Rabu, 30 November 2016

PRAKTIKUM KIMDAS PERUBAHAN ZAT



LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR 1
PERUBAHAN ZAT
Dosen Pengampu: Dr Kartini,M.Pd




Nama  : Mustikah
Nim     : 1413163094
Kelas   :IPA BIO-A
      Kelompok : 2


PUSAT LABORATORIUM IPA BIOLOGI
FAKULTAS TARBIAH JURUSAN IPA BIOLOGI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2015


PERUBAHAN ZAT

I.            Tujuan
1.      Mengidentifikasi Perubahan Zat pada Gula
2.      Mengidentifikasi sifat fisik suatu bahan
3.      Dapat mengamati dengan benar perubahan fisika yang ditunjukkan oleh perubahan wujud tanpa terjadi perubahan komposisi atau identitas zat dan dapat diukur.
4.      Dapat mengamati perubahan kimia yang ditunjukkan oleh perubahan komposisi (perubahan warna, terbentuknya endapan, terbentuknya gas, dan perubahan suhu)

II.            Dasar Teori
 Perubahan Materi adalah setiap objek atau bahan yg membutuhkan ruang yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang di sebut massa Massa hanyalah salah satu dari banyak sifat atau kekhasan materi yang dapat di kenal dan di bedakan dari lainya. Sifat-sifat materi dapat di golongkan menjadi dua kategori: fisis dan kimiawi( H.Petrusi,Ralph..1992.1)
Mengidentifikasi Perubahan FisikaPerubahan fisika adalah perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru, Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain : menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, mengkristal merupakan perubahan fisik, Terdapat beberapa ciri- ciri pada perubahan fisika, yaitu:
1.      tidak terbentuk zat jenis baru
2.      zat yang berubah dapat kembali ke bentuk semula
3.      hanya diikuti perubahan sifat fisika saja.
Perubahan fisika yang lainnya adalah perubahan bentuk, perubahan ukuran, dan perubahan warna. Sifat dan perubahan Materi. Materi adalah material fisik yang menyusun alam, yang bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Menempati ruang berarti benda dapat ditempatkan dalam suatu ruang atau wadah tertentu sedangkan massa benda dapat diukur baik dengan perkiraan atau dengan alat tertentu seperti neraca. Dua zat tidak dapat menempati ruang yang sama dalam waktu bersamaan. Setiap zat / materi terdiri dari partikel-partikel / molekul-molekul yang menyusun zat tersebut. Materi dapat berbentuk gas, cair, dan padat. Contoh: udara, kapur, meja.
Materi berada dalam bentuk yang berbeda-beda,mengklasifikasi bahan menjadi suatu zat(subtance) dan Campuran(mixture).Zat-zat yang ada  yang tidak dapat dibuat menjadi zat yang lebh sederhana baik dalam perubahan kimie maupun perubahan fisika. Zat-zat ini disebut dengan unsur-unsur kimia, Unsur-unsur kimia terdiri dari bahan-bahan umum seperti Besi, Tembaga,Perak,dan Emas. Senyawa-senyawa kimia tergolong dari kedua zat,senyawa kimia terbentuk oleh kombinasi dari dua atau lebih unsur.Senyawa kimia akan tetap mempertahankan identifitasnya selama perubahan fisis.
Komposisi dan sifat suatu unsur atau senyawa selalu sama dalam keseluruhan,unsur bisa dikatakan murni dan senyawa bisa dikatakan zat. Beberapa campuran zat juga mempunyai omposisidan sifat yang sama. Tapi berbeda dengan campuran homogan atau larutan ,Campuran homogen dapat dipisahkan menjadi dua komponendengan menggunakan perbedaan sifat fisis.(H. Petrucci,Ralph.1996.2,3)
Selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi.Seperti halnya perubahan fisika, perubahan kimia juga dapat kita amati di alam dan lingkungan sekitar kita. Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia adalah adanya perubahan warna, perubahan bau, pembentukan gas, timbulnya cahaya, pembentukan endapan baru,  dan perubahan pH.(anonim.2015)

III.            Alat dan Bahan
ALAT       :                                                           BAHAN:
1.      gelas kimia                                                      1. Larutan gula jenuh
2.      kasa                                                                 2. Asam sulfat pekat
3.      spatula                                                             3. Air
4.      batang pengaduk

