LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I
ASAM DAN BASA
Dosen Pengampu: DR Kartimi,M.Pd

Nama : Mustikah
Nim :
1413163094
Kelas :IPA BIO-A
Kelompok: 2
PUSAT
LABORATORIUM IPA BIOLOGI
FAKULTAS TARBIAH JURUSAN IPA BIOLOGI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
ASAM
DAN BASA
I.
TUJUAN
a. Untuk mengamati perubahan warna beberapa
indikator dalam asam dan basa
b. Untuk menentukan bahan mana yang
termasuk asam dan basa
II.
DASAR
TEORI
Arheniusmerumuskanbahwaasam
(acid)adalahzat yang dapatmenghasilkan H+didalam larutan.HclO4 dan Hno3,yang terionisai seluruhnya
didalam air masing-masingmenjadi H+
dan ClO-4,dan
H+ dan NO3-. Pada semua konsentrasi yang
dibawah 1 m disebut asam kuat(stong asid). Dalam konsentrasi yang berkisar
antara encer tak berhingga sampai 1M Zat demikian disebut asam lemah(weak
acid),Disisosasi asam lemah bersifat revelsibel dalam larutan air,dan dapat
dinyatakandengan sesuatu ketetapan keseimbangan
yang biasa diyandai dengan Ka.
Basa merupakan
zat yang dapat mengahasilkanOH- . contohnya NaOH ,suatu basa
kuat(strong base),terionisai seluruhnya dalam air menjadi Na+ dan OH-
,terhidriksida yang relatif tak larut seperti Ca(Oh)2.
Memeberikan larutan dalm batasan kelarutanya yang terionosasi seluruhnya. Basa
lemah (weak Base) seperti NH4OH yang dilarutkan didalam airhanya
menghasilkan sebagai Oh- , dan daoat dicirikan dengan tetapan
keseimbangan biasanya ditandai dengan Kb.(Rosenberg,L Jerome. 1992 :213)
Menurut konsep
Arrhenius tentang asam dan basa telah term,odifikasi dan diberi bentuk umum
oleh Bronsted-lowry yang memberikan peranan tertentu kepada pelarutnya.dalam
konsep Brinsted –lowry protonlah yang merupakan unsur penting dalam menentukan
asam dan basa.. Asam merupakan zat yang dapat memberikan proton kepada zat lain,dan
zat l;ain ini merupakan pelarut. Basa ialah zat yang merupakan zat yang pelarut
saja yang bisa menrima proton dari asam. .(Rosenberg,L Jerome. 1992 :213)
Asam dan basa
menurut teori Lewis menggambarkan lebih umum. Asam ialah struktur yang
mempunyaiAfinitas terhadap pasangan elektron yang diberikan oleh basa. Lalu
basa didefinisikan sebagai zat yang mempunyai pasangan elektron yang belum
dapat pemilikan bersama. (Rosenbreg,L Jerome.1992:214)
Asam secara umum merupakan senyawa kimia
yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan denga pH lebih kecil
dari 7. asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton(ion H+) kepada zat lain
(yang disebutbasa), atau dapat menerima pasangan electron bebas dari suatu
basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk
membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat
Secara umum, asam
memiliki sifat sebagai berikut:
1. Asam ketika dilarutkan dalam air.
2. Asam terasa menyengat bila disentuh, dan
dapat merusak kulit, teruma bila asamnya asam pekat.
3. Asam bereaksi hebat dengan kebanyakan
logam, yaitu korosif terhadap logam.
4. Asam, walaupun tidak selalu ionic
merupakan cairan elektrolit.
Basa adalah zat-zat yang dapat menetralkan asam. Secara kimia,
asam dan basa saling berlawanan. Basa yang larut dalam air disebut alkali. Jika
zat asam menghasilkan ion hidrogen (H+) yang bermuatan positif, maka dalam hal
ini basa mempunyai arti sebagai berikut. maka ketika suatu senyawa basa di
larutkan ke dalam air, maka akan terbentuk ion hidroksida (OH-) dan ion positif
menurut reaksi sebagai berikut. Ion hidroksida (OH-) terbentuk karena senyawa
hidroksida (OH) mengikat satu elektron saat dimasukkan ke dalam air.
Secara umum, asam
memiliki sifat sebagai berikut:
1. Kaustik
2. Rasanya pahit
3. Licin seperti sabun
4. Nilai pH lebih dari air suling
5. Mengubah warna lakmus merah menjadi biru
6. Dapat menghantarkan arus listrik
Kekuatan Asam dan Basa Pada dasarnya skala/tingkat keasaman
suatu larutan bergantung pada konsentrasi ion H+ dalam larutan. Makin besar
konsentrasi ion H+ makin asam larutan tersebut. Umumnya konsentrasi ion H+
sangat kecil, sehingga untuk menyederhanakan penulisan, seorang kimiawan dari
Denmark bernama Sorrensen mengusulkan konsep pH untuk menyatakan konsentrasi
ion H+. Nilai pH sama dengan negatif logaritma konsentrasi ion H+
III. ALAT DAN BAHAN
A. ALAT
1) Tabung reaksi
2) Rak tabung reaksi
3) Pembakar spirtus
4) Kawat kasa
5) Kaki tiga
6) Kertas indikator
B. BAHAN
1) Kol merah
2) Cuka
3) Jus lemon
4) Jeruk nipis
5) Soda kue
6) Air
IV. PROSEDUR KERJA
1. Alat dan bahan yang digunakan disiapkan
2. Dipotong kecil-kecil kol merah, lalu
dimasukan kedalam gelas kimia lalu ditambahkan 10 ml air didalamnya
3. Kemudian dipanaskan diatas api hingga
mendidih, lalu dituangkan 5 ml cairan kol merah kedalam 4 tabung reaksi yang
berbeda
4. Dimasuka 3 tetes cuka kedalam tabung
reaksi yang ke1
5. Dimaukan 3 tetes jus lemon kedalam
tabung yang ke2
6. Dimasukan 3 tetes soda kue kedalam
tabung reaksi ke3
7. Dimasukan 3 tetes jeruk nipis kedalam
tabung reaksi ke4
8. Lalu diamati perubahan warna
masing-masing tabung
V. HASIL PENGAMATAN
|
NO
|
Bahan
|
Warna awal
|
Warna akhir
|
|
1
|
Cuka
|
Putih keruh
|
Keunguan(asam)
|
|
2
|
Lemon
|
Kuning bening
|
Ungu pekat(basa)
|
|
3
|
Soda kue
|
Putih pekat
|
Hijau toska(basa)
|
|
4
|
Jeruk nipis
|
Putih
kekuningan
|
Merah fanta(basa)
|
VI. PEMBAHASAN
Dalam praktikum kali ini Pengamatan dilakukan pada bahan-bahan
alami untuk mengetahui derajat asam basa,pengamatan yang dilakukan yaitu untuk
mengetahui perubahan warna beberapa indikator dalam asam dan dalam basa dan
untuk menentukan bahan mana yang termasuk asam dan basa. Dalam pengamatan asam
dan basa melaui tiga pengamatan yaitu pengamatan pertama bahan-bahan tanpa
ditambah dengan apapun,pengamatan yang kedua bahan ditetesi dengan larutan
penolftalein dan pengamatan yang ke tiga bahan-bahan ditetesi dengan metil
merah diamati perubahan warnanya dan di tentukan pH nya.
Pengamatan yang pertama adalah pada larutan yang dicampurkan
dengan cuka dimana cuka ini bersifat asam tinggi mengakibatkan warna manjadi
putih keruh, saat dicampurkan dengan air
kol yang berwarna ungu yang menghasilkan perubahan warna menjadi merah
keunguan, menunjukan adanya indikasi asam. Ini sebanarnya berpengaruh pada
sifat cuka yang merupakan asam kuat.
Pengamatan yang selanjutnya yaitu pada dengan bahan alami yaitu
lemon, sifat lemon ini merupakan masa kuat. Yang mampu menimbulkan sifat korosi
pada bahan yang berbesi. Warna awalnya
kuning bening, lalu bereaksi menjadi ung pekat dimana menunjukan larutan
tersebut bersifat basa. Tetapi menurut teori bahwa lemon itu bersifat asam
kuat.
Pengamatan yang selanjutnya dengan bahan soda kue, yang
bersifat asam secara umum soda ini qpabila dirasakan dan diminum memilki rasa
yang aneh, dan menimbulkan reaksi berlebihan pada kondisi perut yang kosong.
Warna awalnya yaitu putih pekat , dan warna akhirnya menghasilkan warna hijau
toska.dimana dalam praktikum ini terbukti bahwa larutan bersifat basa.
Terakhir pada bahan yang aalami yaitu jeruk nipis warna awalnya yaitu putih kekuningan, setelah
dicampurkan dengan larutan kol ungu menjadi warna merah fanta hal ini
menunjukan larutan bersifat basa.
Dengan ditambahkan dengan larutan hasil tidak akurat, untuk
lebih akurat seharusnya menggunakan dengan kertas lakmus. Terlihat hasilnya
yang nyata.
Dimana adanya kol ungu merupaka indikator, Indikator adalahsuatusenyawa
yang dapatmemberikanwarnaberbedadalamsuasana yang berbedamisalnyalakmus yang
dalamsuasanaasamberwarnamerahsedangkandalamsuasanabasaberwarnabiru.Denganindikator,
kitadapatmenentukansuatularutanbersifatasam, basaataunetral.(Susilo, 2005).
VII. KESIMPULAN
Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Asam (acid)adalah zat yang dapat menghasilkan H+ didalam
larutan.HclO4 dan Hno3,yang
terionisai seluruhnya didalam air
masing-masingmenjadi H+ dan ClO-4,dan H+ dan
NO3-.
2. Basa merupakan zat yang dapat
mengahasilkanOH- . contohnya NaOH ,suatu basa kuat(strong
base),terionisai seluruhnya dalam air menjadi Na+ dan OH- ,terhidriksida
yang relatif tak larut seperti Ca(Oh)2.
3. Secara kimia, asam dan basa saling
berlawanan. Basa yang larut dalam air disebut alkali. Jika zat asam
menghasilkan ion hidrogen (H+) yang bermuatan positif.
4. Hasil
yang mennguanakan cukaberwarana merah keunguan dan bersifat asam, pada lemon
berwarna ungu pekat dan bersifat basa, pada soda kue berwarna hijau toska dan
bersifat basa, dan pada jeruk nipis berwarna merah Fanta bersifat basa.
DAFTAR PUSTAKA
Tohari, sandri.2006.Kimiadasar.Bogor :Yudistira.
Rosenberg.L.Jerome,1992.
Teori dan Soal-Soal Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga
Susilo, ending.
M.Si.2005. sains Kimia Prinsipdan
penerapannya.Solo :TigaSerangkaiPustakaMandiri.
Astuti. 2013. Laporan
praktikum kimia asam dan basa.http://astutieyuly.wordpress.com/2013/02/05/laporan-tentang-praktikum-kimia-asam-dan-basa/.
Diakses pada tanggal 09 juli 2015 pukul 19.20 wib
Aninom:http://rahmanzein.blogspot.com/2013/01/laporan-kimia-asam-basa.html
(Diaksespadatanggal 11 Juli 2015 pukul 11.30 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar