani Phanerogamae










Oleh kelompok 4 :
1.      Mustikah
2.      Yeni yulianti
3.      Lina
4.      Misriati
5.      Rosiana






JURUSAN TADRIS IPA-BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2015
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Subkelas Asteriidae merupakan subkelas yang termaju diantara subkelas yang telah dibahas sebelumnya pada Divisi Magnoliophyta. Hal ini disebabkan oleh beberapa kriteria yang dimiliki oleh familia-familia yang ada pada subkelas ini telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, berdasarkan skala filogeni (seriasi) telah membuktikan bahwa familia Asteraceae merupakan familia yang termaju dari familia-familia yang lain dan familia Apocynaceae yang primitif pada subkelas ini.
Beberapa kriteria yang termaju dan primitif pada subkelas ini akan di jelaskan pada tiap-tiap familia mulai dari tingkat yang primitif sampai yang termaju sebagai berikut. Familia Apocynaceae merupakan familia yang dianggap primitif pada subkelas ini hal ini disebabkan beberapa kriteria yang dimiliki oleh familia ini telah maju dan masih banyak juga kriteria yang tergolong primitif, adapun kriteria termaju yang dimiliki oleh familia ini antara lain, pola percabangan yang simpodial, pada tanaman (Nerium oleander) duduk daun telah berkarang, perbungaan yang majemuk, pistilluk (karpel) dengan stigma bersatu, pada tanaman (Nerium oleander) kelamin tumbuhan diceous, dan perlekatan karpel yang synkarp.
Terdapat kriteria yang masih primitif yang dimiliki oleh familia ini antara lain yaitu habitusnya masih berupa pohon atau perdu, jenis daun tunggal, pada tanaman (Plumeria acuminata) duduk daun tersebar, pertulangan daun yang masih brachidodromous atau Craspedodromous, jenis kelamin yang biseksual, stamen epipetal, ovarium superum, simetri bunga actinomorf, pada tanaman (Plumeria acuminata) kelamin tumbuhan monoceous dan umur tumbuhan yang masih tahunan atau beberapa tahun.




B.     Rumusan Masalah
Bagaimana ciri umum, karakteristik, klasifikasi, contoh spesies dan peranan dari subclassis Asteriidae diantaranya dalam ordo-ordo:
1.      Ordo Gentianales dalam family Loganiaceae, Apocynaceae dan Asclepiadaceae
2.      Ordo Solanales dalam family Solanaceae, Convolvulaceae dan Cuscutaceae
3.      Ordo Lamiales dalam family Boraginaceae, Verbenaceae, dan Lamiaceae(Labiatae).
4.      Ordo Scrophulariales dalam family Acanthaceae dan Oleceae
5.      Ordo Rubiales dalam family Rubiaceae
6.      Ordo Dipsacales dalam Family Caprifollaceae,dan Valerianaceae
7.      Ordo Asterales dalam family Asteraceae

C.    Tujuan
Untuk mengetahui ciri umum, karakteristik, klasifikasi, contoh spesies dan peranan dari subclassis Asteriidae diantaranya dalam ordo-ordo yang telah disebutkan di atas.














BAB II
PEMBAHASAN

A.        Subkelas Asteridae
Subclassis Asteridae mempunyai 11 ordo dan 49 family. Asteridae mempunyai karakteristik bunga simpetal jarang polypetal dan apetal stamen banyak yang isomerus dengan lobus corolla, tidak pernah bersebrangan dengan lobus, ovul unitegmic dan tenuinuclear, mempunyai tapetum; carpel biasanya 2, jarang 3 sampai 5 atau lebih.
Salah satu karakteristik khusus pada Asteridae yaitu mempunyai bunga tabung, khususnya family Asteraceae. Corollanya dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu limbus, fauks, dan tubus. Selain itu pada batangnya banyak yang mempunyai rambut-rambut halus. (Tjitrosoepomo, 2010: 8-11)
     
1.      Ordo Gentianales
            Gentianales adalah salah satu bangsa tumbuhan berbunga yang termasuk dalam klas euasterids I, asterids, core Eudikotil, Eudikotil (Sistem klasifikasi APG II). Bangsa ini juga diakui sebagai takson dalam sistem klasifikasi Cronquist dan tercakup dalam anak kelas Asteridae, kelas Magnoliopsida.(Anonim.2015)
            Gentianales merupakan ordo dari tanaman tebel-tebel memiliki karakteristik sebagai berikut : terdapat bulu-bulu halus pada perhiasan bunga dan biji, 2 bakal buah, bakal buah ditutup oleh kepala putik (stigma), benang sari dalam pollinarium, berjumlah 5, melekat pada corona (Tjitrosoepomo, 1989; Struwe, 2002).
            Tanaman tebel-tebel termasuk ke dalam famili Asclepiadaceae karena memiliki karakter/ciri khas tumbuhan epifit, bergetah, membelit, arah belitan kekiri, duduk daun berhadapan, beberapa berkarang, tebal (sukulen), daging seperti kulit/belulang, tanpa daun penumpu, bunga muncul diantara tangkai dan pasangan daun, beraturan, berkelamin dua, kelopak berbagi 5, bersimetri banyak, mahkota berdaun lekat, serbuk sari dan putik bersatu membentuk gynostegium, bakal buah menumpang, serbuk sari terdapat pada pollinia, buah bumbung dengan banyak biji yang dilengkapi alat untuk membantu penyebaran, berupa bulu- bulu halus (Backer and Van Den Brink, 1965; Steenis dkk., 2005)

a.      Family Loganiaceae   
1)      Ciri umum
Famili Loganiaceae memiliki habitus Herba atau semak dan pohon tahunan atau abadi. Pohon berukuran sedang atau kadang-kadang besar sampai 25 (-55) m, kulit pohon pecah-pecah sangat tidak teratur, coklat gelap, bagian dalam kulit coklat sampai kuning. Daunnya berwarna hijau terang dan obovate-lonjong, ujungnya biasanya pendek hingga panjang meruncing, urat sekunder agak menonjol ke bawah tidak jelas, tangkai daun panjang, dan sebagian bebas dari tangkai daun berstipula bulat. Perbungaan aksilar, dengan bracteola pada atau di bawah tengah, bunga harum, corolla tabung sempit saluran berbentuk, berbentuk kepala stigma. Buah berwarna oranye atau merah. Bunga kekuning-kuningan yang memiliki aroma yang khas.

2)      Klasifikasi
     Loganiaceae adalah keluarga tanaman berbunga diklasifikasikan dalam ordo Gentianales. Contoh genus dari Loganiaceae adalah  Fragraea dan Strychnos.

3)      Contoh spesies
a)        Tambusu (fragreafragrans roxb).
Klasifikasi
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Asteridae
Ordo                : Gentianales
Famili              : Loganiaceae
Genus              : Fragraea
Spesies             : Fragraea fragrans Roxb
Ciri-ciri tanaman
·         Tembesu termasuk kedalam famili Loganiaceae. Daerah penyebarannya Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, Maluku, dan Irian Jaya.
·         Tinggi pohon tembesu mencapai 40 m, dengan panjang batang bebas cabang sampai 25 m, diameter 80 cm atau lebih, dengan batang tegak dan tidak berbanir.
·         Kulit luar berwarna coklat sampai hitam, beralur dangkal dan sedikit mengelupas.
·         Kayunya keras berwarna kuning emas tua atau coklat jingga, dan termasuk ke dalam kelas awet satu
b)       Tumbuhan bidara laut (Strychnos ligustrina)
Klasifikasi
Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
Divisi                    : Magnoliophyta
Kelas                    : Magnoliopsida
Sub Kelas             : Asteridae
Ordo                    : Gentianales
Famili                  : Loganiaceae
Genus                  : Strychnos
Spesies                : Strychnos ligustrina

Ciri-ciri Tanaman:
·         pohon yang kecil berkayu keras dan kuat dengan warna kuning pucat,
·         tidak berbau serta mempunyai rasa yang sangat pahit dan kelat.
·         Tumbuhan ini masih terbatas pada daerah-daerah tertentu saja diantaranya Jawa Timur, Roti, Water dan Maluku Tenggara.
·         Bentuk daun tumbuhan ini bulat seperti telur bergaris-garis
·         memiliki tangkai daun yang relatif pendek
·         memiliki tulang daun yang tidak berselang-seling, tulang daun muncul berawal dari pangkal daun dan mengarah ke ujung daun.
·         Bidara laut termasuk tumbuhan terna yang tumbuh mengarah/menjalar ke atas batang, dengan mempunyai beberapa batang yang kecil secara membenkok, memiliki banyak cabang ranting pada batangnya.   
4)      Peranan
a)      Tembesu (Fagraea fragrans)
          Kayu ini sangat tahan lama dan tahan terhadap serangan rayap. Dengan demikian akan dipergunakan untuk konstruksi berat seperti rel kereta api, jembatan, kapal dan dermaga serta untuk perabotan lantai, panel,. Menurut Burkill, metafora Melayu untuk hati yang keras membandingkannya dengan Tembusu. Di Singapura, papan memotong kayu besar yang digunakan oleh pedagang untuk memotong ayam dan daging sering dibuat dari kayu Tembusu.
b)      Bidara laut
          Bidara laut memiliki Kandungan Kimia Biji dan kayu mengandung beberapa bahan kimia seperti alkaloid, tanin, galat, steroid (triterpoid). Alkaloid yang dikandung tumbuhan ini adalah striknina dan brusina yang termasuk golongan obat keras. Penggunaan bidara laut sebagai antipiretik ada benarnya, karena ekstrak kering kayu bidara laut mempunyai toksiksitas yang sedang. Alkaloid total bidara laut ternyata mempunyai daya antimikroba terhadap Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus, tumbuhan S. ligustrina memiliki aktivitas farmakologi diuretik dan anti infeksi.

b.      Family Apocynaceae
1)    Ciri umum
Famili Apocynaceae memiliki ciri umum berhabitus pohon, semak dan terna, dengan getah seperti susu. Daun berhadapan atau bersilang berhadapan (decussata), kadang-kadang tersebar atau berkarang. Daun tunggal tanpa stipula. Bunganya biseksual, aktinomorf (kadang-kadang sedikit zygomorf), tunggal atau majemuk tipe tandan sampai simosa, mempunyai daun pelindung. Kelopak bunga. Mahkota bunga gamopetalus, pada waktu kuncup terputar (contortus), biasanya bentuk lonceng. Benang sari sebanyak petal, epipetalus lepas, antera dua ruang, introrsum. Putik satu dan tersusun dari dua bakal buah yang unicarpellate yang menjadi satu. Tangkai putik satu.

2)      Klasifikasi
Familia ini terdiri dari sekitar 1000 spesies yang tergolong dalam kurang lebih 175 genus yang tersebar di daerah tropika. Contoh-contoh genus: Nerium, Plumeria, Thevetia, Allamanda, Ervatabis, Vinca (Cacharantus).

3)    Contoh spesies
a)      Kamboja (Plumeria acuminata Ait)
Klasifikasi
Kingdom       : Plantae
Divisi                        : Magnoliophyta
Kelas             : Magnoliopsida
Sub Kelas      : Asteridae
Ordo             : Gentianales
Famili            : Apocynaceae
Genus            : Plumeria
Spesies          : Plumeria acuminata Ait
Ciri – ciri Tanaman 
·         Kamboja termasuk pohon kecil, dan, termasuk Mesofanerofit (tumbuhan di udara).
·         Tanaman kamboja mempunyai pohon dengan tinggi batang 1,5 sampai 6 m, bengkok dan mengandung getah.
·         Tumbuhan asal Amerika ini biasanya ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, taman.
·         Tumbuh di daerah dataran rendah 1 sampai 700 m di atas permukaan laut.
·         Rantingnya besar, daun berkelompok rapat pada ujung ranting, bertangkai daun panjang, daun memanjang berbentuk lanset (lanccolatus), panjang daun 20-40 cm, lebar 6-12,5 cm.
·         Ujung daun meruncing (acuminatus), pangkal daun menyempit , tepi daun rata (integer), tulang daun menyiri, permukaan daun kasap (scaber), warna daun hijau muda sampai hijau tua tidak berbulu. 
·         Termasuk bangun daun tidak lengkap. Bunga dalam malai rata berkumpul di ujung ranting, kelopak kecil ,sisi dalam tanpa kelenjar, mahkota berbentuk corong, sisi dalam berembut, sisi luar kemerahan atau putih, sisi dalam agak kuning , putih, atau merah, berbau harum.
·         Tangkai putik pendek, tumpul, lebar, bakal buah satu atau dua, saling berjauhan, berbentuk tabung gepeng memanjang, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm. 
·         Batang ( caulis ) : Batang kamboja berkayu dengan warna putih kekuning-kuningan dibungkus kulit yang tebal.
·         System akar : Tunggang atau dikotil. Kamboja mempunyai rumus daun 3/8. 
b)      Allamanda cathartica (Alamanda)
Klasifikasi
Kingdom          : Plantae
Subkingdom    : Tracheobionta
Super Divis      : Spermatophyta
Divisi                : Magnoliophyta
Kelas                : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Asteridae
Ordo                 : Gentianales
Famili               : Apocynacea
Genus              : Allamanda
Spesies            : A. cathartica L

Ciri – ciri Tanaman
·         Tanaman alamanda termasuk dalam golongan perdu berkayu dengan tinggi yang dapat mencapai 2 meter.
·         Tanaman ini bersifat evergreen (hijau sepanjang tahun). Batangnya yang sudah tua akan berwarna cokelat karena pembentukan kayu, sementara tunas mudanya berwarna hijau
·         Daunnya memiliki bentuk yang melancip di ujung dengan permukaan yang kasar dengan panjang 6 hingga 16 cm.
·         Daun alamanda pada umumnya berkumpul sebanyak tiga atau empat helai.
·         Bunga alamanda berwarna kuning dan berbentuk seperti terompet dengan ukuran diameter 5-7.5 cm. Tanaman ini memiliki bunga yangharum
c)      Nerium oleander (Nerium)
Kingdom        : Plantae
Subkingdom  :Tracheobionta  
SuperDivisi    :Spermatophyta     
Divisi             : Magnoliophyta
Kelas             : Magnoliopsida
Sub Kelas     : Asteridae
Ordo             : Gentianales
Famili           : Apocynaceae
Genus         : Nerium
Spesies       : Nerium oleander 
Ciri – ciri Tanaman
·         Tumbuhan ini adalah bentuk hidup berupa perdu
·         Daun tunggal yang keras dengan lebar kurang lebih 2 cm dan letakknya dalam lingkaran (pusaran tiga).
·         Tidak memiliki stipula
·         Bunga keluar dalam perbungaan rasemosa.
·         Bunga berkembang dalam seikat ujung cebang masing-masing memgelilingi satu mahkota pusat. sepal bersatu membentuk tabung, sepal sewaktu kuncup terputar, dan letak petal imbrikatus.
·         Jumlah stamen sama dengan jumlah petal, dan letaknya berselangan dengan petal.
·         Ovarium superus.
·         Buah berbentu folikel yang memecah (dehisen) saat matang untuk mengeluarkan biji

4)   Peranan
a)      Tanaman kamboja
          Kamboja mengandung senyawa agoniadin, plumierid, asam plumerat, lupeol, dan asam serotinat, plumierid merupakan suatu zat pahit beracun. Kandungan kimia getah tanaman ini adalah damar dan asam plumeria C10H10O5 (oxymethyl dioxykaneelzuur) sedangkan kulitnya mengandung zat pahit beracun. Akar dan daun kamboja mengandung senyawa saponin, flavonoid, dan polifenol, selain itu daunnya juga mengandung alkaloid. Tumbuhan ini mengandung fulvo plumierin, yang memperlihatkan daya mencegah pertumbuhan bakteri. Selain itu juga mengandung minyak   atsiri antara lain geraniol, farsenol, sitronelol, fenetil alkohol dan linalool. Kulit batang kamboja mengandung flavonoid ,alkaloid, polifenol.
          Pohon kamboja telah digunakan sebagai obat sejak zaman dulu, terutama di daerah kepulauan Pasifik, Asia Timur, dan Polinesia. Khasiat bunga kamboja secara medis belum dibuktikan, tetapisecara empirik sudah banyak digunakan sebagai bahan obat. Seluruh bagian tanaman kamboja, seperti kulit batang, batang, daun, akar, dan bunganyamemiliki khasiat obat. Kulit batangnya digunakan sebagai laksatif. Getah, daun, kulit batang, danakar, serta seluruh bagian tumbuhan untuk mencegah pingsan akibat udara panas (heat stroke),disentri basilar, gangguan pencernaan (dyspepsia), gangguan penyerapan makanan pada anak,malnutrisi, radang hati (hepatitis infectiosa), radang saluran napas (bronchitis), jantung berdebarkeras, TBC, cacingan, sembelit, kencing nanah (gonorrhea), beri-beri, busung air, kapalan (klavus),telapak kaki pecah dan bengkak, sakit gigi berlubang, luka, bisul (furunculus), patek (frambusia),serta benjolan keras (tumor).Bahan kimia yang terkandung pada kamboja di antaranya dammar, senyawa karet, senyawatriterpenoid, amyrin, dan lupeol. Selain itu juga, bunga kamboja mengandung geraniol, sitronellol,linallol, farnesol, dan fenil alkohol. (Agus, 1993)
b)      Bunga Nerium Oleander
          Kandungan bunga Narium oleander diantaranya Triterpen, Glikosida jantung, Oleanderol, Asam kanerat, Kanerin. Yang dapat berManfaat dan  memiliki Khasiat Bunga Nerium Oleander Untuk Kesehatan pada Daun Oleander dapat digunakan sebagai obat jantung dalam dosis kecil, diuretika, antiskabies, mengobai herpes, antibakteri, antijamur, ekspektoran.
c)      Bunga Alamanda
          Bunga Alamanda ini dapat ditemukan di daerah sekitar sungai atau tempat terbuka yang terkena banyak sinar matahari dengan hujan yang cukup dan kelembaban yang tinggi sepanjang tahun. Suhu -1 derajat celsius dapat mematikan tanaman ini, karena bunga alamanda ini memiliki karakteristik yang sangat sensitif terhadap suhu dingin.
          Selain memiliki bentuk dan warna yang cantik, Bunga Alamanda ini memiliki banyak manfaat. Bagian tanaman yang digunakan adalah akar, daun dan bunga untuk pengobatan.Daun Alamanda memiliki kandungan  alkaloida (senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tumbuhan), Kulit batang dan buahnya mengandung saponin, Kulit batangnya mengandung tannin, Buahnya mengandung flavonoida (senyawa kimia aktif yang dijadikan sebagai obat penyakit hati) dan polifenol (zat kimia yang memiliki sifat antioksidan).
          Manfaat lainnya yaitu getah bunga alamanda yang berwarna putih memiliki sifat anti bakteri dan juga antibiotik sehingga dapat dijadikan sebagai obat penyakit kanker dan pencegah kuman atau bakteri. Bunga ini juga dapat digunakan untuk mencegah komplikasi dari malaria dan pembengkakan limpa, serta dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kuning.Daunnya digunakan untuk penawar racun dan dipakai sebagai ramuan herbal untuk penyakit bisul atau abses, eksim, dan kurap. Rasa daun bunga alamanda ini pedas, pahit, berkhasiat laksatif (pencahar) dan penyebab muntah (emetik).selain itu Tumbuhan obat ini juga beracun, hati-hati kelebihan dosis pada pemakaian dalam (minum) dan perlu mendapat pengawasan dokter, dan Wanita hamil dilarang untuk memanfaatkannya.

c.       Family Asclepiadaceae
1)      Ciri umum
Tumbuhan yang tergolong herba atau tumbuhan berkayu, bergetah, dan seringkali membelit. Letak daun berhadapan, kadang-kadang berkarang, tunggal, seringkali sukulen, dan tangpa daun penumpu. Bunga beraturan, berkelamin 2, dan berbilang 5. kelopak berbagi dalam. Mahkota bunga berdaun lekat, taju dalam kuncup, kadang-kadang dengan mahkota tambahan. Benang sari seringkali dengan tambahan pada pangkal sisi punggung. Tangkai sari pendek. Kepala sari besar, masing-masing dengan kepala putik berlekatan. Bakal buah 2, lepas, menumpang hanya dihubungkan oleh kepala putik. Tidak ada tonjolan dasar bunga. Buahnya termasuk buah bumbung sepasang dengan banyak biji yang berumbai.



2)        Contoh spesies
a)      Widuri (Calotropis gigantean Dryand)
Klasifikasi
Kingdom     : Plantae
Divisi           : Spermatophyta
Sub divisi     : Angiospermae
Kelas            : Dicotyledoneae
Ordo                        :Apocynales(Contortae)
Famili           : Asclepiadaceae
Genus          : Calotropis
Spesies         : Calotropis gigantean Dryand
Ciri-ciri Tanaman
·         Bunga biduri merupakan tumbuhan semak tegak dengan tinggi antara 0,5-3 meter.
·         Bunga biduri memiliki batang bulat, kukuh, kulit pucat. Daun bung biduri bertangkai sangat pendek, helaian dan memanjang atau bulat telur terbalik dengan pangkal berbentuk jantung dan ujung tumpul, sisi  atas daun mulanya berambut lebat yang berwarna putih kemudian gundul, panjang  8-30 cm, lebar 4-15 cm.
·         Struktur bunga widuri majemuk dalam anak payung, tangkai bunga tebal dengan panjang 3-5 cm mahkota bunga berbentuk roda, berwarna lila, kandang-kandang putih dengan tabung yang hijau pucat, berbentuk cawan yang dangkal.
·         Buah bumbung, berdiri sendiri atau berpasangan, bulat telur memanjang dengan ujung melengkung seperti kait.  Biji coklat,  berambut  pendek dan lebat.
b)      Hoya parasitica wall
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Gentianales
Famili : Asclepiadaceae
 Genus : Hoya
Spesies:Hoya parasitica wall
Ciri-ciri Tanaman
·         Bunga pangkal corona berwarna ungu
·         daun-daun mahkota (petal) melipat ke dalam pada saat bunga masih kuncup dengan bentuk segilima, membuka keluar dan menghadap ke bawah ketika bunga sudah mekar.
·         Daun; bentuk daun bulat telur hingga bangun lanset (lanceolatus), ujung ada yang meruncing dan runcing, pangkal ada yang runcing dan tumpul. Buah; bumbung, panjang rata-rata 13,1 cm (11,3-15,3 cm), diameter rata-rata 1,6 cm (1,3-2,3 cm)
·         biji menjarum, dilengkapi alat untuk membantu penyebaran, berupa bulu-bulu halus.

3)      Peranan
a)      Widuri
      Widuri mengandung senyawa aktif yang bersifat racun dan senyawa-senyawa yang bisa dimanfaatkan sebagai obat yaitu saponin, sapongenin, kalotropin, kalotoksin, flavonoid, polifenol, alban, tannin, uskarin, kalaktin, gigantin, kalsium oksalat dan harsa. Karena kandungan zat kimia tersebut maka widuri bisa dimanfaatkan sebagai Toga, terutama bagi masyarakat yang hidup di daerah pesisir pantai. Beberapa penyakit yang dapat di obati dengan widuri antara lain : batuk, penyakit exim, kudis, sifilis, kencing nanah, bisul, peluruh kencing, campak sesak nafas dan sakit perut. Karena adanya kandungan saponin dan sapogenin maka wanita yang sedang hamil tida dianjurkan menggunakan widuri sebagai obat karena bisa membahayakan kandungan. Perlu diwaspadai bahwa jika widuri ini dilukai akan menghasilkan getah yang berwarna putih seperti susu, dimana getah ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata. (Rustaman, 2007)

2.      Ordo Solanales
                Pada ordo ini terdiri atas terna jarang berupa tanaman berkayu, daun tunggal jarang majemuk, duduknya tersebar atau berhadapan, tanpa daun penumpu. Bunga banci, aktinomorf atau lebih sering zigomorf dengan kelopak dan mahkota yang berlekatan, kebanyakan berbilangan 5. Benang sari dalam 1 lingkaran, berhadapan dengan daun-daun kelopak, dalam bunga yang zigomorf jumlah benang sari berkurang karena ada reduksi. Bakal buah sebagian besar beruang 2, kadang-kadang beruang 1, tiap ruang dengan 2 tembuni, menumpang jarang setengah tenggelam. Tiap ruang berisi 1 samapai banyak bakal biji, masing-masing dengan 1 integumen

a.      Family Solanaceae
1)      Ciri umum
Familia Solanaceae merupakan familia yang habitusnya berupa terna, semak atau perdu, kadang-kadang berupa pohon, daun berlekuk berbagi sampai majemuk, duduknya tersebar, karena pergeseran letak pada buku-buku kadang-kadang hampir berpasangan, tanpa daun penumpu, bunga banci, aktinomorf atau zigomorf, kebanyakan berbilangan 5, kelopak terdiri atas daun-daun kelopak yang berlekatan, demikian pula mahkotanya yang berbentuk bintang, terompet atau corong, benang sari 5, dalam bunga yang zigomorf 1 diantaranya mandul, semunya tertanam pada mahkota, bakal buah menumpang, beruang 2 dengan sekat yang miring terhadap bidang median, kadang-kadang beruang lebih banyak, tiap ruang berisi banyak bakal biji, tangkai putik 1, buahnya buah buni atau buah kendaga, biji dengan endosperm lembaga bengkok atau melingkar seperti cincin.

2)      Klasifikasi
Famili ini terbagi dalam kurang lebih 80 marga dan seluruhnya mencakup sekitar 1700 jenis, yang tersebar di daerah-daerah iklim panas sampai daerah-daerah iklim sedang. Contoh-contoh : Solanum tuberosum (kentang), S.lyppopersicum (tomat), S.melongena (terong), S.nigrum (leunca), S.torvum (takokak), S.mammosum (terong susu).

3)      Contoh spesies
Leunca (Solanum nigrum L.)
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Asteridae
Ordo                : Solanales
Famili               : Solanaceae
Genus              : Solanum
Spesies             : Solanum nigrum L.

4)      Peranan
Leunca mempunyai Khasiat atau manfaat dari buah yang mungil dan berwarna hijau tersebut diantaranya bisa mengobati berbagai macam pnyakit kulit seperti herves, borok dsb. Selain itu buah leunca juga bisa menjadi obat kanker yang alami dan mujarab karena buah tersebut mengandung senyawa solasonine, solasodine, solamargine, dan solanine. Senyawa itu bisa menghambat pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali.Solasodine mempunyai efek menghilangkan sakit (analgetik), penurunan panas, antiradang, dan antishok.Solamargine dan solasonine mempunyai efekk antibakteri, sedangkan solanine sebagai antimitosis.Senyawa-senyawa itu bisa mengatasi gangguan kanker, yakni kanker payudara, leher rahim, lambung dan saluran pernapasan.Nulai gizi yang terkandung pada daun muda leunca diantaranya adalah alori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak (0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1 mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40 mg). (Sudarso, 2005)

b.      Family Convolvulaceae
1)      Ciri umum
Familia Convolvulaceae merupakan familia yang habitusnya berupa herba, terna, semak, perdu dan pohon (akuatik batang berongga), hidup di darat yang lembab, batang berair dan berongga, daun bentuk tombak. Daun  tunggal atau majemuk tanpa stipula dengan letak tersebar, perbungaan tunggal atau majemuk, simetri bunga actinomorf, biseksual, tetra atau pentamer, sepal lepas, persisten, petal bersatu, umumnya membentuk lonceng, stamen sebanyak petal, pistil 1, stigma 1-2, ruang sebanyak karpel, 2 ovul tiap ruang, ovarium superum. Bunga berbentuk terompet, benang sari ada 6 buah, 3 panjang dan 3 pendek. Bunga berwarna putih, batang tegak sewaktu muda, akar serabut. Jarak daun lebih dekat dibandingkan dengan kangkung air dan ubi rambat.

2)      Klasifikasi
Convolvulaceae, dikenal umum  sebagai bindweed atau keluarga pagi kemuliaan, adalah kelompok dari sekitar 60 genera dan lebih dari 1.650 spesies tanaman merambat kebanyakan herba, tetapi juga pohon-pohon, semak dan herbal.
Keluarga Convolvulaceae dapat diklasifikasikan dalam Ericybeae suku, Cressea, Convolvuleae, merremioids, Ipomoeae, Argyreiae, Poraneae, Dichondreae dan Cuscuteae (kadang-kadang diklasifikasikan sebagai keluarga terpisah Cuscutaceae).

3)      Contoh spesies
Kangkung (Ipomoea sp.)
Devisi              : Magnoliophyta
Kelas                : Magnoliopsida
Subkelas          : Asteriidae
Ordo                : Solanales
Familia             : Convolculaceae
Genus              : Ipomoea
Species             : Ipomoea sp.

4)      Peranan
Daun dan zat tepung, akar berbonggol beberapa spesies digunakan sebagai bahan makanan (misalnya ubi jalar dan kangkung), dan benih dimanfaatkan untuk nilai obat mereka sebagai pencahar. Beberapa spesies mengandung alkaloid ergoline yang mungkin bertanggung jawab atas penggunaan spesies ini sebagai bahan campuran obat psikedelik (misalnya ololiuhqui). (Anonim, 2014)

c.       Family Cuscutaceae
1)      Ciri-ciri umum
      Bunga-bunga kecil dan memiliki 4 atau 5 lobus , sepal , dan benang sari . Cuscutaceae adalah parasit tanaman lain dan tidak memiliki daun sejati , akar , atau zat klorofil. Batangnya yang berbentuk bulat halus menyerupai benang, lemas, bercabang, panjang bisa mencapai 300 meter dengan diameter kurang dari 0,5 mm. Tanaman ini berwarna kuning ke oranyean batang menempel dan melilit kepada inang, tanaman yang tumbuhnya merambat dan membelit pada bagian atas dari tanaman lainserta mendapatkan nutrisi dari berbagai tanaman inang. Cucutaceae biasanya berbentuk seperti senar yang kusut.

2)      Klasifikasi
      Cuscutaceaemerupakan tanaman yang tergolong dalam kelompok haloparasit dan parasit obligat yang tidak mensintesis klorofil sendiri. Cuscutaceae atau taliputri kuning keorannyean memiliki kandungan klorofil lebih sedikit.




3)      Contoh spesies
Division     : Magnoliophyta
Class          : Magnoliopsida
Ordo          : Solanales
Family       : Cuscutaceae
Genus        : Cuscuta
Spesies      : Cuscuta sp
Sumber http://www.fireflyforest.com/flowers/873/cuscuta-sp-dodder/
4)      Peranan
Tali putri memiliki efek farmakologis menurunkan panas, anti radang, peluruh kencing, membersihkan darah, menghentikan pendarahan. Sedangkan kandungan kimianya antara lain cassyfiline, cassythidine, laurotetanine, dan galactitol. Dalam pengobatan digunakan seluruh bagian tumbuhan ini dengan cara dipotong-potong kecil kemudian dicuci dan dikeringkan dengan menjemurnya secara tidak langsung.Tidak semua tali putri dapat digunakan untuk pengobatan, karena tanaman yang di atas pohon beracun, tidak boleh digunakan dalam pengobatan. Tanaman ini akan menyebabkan kematian kalau digunakan tidak sesuai aturan atau melebihi dosis.
3.      Ordo Lamiales
      Lamiales umumnya berupa terna, jarang berupa tumbuhan berkayu, dengan batang yang jelas berbentuk segi empat (pada penampang lintangnya). Dengan daun tunggal, jarang yang majemuk, dudukkannya berhadapan atau berkarang. Ordo Lamiales terdiri dari beberapa Famili, diantaranya :
a.      FamilyVerbenacae
1)      Ciri umum
Familia Verbenaceae merupakan familia yang habitusnya berupa herba dan perdu dengan daun tunggal tanpa stipula serta letak daunnya berhadapan , perbungaan majemuk dengan simetri bunga aktinomorfdan kadang-kadang Zygomorf, kelamin tumbuhan biseksual, mahkota berbentuk seperti bintang atau pentamer, sepal bersatu persisten , petal bersatu ( tubus,limbus dan faux ), berbibir 2, stamen 2-4, epipetal, pada Tectona 5 ( 4 dydinamus dan 1 staminodium ), pistil 1, letak ovarium superum, stylus 1, karpel 2-4 , plasenta aksilaris. Familia yang mewakili pada praktikum ini yaitu tanaman Cleredendron thomsonae dan Duranta erecta.

2)      Klasifikasi
Keluarga Verbenaceae baru dibatasi secara sempit mencakup sekitar 35 genus dan 1.200 spesies. genus mangrove Avicennia, kadang-kadang ditempatkan dalam Verbenaceae atau dalam keluarga sendiri, Avicenniaceae, telah lebih percaya diri telah ditempatkan di Acanthaceae.

3)      Contoh spesies
a)      Kembang Bugang (Clerodendrum calamitosum)
Kingdom            : Plantae
Divisi                  : Magnoliophyta
Kelas                  : Magnoliopsida
Sub Kelas           : Asteridae
Ordo                   : Lamiales
Famili                 : Verbenaceae
Genus                 : Clerodendrum
Spesies               : Clerodendrum calamitosum L.
b)      Jati (Tectona grandis)
Kingdom            : Plantae
Divisi                  : Magnoliophyta
Kelas                  : Magnoliopsida
Sub Kelas           : Asteridae
Ordo                   : Lamiales
Famili                 : Lamiaceae
Genus                 : Tectona
Spesies               : Tectona grandis

4)      Peranan
a)      Kembang Bugang
         Tanaman ini dapat ditemukan di sekitar kampung, di kebun, tepi hutan dan jalan, kadang ditanam di pekarangan sekitar rumah sebagai tanaman hias atau tanaman obat. Pemanfaatan : bagian yang dipakai : Daun, akar. Kegunaan Daun: disentri, demam, Wasir, kencing tidak lancar, kencing nanah. kencing batu jenis calsium oksalat dan triple-phosphate, sifilis (lues). Akar: Digigit ular. Buah: Disentri.
b)      Jati
          Kayu jati mengandung semacam minyak dan endapan di dalam sel-sel kayunya, sehingga dapat awet digunakan di tempat terbuka meski tanpa divernis; apalagi bila dipakai di bawah naungan atap. Jati sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal laut, termasuk kapal-kapal VOC yang melayari samudera di abad ke-17. Juga dalam konstruksi berat seperti jembatan dan bantalan rel. Di dalam rumah, selain dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture kayu jati digunakan pula dalam struktur bangunan. Rumah-rumah tradisional Jawa, seperti rumah joglo Jawa Tengah, menggunakan kayu jati di hampir semua bagiannya: tiang-tiang, rangka atap, hingga ke dinding-dinding berukir. Dalam industri kayu sekarang, jati diolah menjadi venir (veneer) untuk melapisi wajah kayu lapis mahal; serta dijadikan keping-keping parket (parquet) penutup lantai. Selain itu juga diekspor ke mancanegara dalam bentuk furniture luar-rumah. Ranting-ranting jati yang tak lagi dapat dimanfaatkan untuk mebel, dimanfaatkan sebagai kayu bakar kelas satu. Kayu jati menghasilkan panas yang tinggi, sehingga dulu digunakan sebagai bahan bakar lokomotif uap.

b.      Family Lamiaceae (Labiatae)
1)      Ciri umum
Familia Lamiaceae merupakan familia yang habitusnya berupa herba, perdu atau pohon dengan daun tunggal tanpa stipula , duduk daun berhadapan, perbungaan majemuk dengan simetri bunga zygomorf, bilabiatus, sepal bersatu persisten, berbibir 2, petal simpetal berbibir 2 (Salvia bibir atas 2 dan bawah 3, Orthosiphon bibir atas 4 dan bawah 1), stamen 2-4, dydinamus, stylus 1, stigma 2 dan letak ovarium superum, buah tunggal.  Digunakan oleh manusia sebagai tanaman herbal dan berguna untuk rasa, aroma, atau obat. Spesies dari Lamiaceae terutama merupakan herba atau semak-semak dalam berbagai ukuran, jarang berupa pohon. Siklus hidup dari anggota Lamiaceae mungkin tahunan atau abadi.Batang biasanya persegi, terutama ketika muda, tegak atau berbaring di tanah.
Daun berhadapan atau melingkar, decussatus dan kelenjar-bertitik. Daun tanpa daun penumpu. Sering daun sangat aromatic karena minyak ethereal yang terletak di kelenjar rambut.

2)      Klasifikasi
Lamiaceae, juga disebut Labiatae, keluarga mint dari tanaman berbunga,dengan 236 genus dan lebih dari 7.000 spesies. Digunakan oleh manusia sebagaitanaman herbal dan berguna untuk rasa, aroma, atau obat.Spesies dari Lamiaceaeterutama merupakan herba atau semak-semak dalam berbagai ukuran, jarang berupa pohon.Contoh; kayu jati, kemangi.

3)      Contoh spesies
a)      Kemangi (Ocimum sanctum)
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Magnoliopsida
Sub Kelas   : Asteridae
Ordo           : Lamiales
Famili         : Lamiaceae
Genus         : Ocimum
Spesies       : Ocimum sanctum
b)      Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus Benth.)
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Magnoliopsida
Sub Kelas   : Asteridae
Ordo           : Lamiales
Famili         : Lamiaceae
Genus         : Orthosiphon
Spesies       :Orthosiphon stamineus Benth.

4)      Peranan
a)      Kemangi
        Daun Kemangi yang harum sering digunakan untuk masakan, antara lain; campuran pepes, karedok atau lalapan mentah. Selain  itu kemangi mengandung banyak senyawa yang berkhasiat bagi tubuh. Senyawa arginine didalamnya  terbukti mampu memperpanjang masa hidup sperma, mencegah kemandulan dan menurunkan kadar gula darah. Kemangi juga mengandung zat yang mampu merangsang produksi hormon androgen dan estrogen.
Manfaat kemangi masih sangat banyak, orientin dan vicenin di dalam kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh.Sedangkan cineole, myrcene dan eugenol berfungsi sebagai antibiotik alami dan antiperadangan. Kemangi juga kaya akan betakaroten dan magnesium, mineral penting yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan jantung.
Kemangi adalah salah satu tumbuhan sayuran yang mempunyai aroma yang khas.Apalagi kalau kita campur daunnya dipadukan sebagai pengharum dan penyedap sambal terasi.
Kandungan dan manfaat daun kemangi mempunyai daya penenang dan mengeluarkan gas-gas dari tubuh.Daunnya juga sering dipakai untuk bumbu hidangan daging ataupun ikan.Kemangi juga mengandung zat minyak atsiri, protein, kalsium, fosfor, besi, belerang, dan lain-lain.
b)      Kumis Kucing
        Daun Kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai menanggulangi berbagai penyakit, Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok, masuk angin dan sembelit. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu pengobatan radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, albuminuria, dan penyakit syphilis., reumatik dan menurunkan kadar glukosa darah. Selain bersifat diuretik, kumis kucing juga digunakan sebagai antibakteri

c.       Famili Boraginaceae
1)      Ciri Umum
            Family Boraginaceae merupakan family yang habitusnya herba dan berbulu dan dapat semusim atau tanaman keras. Beberapa tanaman merambat atau pohon, dan beberapa adalah parasit obligat (tidak dapat berfotosintesis sehingga membutuhkan host). Boraginaceae awalnya dimasukkan ke Lamiales karena bersama dengan Lamiaceae (permen) dan Verbenaceae (vervains) ovarium dengan empat partisi sangat terpecah, gaya melekat pada dasar ovarium, dan buah-buahan yang pecah menjadi empat nutlets. Kesamaan ini tampaknya telah berevolusi secara independen, namun, dan borages berbeda dalam memiliki daun alternatif, bulat batang, metabolit sekunder yang berbeda (tidak ada alkaloid iridoid), bunga biasa, jumlah yang sama benang sari dan kelopak, dan cluster bunga yang sering melingkar seperti ekor kalajengking.


2)      Klasifikasi
            Boraginaceae merupakan keluarga tanaman berbunga, dengan 148 genera dan lebih dari 2.700 spesies. Keluarga mencakup sejumlah tanaman hias taman, seperti Heliotropium (heliotrope), Mertensia virginica (Virginia bluebell), Phacelia (kalajengking gulma), Pulmonaria (lungwort), dan Myosotis (forget-me-tidak). Banyak spesies yang beracun, tetapi beberapa spesies telah digunakan untuk obat, seperti Borago officinalis (borage), Symphytum officinale (comfrey), dan Lithospermum (puccoon, atau stoneseed). Di daerah tropis genus Cordia, dengan lebih dari 200 spesies, sangat beragam dan termasuk beberapa jenis kayu penting.

3)      Contoh Spesies
Klasifikasi       : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Lamiales
Famili              : Boraginaceae
Genus              : Borago
Spesies            : Borago officinalis

4)      Peranan
      Tumbuhan Borago memiliki kandungan minyak yang banyak digunakan untuk suplement, daunnya juga bisa digunakan untuk mengurangi masalah pernafasan dan bunganya untuk mengobati demam dan batuk.

4.      Ordo Scophulariales
                Ordo Scophulariales merupakan tumbuhan yang mempunyai habitus terna, semak-semak, adakalanya pohon. Batang silindris atau segi empat. Daun sparsa, oposita atau berkarang, tunggal atau berbagi, tanpa stipula, seringkali berambut. Buah kendaga atau buah buni. Biji mempunyai endosperm. Bunga majemuk tandan atau bunga majemuk campuran.

a.      Family Acanthaceae
1)      Ciri umum
Acanthaceae ini adalah sebagian besar tumbuh-tumbuh atau semak yang terdiri dari sekitar 340 marga dan 2.500 spesies, termasuk bentuk-bentuk melilit. Familia Acanthaceae merupakan familia yang habitusnya berupa herba, perdu,pohon dan liana dengan daun tunggal tanpa stipula serta letak daun berhadapan, perbungaan majemuk atau tunggal , kelamin tumbuhan biseksual , simetri bunga aktinomorf, mahkota tetra atau pentamer, sepal bersatu, petal sympetal, bilabiatus, stamen 4, dydinamus, 2 epipetal, sering terdapat staminodium, pistil 1, stylus 1, stigma 1-2, letak ovarium superum dan buah tunggal.

2)      Klasifikasi
Familia ini terdiri dari sekitar 1000 spesies yang tergolong dalam kurang lebih 175 genus yang tersebar di daerah tropika. Contoh-contoh genus : Nerium, Plumeria, Thevetia, Allamanda, Ervatabis, Vinca (Cacharantus).

3)      Contoh spesies
Graptophylum pictumDaun Ungu (Graptophylum pictum Griff)
Kingdom          : Plantae
Divisi                : Magnoliophyta
Kelas                 : Magnoliopsida
Sub Kelas         : Asteridae
Ordo                 : Scrophulariales
Famili                : Acanthaceae
Genus               : Graptophylum
Spesies              : Graptophylum pictum Griff.

4)      Peranan
a)      Handeuleum/daun ungu
         Kandungan dan manfaat Handeuleum/daun ungu adalah lendir yang bermanfaat untuk melunakkan kotoran sehingga bisa untuk mencegah terjadinya sembelit.Selain itu juga mengandung zat tanin, alkaloid, sitosterol glikosida.Handeuleum (daun ungu) ini juga bersifat mendinginkan.
         Untuk mengobati Reumatik (encok), ambil segenggam daun handeuleum dan di cuci.Kemudian ditumbuk dan oleskan pada bagian tubuh yang kena encok. (Gembong, 2004)

b.      Famili Oleaceae
1)      Ciri Umum
            Pertumbunhan tanaman merambat berupa perdu, batangnya lemah.Daunnya sempit dan kecil, majemuk bersirip ganjil, bertekstur halus dan berwarna hijau terang. Bunganya kecil memanjang dengan warna merah tua atau merah gambir pada waktu kuncup dan menjadi putih sesudah mekar. Batangnya berkayu dengan tinggi kurang dari 5 meter. Batangnya sedikit berbuluh halus dan jarang. Memiliki akar tunggang yang dapat menopang tanaman yang dapat tumbuhan hingga ketinggian 5 m. Melati putih merupakan tumbuhan dengan daun majemuk menyirip (pinnatus), artinya daun majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan dan kiri ibu tangkai daun tersusun seperti sirip padaikan. Kedudukan daun batang (filotaksis) berjenis apposite dengan setiap buku terdapat dua lembar daun yang berhadapan. Daunnya hanya memiliki tangkai dan helaian saja, berbentuk ovate, pangkal daun berbentuk setengah lingkaran sedangkan pada ujung daun sedikit meruncing, seperti daun-daun yang biasa digambarkan. Pinggir daun tidak rata dan sedikit bergelombang. Permukaan daun agak berkerut seperti daun jambu biji dengan pertulangan daun menyirip mengikuti bangun daun yang oval. Jadi terkesan pertulangan daunnya agak melengkung.

2)      Klasifikasi
      Suku melati-melatian atau Oleaceae adalah suku tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari 24 marga dan sekitar 600 spesies tanaman. Contoh-contoh genus: Abeliophyllum, Chionanthus, Comoranthus, Dimetra,  Fontanesia, Forestieria Forsythia, Fraxinus, Haenianthus, Hesperelaea, Jasminum, Ligustrum, Menodora, Myxopyrum, Nestegis, Noronhia, Notelaea, Nyctanthes, Olea, Osmanthus, Phillyrea, Picconia,  Priogymnanthus, Schrebera dan Syringa.

3)      Contoh Spesies
Klasifikasi Bunga Melati
Kingdom          : Plantae
Subkingdom    : Tracheobionta
Super Divisi     : Spermatophyta
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Asteridae
Ordo                : Scrophulariales
Famili              :
Oleaceae
Genus              :
Jasminum
Spesies             : Jasminum sambac

4)      Peranan
a)      Melati
Bunga melati dapat dijadikan sebagai obat tak lepas dari kandungan senyawa yang ada di dalamnya. Kandungan kimia yang ada tersebut antara lain indol, benzyl, dan livalylacetaat. Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah daun, akar dan bunganya.
Bunga melati dapat mengobati berbagai penyakit diantaranya yaitu: Sesak Nafas, Demam dan Sakit Kepala, Disengat Lebah atau Serangga Lain, Sakit Mata, Menghentikan ASI Berlebihan, Meringankan Stress, Menurunkan Kemungkinan Kanker, Mengurangi Kolesterol, Mengurangi Berat Badan, Mengurangi Kemungkinan Pilek dan Flu, Anti Bakteri, Menagatur Sirkulasi dan Mengatur Produksi Insulin.

5.      Ordo Campanurales
a.      Famili Campanurales
1)      Ciri umum
Ordo Campanulales merupakan tanaman yang mempunyai habitus berupa Herba annual atau bienual, daunnya berbentuk sessile dan berambut, bunga terminal, rasemosa dan tangkai pendek serta buahnya berupa kapsula yang memiliki kandungan lobelin untuk antiepilepsi.
Tinggi tanaman 50 cm, Batangnya bulat, Berkayu dan berwarna hijau, Daun berwarna hijau dan bergerigi, daun tunggal, Lebar daun 2-3 cm, Panjang 5-15 cm, Bunga berbentuk lonceng dengan mahkota menyerupai bintang bertajuk lima dan berwarna putih, Buah berbentuk lonceng dan berwarna hijau, Akar tanaman merupakan akar tunggang.
2)      Klasifikasi
Family campanulaceae yang merupakan jenis tanaman semak belukar atau tanaman berukuran kecil. Tanaman ini terdiri dari 60 – 70 genus dan sekitar 2000 spesies.
3)      Contoh Spesies
Klasifikasi Kitolod
Kingdom               : Plantae
Subkingdom          :Tracheobionta
Super Divisi          : Spermatophyta
Divisi                     : Magnoliophyta
Kelas                     : Magnoliopsida
Sub Kelas              : Asteridae
Ordo                      : Campanulales
Famili                    : Campanulaceae
Genus                    : Isotoma
Spesies                  : Isotomalongiflora
Ciri – ciri tanaman kitolod
Dalam sejarah konon kitolod berasal dari benua Amerika yaitu, Amerika Serikat dan Amerika Selatan.Kitolod termasuk dalam family campanulaceae yang merupakan semak belukar atau tanaman berukuran kecil.Tanaman ini terdiri dari 60 – 70 genus dan sekitar 2000 spesies.Tinggi tanaman 50 cm, Batangnya bulat, Berkayu dan berwarna hijau, Daunber warna hijau fan bergerigi, Merupakan daun tunggal, Lebar daun 2-3 cm, Panjang 5-15 cm, Bunga berbentuk lonceng dengan mahkota menyerupai bintang bertajuk lima dan berwarna putih, Buah berbentuk lonceng danberwarna hijau, Akar tanaman merupakan akar tunggang.

6.      Ordo Rubiales
Pada ordo Rubiales ini berupa terna atau tumbuhan berkayu dengan daun tunggal atau majemuk yang duduk berhadapan, dengan atau tanpa daun penumpu. Bunga banci, aktinomorf atau zigomorf, berbilangan 4 sampai 5, biasanya membentuk bunga majemuk yang simos. Daun mahkota berlekatan, pada bunga yang aktinomorf  benang sari sama banyaknya dengan daun mahkota, pada bunga yang zigomorf jumlah benang sari lebih sedikit, duduknya berseling dengan daun-daun mahkota. Bakal buah tenggelam, beruang 1 sampai 5, tiap ruang berisi 1 sampai banyak bakal biji, masing-masing dengan 1 integumen. Biji kebanyakan mempunyai endosperm.
a.      Family Rubiaceae
1)      Ciri umum
Familia Rubiaceae memiliki ciri umum herba, semak, pohon, daun tunggal tersebar atau bersilang berhadapan, berdaun penumpu dalam ketiak atau antar tangkai. Stipula interpetiolaris atau intrapetiolaris. Bunga majemuk tipe simosa, sering berbentuk seperti bongkol. Bunga biseksual, aktinomorf, epigen, tetramer atau pentamer. Korola berbentuk tabung, berbentuk trompet. Stamen 4-5, epipetalus. Bakal buah inferum , beruang-ruang, jarang 1- banyak, tiap ruang dengan 1-banyak bakal biji, tangkai putik 1, buah bermacam-macam, jarang hanya beruang 1, biji kebanyakan mempunyai endosperm, lembaga lurus atau bengkok. (Rustaman, 2007)

2)      Klasifikasi
Famili ini mempunyai tidak kurang 500 spesies, terbagi kurang lebih 400 genus, tersebar diseluruh dunia. Contoh-contoh genus : Coffea, Rubia, Cinchona, Gardenia, Mussaenda, Morinda, Ixora.

3)      Contoh spesies
Kingdom                  : Plantae
Divisi                       : Magnoliophyta
Kelas                        : Magnoliopsida
Sub Kelas                 : Asterida
Ordo                                    : Rubiales
Famili                       : Rubiaceae
Genus                       : Ixora
Spesies                     : Ixora coccinea L.

4)      Peranan
         Di kalangan masyarakat, tanaman soka sering dijadikan sebagai tanaman hias. Para penghobi tanaman hias sering menempatkannya di taman-taman sebagai tanaman outdoor karena memang hakekatnya soka hidup di tempat terbuka, walaupun bisa juga difungsikan sebagai tanaman hias dalam ruangan (indoor)

7.      Ordo Dipsacales
          Dipsacales adalah salah satu bangsa tumbuhan berbunga yang termasuk dalam klad euasterids II, asterids, core eudicots, eudicots (Sistem klasifikasi APG II). Bangsa ini juga diakui sebagai takson dalam sistem klasifikasi Cronquist dan tercakup dalam anak kelas Asteridae, kelas Magnoliopsida. Suku/familia anggota Sistem APG II: Adoxaceae, Caprifoliaceae, Diervillaceae, Dipsacaceae, Linnaeaceae, Morinaceae, Valerianaceae.
a.      Famili Caprifoliaceae

1)      Ciri umum
      Tumbuhan basah, berkayu atau liana , Daun majemuk, stipula kecil nyaris tidak ada, tepi daun bergerigi, letak  berhadapan  Bunga dalam karangan cymosa atau racemosa monochasium. Zygomorphus, bisexualis. Calyx dan corolla 5. Stamen 5 (4) epipetalus. Ovarium inferum dengan 3-5carpellum, ruang 2-5(1), dengan 1-banyak ovulum, stylus 1 Buah bacca atau drupa. Biji dengan endosperm.
2)      Klasifikasi
        Caprifoliaceae  kecil dan pohon-pohon (Caprifoliaceae), tanaman merambat . 

3)      Contoh spesies
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
 Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Asteridae       
Ordo: Dipsacales
Famili:
Caprifoliaceae
Genus:
Lonicera
Spesies: Lonicera  japonica Thunb.

4)      Peranan
        Karena mengandung lonicerin, saponin dan inositol, tanaman ini memiliki efek antibakteri dan anti-virus. Saat ini banyak digunakan sebagai obat sistitis (radang kandung kemih), radang sendi, infeksi mata dan tenggorokan, hepatitis menular, serta influenza. Tanaman ini juga dapat melindungi hati dan menurunkan kolesterol. Orang Kanton suka merebus tanaman ini untuk memandikan bayi yang sedang menderita campak atau meminumkannya untuk mengobati gondok.

b.      Famili Valerianaceae
1)      Ciri umum
            Tumbuhan basah atau berkayu Daun tunggal atau majemuk pinnatifidus, tanpa stipula. Letak  berhadapan atau dalam rosette Buang dalam karangan dichasium, asimetris, bisexualis atau unisexualis, pentamer. Calyx kecil, kemudia besar 2-4. Corolla 3-5, stamen 1-4 epipetalus. Ovarium inferum dengan 3 carpellum (hanya 1 yang fertil), dengan 1 ovulum yang pendulus, ruang 3 tapi hanya 1 yang tumbuh baik Buah nux. Biji tidak memiliki endosperm.

2)      Klasifikasi
            Valerianaceae adalah genus tanaman berbunga dalam keluarga Caprifoliaceae, anggota yang mungkin oleh umumnya dikenal sebagai valerians. Ini mencakup sejumlah spesies, yang paling dikenal adalah valerian taman Valeriana officinalis [rujukan?]. Beberapa spesies asli ke Eropa, yang lain ke Amerika Utara dan Amerika Selatan (terutama di Andes)
3)      Contoh spesies
      Valeriana olitoria (selada)
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyhta
 Kelas: Magnoliopsida
 Sub Kelas: Asteridae
 Ordo: Dipsacales
 Famili: Valerianaceae
Genus: Valeriana
Spesies: Valeriana javanica

4) Peranan
      Selada mempunyai kandungan mineral, termasuk iodium, fosfor, besi, tembaga, kobalt, seng, kalsium, mangan, dan potasium, sehingga selada mempunyai khasiat terbaik dalam menjaga keseimbangan tubuh. Kulit luar yang hijau adalah yang paling baik. Dimasak perlahan-lahan selama 15 menit merupakan obat penderita insomnia

8. Ordo Asterales

            Pada ordo ini kebanyakan berupa terna, jarang berupa tumbuhan berkayu, sering mempunyai saluran-saluran getah atau kelenjar-kelenjar minyak. Daun tunggal, duduk berhadapan atau tersebar, kebanyakan tanpa daun penumpu. Bunga dalam rangkaian yang bersifat rasemos, dengan kecenderungan untuk pembentukan bunga cawan atau bonggol, sebagian besar berbilangan lima, yang seringkali berlekatan satu dengan yang lain. Bakal buah hampir semuanya tenggelam beruang 1-5, tiap ruang dengan banyak atau satu bakal bij, masing-masing dengan satu integumaen. Biji dengan endosperm seluler.

a.      Family Asteraceae
1)      Ciri umum
Familia Asteraceae merupakan familia yang paling maju diantara familia sebelumnya adapun kriterian familia ini anatar lain habitusnya berupa herba, semak jarang berupa pohon, kadang-kadang dengan getah seperti susu, daun berseling atau berhadapan, kadang-kadang berbagi sangat dalam hingga menyerupai daun majemuk. Bunga merupakan bunga cawan atau bongkol, kelamin tumbuhan biseksual atau uniseksual. Simetri aktinomorf atau zigomorf, berjumlah banyak atau sedikit dan tersusun pada involukrum (kapitulum ), kaliks mereduksi atau berubah bentuk menjadi pappus, korolla berbentuk tabung , Tangkai sari bebas, Kepala sari berlekatan, berseling dengan taju-taju mahkota, Bakal buah tenggelam, beruang I dengan satu bakal biji, Tangkai putik 1, kepala putik 2. Buahnya buah kurung atau buah batu.

2)      Klasifikasi
Famili ini mempunyai spesies yang banyak, sekitar 14.000 spesies dengan kurang lebih 1000 genus, tersebar ke seluruh dunia. Contoh-contoh genus : Helianthus, Aster, Porophyllus, Ageratus, Tagetes,Vernonia, Emilia.

3)      Contoh spesies
Bunga Krisan (Chrysanthemum x grandiflorum)
Kingdom               : Plantae
Divisi                     : Magnoliophyta
 Kelas                    : Magnoliopsida
Sub Kelas              : Asteridae
Ordo                      : Asterales
Famili                    : Asteraceae
Genus                    : Chrysanthemum
Spesies                  : Chrysanthemum x grandiflorum

4)      Peranan
sebagai Bunga pot dan Bunga potong yang biasanya digunakan untuk hiasan pernikahan.
Kandungan Kimia Daun dan bunga krisan mengandung saponin, di samping itu daunnya mengandung alkaloida dan tanin, sedang bunganya juga mengandung minyak atsiri. Selain itu, Bunga krisan berkhasiat sebagai obat sakit bengkak pada mata dan untuk obat luka.  Untuk obat bengkak mata dipakai + 10 gram bunga krisan, dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih lalu dinginkan sampai hangat-hangat kuku.Air hasil rebusan digunakan untuk merendam atau mengkompres mata yang sakit. (Sudarso, 2005)



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Subkelas Asteriidae merupakan subkelas yang termaju diantara subkelas yang telah dibahas sebelumnya pada Devisi Magnoliophyta. hal ini disebabkan oleh beberapa kriteria yang dimiliki oleh familia-familia yang ada pada subkelas ini telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, berdasarkan skala filogeni (seriasi) telah membuktikan bahwa familia Asteraceae merupakan familia yang termaju dari familia-familia yang lain dan familia Apocynaceae yang primitif pada subkelas ini.
Asteriidae merupakan subkelas yang termaju dibandingkan subkelas yang lain. Asteriidae mempunyai pollinator tertentu dan juga mempunyai polen yang khas. Tampaknya bahwa munculnya Asteriidae berhubungan dengan evolusi insekta yang mampu mengenali pola bunga yang kompleks. Nenek moyang Asteriidae mungkin adalah ordo Rosales sebab cirri korola Sympetal, stamen isomer dan letaknya bergantian dengan petal, jumlah pistilumyang banyak dengan jumlah biji yang banyak untuk tiap ruangnya, semua ciri itu dimiliki oleh ordo Rosales.
Famili yang paling primitif dalam subkelas Asteriidae adalah dari Famili Apocynaceae dan yang termaju adalah famili Asteraceae.











DAFTAR PUSTAKA

Pudjoarinto, Agus dkk. 1993. BOTANI. Jakarta: Universitas terbuka,Depdikbud
Rustaman. 2007. Botani Phanerogamae UPI. Bandung: UPI Press.
Sudarso, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: Universitas Negeri Malang.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2004. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Tjitrosoepomo,G.2000,Morfologi Tumbuhan,cetakan ke 12,Gadjah Mada UniversityPress,Yogyakarta.
Anonim. 2014.  Convolvulaceae. https://abisjatuhbangunlagi.wordpress.com. Di akses pada hari Minggu tanggal 15 Maret 2015 pukul 20.43 WIB.
Anonim.2014.Khasiat-bunga-alamanda-untuk-kesehatan. http://obattradisionalpenyakitamandel. blogspot. com. Diakses pada hari minggu tanggal 15 maret 2015 pukul 14:30 wib.
Anonim. 2014. Manfaat bunga melati.http://www.1000macammanfaat.com. diakses pada tanggal 12 april 2015 pukul 21:09 wib
Anonim. 2014. Manfaat bunga melati dan buah untuk kesehatan.  http://manfaatbuahdaun.blogspot.com/2014/01/manfaat-bunga-melati-untuk-kesehatan.html. diakses pada tanggal 15 maret 2015 pukul 20:15 wib
Uly. 2011. famili apocynaceae. http://ulysitompul.blogspot.com. Diakses pada hari jumat tanggal 12 maret 2015 pukul 21:15 wib.
Anonim. 2014. Tanaman biduri gandarusa.  http://ditjenbun.pertanian.go.id. Diakses pada tanggal 17 april 2015 Pukul 22:16 wib
Darma, Budi. 2013. Spesies jenis tanaman hias.http://www.budidarma.com. diakses pada tanggal 16 maret 2015 pukul 21: 17 wib.
Deden, Hamdan. Makala Asteridae.http://hamdanideden.blogspot.com. diakses pada tanggal 15 april 2015 pukul 21:20 wib.
JURNAL SIMBIOSIS II (1): 112- 121 ISSN: 2337-7224 Jurusan Biologi FMIPA Universitas Udayana Maret 2014Sahairani. 2014. Makala Asteridae. http://suhairani19.blogspot.com. Diakses pada tanggal 16 april 2015 pukul 22:15 wib.
Rohmatulloh,Adam.2011.DevisioSpermatophyta..http://adamrochmatulloh.blogspot.com. diakses pda tanggal 16 april 2015 pukul 19:19 wib.
Viskameretta. 2012. Subkelas Sympetalae. http://viskamaretta.blogspot.com. Diakses pada tanggal 17 April 2015 pukul 19:15 wib

Tidak ada komentar:

Posting Komentar