IV.            Langkah Kerja
1.      Disiapkan 2 buah gelas kimia diberi label 1 dan 2
2.      Dimasukan 50 ml gula jenuh kedalam gelas kimia 2 dengan gelas kimia yang berbeda
3.      Ditambahkan 40ml air kedalam gelas kimia 1, diaduk secara merata dan dibiarkan bebrapa saat
4.      Ditambahkan  40 ml asam sulfat pekat kedalam gelas kimia 2, diaduk dan dibiarkan beberapa saat
5.      Diamati perubahan kedua gelas kimia tersebut

V.            Hasil pengamatan
Sebelum
Sesudah
Gelas 1(air dan gula)
Gelas 2 ( air gula dan asam cuka)
Gelas 1(air dan gula)
Gelas 2 ( air gula dan asam cuka)
Tidak berubah warna
Setelah ditambahkan asam sulfat warna berubah menjadi coklat muda.
Gula tidak larut
Semakin lama diaduk semakin berwarna coklat tua
Suhu menjadi panas
Warna bening
Warna bening
Gula tidak larut sepenuhnya










VI.            Pembahasan
Berdasarkanhasilpercobaanpadapraktikuminitentang “perubahanzat” dimana dilakukan pengamatan pada larutan gula jenuh yang akan direaksikan dengan asam sulfat dimana menghasilkan reaksi perubahan zat. Dari larutan jenuh menjadi larutan yang tak jenuh . ditandai dengan perubahan warna. Asam sulfat itu sendiri merupakan pereaksi dari gula itu sendiri.
Secaraumum, materidapatdibagimenjaditigajenis, yaituunsur, senyawa, dancampuran.Unsurmerupakanjenismateri yang paling sederhanadengansifatfisikadankimia yang unik.Suatuunsurhanyamemilikisatujenis atom penyusun.Campuranmerupakangabunganduaataulebihzattanpaperbandingatertentu.Campuranada yang berupacampuranhomogendancampuranheterogen.Baikunsur, senyawadancampuranmemilikisifat-sifatdanmasing-masingdapatdiklasifikasikanberdasarkansifat-sifatnya.
Gula mampu larut dengan air dimana mampu mengubah suatu zat , dilkihat dari sifat fisik dan kimianya.
Asam sulfat itu sendiri mengakibatkan perubahan warna menjadi coklat muda dimana gula tidak larut dan ketika semakin lama diaduk warna timbul mengakibatkan menjadi semakin tua. Pada gelas yang berbeda dengan tanpa asam sulfat tidak mengalami perubahan dengan warna yang tidak berubah juga yaitu bening.

VII.            Kesimpulan.
Berdasarkan pengamatan dan pembahasan yang dilakukan dalam prkatikum perubahan zat ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Yang termasuk sifat-sifat fisika antara lain wujud, warna, titik leleh, titik didih, dan kelarutan. Sifat-sifat kimia materi didasarkan pada kemampuannya dalam melakukan perubahan atau reaksi kimia..
2.      Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia adalah adanya perubahan warna, perubahan bau, pembentukan gas, timbulnya cahaya, pembentukan endapan baru,  dan perubahan pH.
3.      Gula mampu larut dengan air dimana mampu mengubah suatu zat , dilkihat dari sifat fisik dan kimianya.
4.      Asam sulfat itu sendiri mengakibatkan perubahan warna menjadi coklat muda dimana gula tidak larut dan ketika semakin lama diaduk warna timbul mengakibatkan menjadi semakin tua. Pada gelas yang berbeda dengan tanpa asam sulfat tidak mengalami perubahan dengan warna yang tidak berubah juga yaitu bening.




            DAFTAR PUSTAKA
Petrucci-Suminar,Ralph.1999. Kimia Dasar 1.Erlangga. Jakarta
Tohari, sandri.2006.Kimia.Bogor :Yudistira.
Purba, Michael. 2002. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga
Anonim. 2013. Perubahan materi. http://regnoe.wordpress.com/ipa-1/perubahan-fisika-kimia/perubahan-materi-fisika-kimia/ diakses pada hari tanggal 10 juli 2015 pukul 20.33 wib
Hamdu, G. 2011. Perubahan Materi. http://dismasbobby.blogspot.com .idiakses pada tanggL 11 juli 2015  Pukul 19.49 wib

Tidak ada komentar:

Posting Komentar