LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA DASAR 1
PERUBAHAN ZAT
Dosen Pengampu: Dr Kartini,M.Pd
Nama : Mustikah
Nim :
1413163094
Kelas :IPA BIO-A
Kelompok : 2
PUSAT LABORATORIUM IPA BIOLOGI
FAKULTAS
TARBIAH JURUSAN IPA BIOLOGI
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH
NURJATI CIREBON
2015
PERUBAHAN ZAT
I.
Tujuan
1. Mengidentifikasi Perubahan Zat pada Gula
2. Mengidentifikasi sifat fisik suatu bahan
3.
Dapat mengamati dengan benar perubahan fisika yang ditunjukkan
oleh perubahan wujud tanpa terjadi perubahan komposisi atau identitas zat
dan dapat diukur.
4.
Dapat mengamati perubahan kimia yang ditunjukkan oleh perubahan komposisi
(perubahan warna, terbentuknya endapan, terbentuknya gas, dan
perubahan suhu)
II.
Dasar
Teori
Perubahan Materi adalah setiap objek atau
bahan yg membutuhkan ruang yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang di sebut
massa Massa hanyalah salah satu dari banyak sifat atau kekhasan materi yang
dapat di kenal dan di bedakan dari lainya. Sifat-sifat materi dapat di
golongkan menjadi dua kategori: fisis dan kimiawi( H.Petrusi,Ralph..1992.1)
Mengidentifikasi
Perubahan FisikaPerubahan fisika adalah perubahan pada zat yang tidak
menghasilkan zat jenis baru, Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain :
menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, mengkristal merupakan
perubahan fisik, Terdapat beberapa ciri- ciri pada perubahan fisika, yaitu:
1. tidak terbentuk zat jenis baru
2. zat yang berubah dapat kembali ke bentuk semula
3. hanya diikuti perubahan sifat fisika saja.
Perubahan
fisika yang lainnya adalah perubahan bentuk, perubahan ukuran, dan perubahan
warna. Sifat dan perubahan Materi. Materi adalah material
fisik yang menyusun alam, yang bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang
mempunyai massa dan menempati ruang. Menempati ruang berarti benda dapat
ditempatkan dalam suatu ruang atau wadah tertentu sedangkan massa benda dapat
diukur baik dengan perkiraan atau dengan alat tertentu seperti neraca. Dua zat
tidak dapat menempati ruang yang sama dalam waktu bersamaan. Setiap zat /
materi terdiri dari partikel-partikel / molekul-molekul yang menyusun zat
tersebut. Materi dapat berbentuk gas, cair, dan padat. Contoh: udara, kapur,
meja.
Materi
berada dalam bentuk yang berbeda-beda,mengklasifikasi bahan menjadi suatu
zat(subtance) dan Campuran(mixture).Zat-zat yang ada yang tidak dapat dibuat menjadi zat yang lebh
sederhana baik dalam perubahan kimie maupun perubahan fisika. Zat-zat ini
disebut dengan unsur-unsur kimia, Unsur-unsur kimia terdiri dari bahan-bahan umum
seperti Besi, Tembaga,Perak,dan Emas. Senyawa-senyawa kimia tergolong dari
kedua zat,senyawa kimia terbentuk oleh kombinasi dari dua atau lebih
unsur.Senyawa kimia akan tetap mempertahankan identifitasnya selama perubahan
fisis.
Komposisi
dan sifat suatu unsur atau senyawa selalu sama dalam keseluruhan,unsur bisa
dikatakan murni dan senyawa bisa dikatakan zat. Beberapa campuran zat juga
mempunyai omposisidan sifat yang sama. Tapi berbeda dengan campuran homogan
atau larutan ,Campuran homogen dapat dipisahkan menjadi dua komponendengan
menggunakan perbedaan sifat fisis.(H. Petrucci,Ralph.1996.2,3)
Selama
terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah
reaksi.Seperti halnya perubahan fisika, perubahan kimia juga dapat kita amati
di alam dan lingkungan sekitar kita. Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya
perubahan kimia adalah adanya perubahan warna, perubahan bau, pembentukan gas,
timbulnya cahaya, pembentukan endapan baru,
dan perubahan pH.(anonim.2015)
III.
Alat
dan Bahan
ALAT : BAHAN:
1. gelas kimia 1. Larutan gula
jenuh
2. kasa 2.
Asam sulfat pekat
3. spatula 3.
Air
4. batang pengaduk
IV.
Langkah
Kerja
1. Disiapkan 2 buah gelas kimia diberi
label 1 dan 2
2. Dimasukan 50 ml gula jenuh kedalam gelas
kimia 2 dengan gelas kimia yang berbeda
3. Ditambahkan 40ml air kedalam gelas kimia
1, diaduk secara merata dan dibiarkan bebrapa saat
4. Ditambahkan 40 ml asam sulfat pekat kedalam gelas kimia
2, diaduk dan dibiarkan beberapa saat
5. Diamati perubahan kedua gelas kimia
tersebut
V.
Hasil
pengamatan
|
Sebelum
|
Sesudah
|
||
|
Gelas
1(air dan gula)
|
Gelas 2 ( air gula dan asam cuka)
|
Gelas 1(air dan gula)
|
Gelas 2 ( air gula dan asam cuka)
|
|
Tidak berubah warna
|
Setelah ditambahkan asam sulfat warna berubah
menjadi coklat muda.
Gula tidak larut
Semakin lama diaduk semakin berwarna coklat tua
Suhu menjadi panas
|
Warna bening
|
Warna bening
Gula tidak larut sepenuhnya
|
VI.
Pembahasan
Berdasarkanhasilpercobaanpadapraktikuminitentang
“perubahanzat” dimana dilakukan pengamatan pada
larutan gula jenuh yang akan direaksikan dengan asam sulfat dimana menghasilkan
reaksi perubahan zat. Dari larutan jenuh menjadi larutan yang tak jenuh .
ditandai dengan perubahan warna. Asam sulfat itu sendiri merupakan pereaksi
dari gula itu sendiri.
Secaraumum, materidapatdibagimenjaditigajenis,
yaituunsur, senyawa, dancampuran.Unsurmerupakanjenismateri yang paling
sederhanadengansifatfisikadankimia yang unik.Suatuunsurhanyamemilikisatujenis
atom
penyusun.Campuranmerupakangabunganduaataulebihzattanpaperbandingatertentu.Campuranada
yang berupacampuranhomogendancampuranheterogen.Baikunsur,
senyawadancampuranmemilikisifat-sifatdanmasing-masingdapatdiklasifikasikanberdasarkansifat-sifatnya.
Gula mampu larut dengan air dimana
mampu mengubah suatu zat , dilkihat dari sifat fisik dan kimianya.
Asam sulfat itu sendiri
mengakibatkan perubahan warna menjadi coklat muda dimana gula tidak larut dan
ketika semakin lama diaduk warna timbul mengakibatkan menjadi semakin tua. Pada
gelas yang berbeda dengan tanpa asam sulfat tidak mengalami perubahan dengan
warna yang tidak berubah juga yaitu bening.
VII.
Kesimpulan.
Berdasarkan pengamatan dan pembahasan
yang dilakukan dalam prkatikum perubahan zat ini dapat disimpulkan sebagai
berikut:
1. Yang termasuk sifat-sifat fisika antara
lain wujud, warna, titik leleh, titik didih, dan kelarutan. Sifat-sifat kimia
materi didasarkan pada kemampuannya dalam melakukan perubahan atau reaksi
kimia..
2. Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia
adalah adanya perubahan warna, perubahan bau, pembentukan gas, timbulnya
cahaya, pembentukan endapan baru, dan
perubahan pH.
3. Gula
mampu larut dengan air dimana mampu mengubah suatu zat , dilkihat dari sifat
fisik dan kimianya.
4. Asam
sulfat itu sendiri mengakibatkan perubahan warna menjadi coklat muda dimana
gula tidak larut dan ketika semakin lama diaduk warna timbul mengakibatkan
menjadi semakin tua. Pada gelas yang berbeda dengan tanpa asam sulfat tidak
mengalami perubahan dengan warna yang tidak berubah juga yaitu bening.
DAFTAR PUSTAKA
Petrucci-Suminar,Ralph.1999. Kimia Dasar
1.Erlangga. Jakarta
Tohari, sandri.2006.Kimia.Bogor
:Yudistira.
Purba, Michael. 2002. Kimia untuk SMA
Kelas X. Jakarta: Erlangga
Anonim. 2013.
Perubahan materi. http://regnoe.wordpress.com/ipa-1/perubahan-fisika-kimia/perubahan-materi-fisika-kimia/
diakses pada hari tanggal 10 juli 2015 pukul 20.33 wib
Hamdu, G. 2011.
Perubahan Materi. http://dismasbobby.blogspot.com
.idiakses pada tanggL 11 juli 2015 Pukul 19.49 wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar