MAKALAH
ALAT
REPRODUKSI EKSTERNAL PADA WANITA
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Reproduksi
dan Embriologi
Dosen Pengampu Dr.
Dewi Cahyani, MM., MPd
![]() |
Disusun oleh :
Kelompok 3 BIOLOGI A/ V
1.
Fini Sajidah Afaf (1413163073)
2.
Ibnu ubaedilah (14131630)
3.
Mustikah (1413163094)
4.
Suci Lestari (1413162043)
5.
Yeni Yulianti (1413163123)
JURUSAN
TADRIS IPA-BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( I A I N
)SYEKH NURJATI
CIREBON
2015
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikumWr.Wb.
Puji
dan syukur Kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan
baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami akanmembahasmengenai
”Alat Reproduksi Eksternal Pada Wanita” Makalah ini telah dibuat dengan beberapa
bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan hambatan selama
mengerjakan makalah ini.Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah
ini.
Kami
menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini.Oleh karena
itu, kami berharap pembaca untuk memberikan saran sertakritik yang dapat membangun
kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harap kan untuk penyempurnaan
makalah selanjutnya.Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
kita semua.
Wassalamu’alaikumWr.Wb.
Cirebon, Oktober 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB 1 PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B.
Rumusan Masalah 1
C.
Tujuan 2
BAB II PEBAHASAN
A.
SISTEM REPRODUKSI PADA WANITA 3
B.
ORGAN REPRODUKSI EKSTERNAL PADA WANITA……………………………….4
1.
Vulva 4
2.
Mons veneris / Mons pubis 6
3.
Labiya
mayora 8
4.
Labiya
Minora 11
5.
Klitoris 13
6.
Vestibulum 16
7.
Selaput darah(Hymen) 18
8.
Perineum 20
C.
KELAINAN PADA ORGAN EKSTERNAL WANITA………………………….22
1.
Condyloma…………………………………………………………………………….22
2. Bartholinitis……………………………………………………………………..22
3. Herpes genitialis………………………………………………………………...23
4. Kandidiasis ……………………………………………………………………..24
5. Kanker Serviks………………………………………………………………….25
6. Servisitis ………………………………………………………………………..26
7. Pseudohermaphrodite ………………………………………………………….27
8. Vulvovaginatis …………………………………………………………………27
BAB III PENUTUP 30
A. Kesimpulan 30
DAFTAR PUSTAKA 31
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Semua
organisme mampu bereproduksi untuk melestrikan jenis-jenisnya supaya tidak
menjadi punah. Pada manusia, reproduksi terjadi secara seksual dengan
melibatkan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Sistem reproduksi sudah
ada dalam tubuh kita saat kita lahir. Namun baru akan berfungsi saat kita
mencapai usia remaja atau puber. Sistem reproduksi pada perempuan dan laki-laki
terlihat berbeeda, tetapi keduanya memiliki tugas yang sama keduanya
menghasilkan sel-sel khusus yang disebut sel kelamin. Jika sel kelamin
laki-laki dan perempuan bertemu, keduanya bersatu dan berkembang didalam tubuh
ibunya, bayi siap dilahirkan.
Pada manusia reproduksi hanya berlangsung secara seksual.
Sistem reproduksinya dibedakan menjadi organ reproduksi pria dan wanita. Begitu
pula dengan alatkelamin wanita dibedakan menjadi alat kelamin luar dan alat
kelamin dalam. Fertilisasi (pembuahan) diawali dengan pembentukan spermatozoa
didalam testis dan ovum di dalam ovarium. Pembentukan spermatozoa
disebutspermatogenesis dan pembentukan ovum disebut oogenesis. Sistem
reproduksi juga dapat mengalami gangguan akibat penyakit atau kelainan.
Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh kuman penyakit, faktor
genetik, atau hormone.
Reproduksi juga merupakan bagian dari proses tubuh yang
bertanggung jawab terhadap kelangsungan suatu generasi.Untuk kehidupan makhluk
hidup reproduksi tidak bersifat vital artinya tanpaadanya proses reproduksi
makhluk hidup tidak mati. Akan tetapi bila makhluk tidup tidak dapat
bereproduksi maka kelangsungan generasi makhluk hidup tersebut terancam dan
punah, karena tidak dapat dihasilkan keturunan (anak) yang merupakan sarana
untuk melanjutkan generasiOleh sebab itu, sangatlah penting bagi kita untuk
mengetahui apa dan bagaimana itu sex dalam system reproduksi kita.
B.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah
yang akaan di bahas adalah sebagi berikut
1. Apa yang dimaksud dengan alat atau
reproduksi wanita ?
2. Apasaja organ reproduksi eksternal pada
wanita ?
3. Apasaja kelainan yang terjadi pada organ
reproduksi eksternal pada wanita ?
4. Apa saja masalah-masalah yang terjadi
pada organ reproduksi eksternal wanita ?
C.
Tujuan
Adapun tujuan dari
makalah ini yaitu :
1. Untuk mengetahui maksud dari alat atau
organ reproduksi wanita
2. Untuk mengetahui organ reproduksi
eksternal pada wanita
3. Untuk mengetahui kelainan yang terjadi
pada organ reproduksi eksternal pada wanita
4. Untuk mengetahui masalah-masalah yang
terjadi pada organ reproduksi eksternal wanita
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sistem Reproduksi Wanita
Anatomi sistem reproduksi wanita dapat dibedakan atas
struktur dinding abdomen, organ genitalia eksterna, struktur dinding pelvis dan
organ genitalia interna. Organgenitalia eksterna meliputi vulva yang terdiri
dari mons pubis, labia mayor, labia minor, vestibulum vagina, klitoris, bulbus
vestibuli dan glandula vestibularis mayor .Organ
genitalia interna meliputi: ovarium, tuba, uterus dan vagina. Ovarium, tuba,
uterus terletak di dalam kavum pelvis. Keduanya memilki fungsi yang berbeda,
diantaranya yaitu: bagian Eksternal (sampai
vagina) berfungsi kopulasi, bagian Internalberfungsi sebagaiovulasi,
fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran.
![]() |
Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan atau dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin atau steroid dari poros hormonal thalamus – hipothalamus – hipofisis – adrenal – ovarium
Gambar 1.1
Reproduksi Wanita
B.
Organ Reproduksi Eksternal Pada wanita
Organ genitalia eksterna meliputi vulva yang terdiri dari
mons pubis, labia mayor, labia minor, vestibulum vagina, klitoris, bulbus
vestibuli dan glandula vestibularis mayor
![]() |
Gambar 1.2 Organ Eksternal wanita
1.
Vulva
a) Pengertian vulva
Vulva
adalah organ genital eksternal wanita., Vulva memiliki struktur dan
bagian-bagiananyalTampak dari luar (mulai dari mons
pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia
minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum,
kelenjar-kelenjar pada dinding vagina pengembangannya
terjadi selama beberapa tahap, terutama periode janin sampai pubertas.
![]() |
Sebagai portal luar rahim manusia , Vulva memiliki fungsi seksual, Vulva merupakan celah paling luar dari alat kelamin wanita. Pada bagian dalam vulva terdapat saluran urine dan saluran reproduksi. Pada daerah dekat ujung saluran kelamin terdapat hymen/selaput darah. Hymen mengandung banyak pembuluh darah.
Gambar 1.3 Vulva
Alat
kelamin wanita secara umum Vagina sedangkan vulva adalah seluruh alat kelamin
luar. Vagina sendiri merupakan saluran yang
elastis, panjangnya sekitar 8 – 10 cm, dan berakhir pada rahim. Vagina dilalui
oleh darah pada saat menstruasi dan merupakan jalan lahir. Karena terbentuk
dari otot, vagina bisa melebar dan menyempit.
Kemampuan ini sangat hebat, terbukti pada saat melahirkan, vagina bisa melebar
seukuran bayi yang melewatinya. Pada bagian ujung yeng terbuka, vagina ditutupi
oleh sebuah selaput tipis, yang dikenal dengan istilah selaput dara. bentuknya
bisa berbeda-beda antara tiap wanita. Selaput ini akan robek pada saat
bersenggama, kecelakaan, masturbasi/onani yang terlalu dalam, olahraga dan
sebagainya. Saat
dilahirkan, seorang anak wanita telah memiliki alat reproduksi yang lengkap
tetapi belum berfungsi sepenuhnya. Organ reproduksi akan berfungsi sepenuhnya
saat seorang wanita telah memasuki masa pubertas.(Cunningham. 2006.:34-41)
b)
Bagian-bagian Vulva
Vulva
merupakan suatu daerah yang menyelubungi vagina. Vulva terdiri atas Mons pubis,
labia (labia mayora dan labia minora), klitoris, daerah ujung luar vagina dan
saluran kemih.
1) Mons pubis : gundukan jaringan lemak
yang terdapat dibagian bawah perut, Daerah ini dapat dikenali dengan mudah
karena tertutup oleh rambut pubis. Rambut ini akan tumbuh saat seorang gadis
beranjak dewasa.
2) Labia : Lipatan berbentuk seperti bibir
yang terletak di dasar mons pubis. Terdiri dari 2 bibir, yaitu labium mayora
(bibir luar) merupakan bibir yang tebal dan besar dan labium miora (bibir
dalam) merupakan bibir yang tipis yang menjaga jalan masuk ke vang menjaga
jalan masuk ke vagina.
3) Klitoris : merupakan organ kecil yang
terletak antara kedua labia minora dan dasar mons pubis. ukurannya seperti
kacang polong, penuh dengan sel saraf sensorik dan pembuluh darah. organ mungil
ini sangat sensitif dan berperan besar dalam fungsi seksual.
c)
Fungsi vulva
1) vulva memiliki fungsi seksual,
organ-organ eksternal diinervasi kaya dan memberikan kenikmatan ketika benar
dirangsang, vulva juga sebagai organ yang memiliki kekuasaan baik untuk
"memberikan hidup" (sering dikaitkan dengan rahim), dan memberikan
kenikmatan seksual kepada manusia.
2) Vulva juga sebagai
pembukaan/pengeluaran, sehingga berfungsi untuk fungsi vital buang air kecil.
3)
Gundukan
lembut di bagian depan vulva dibentuk oleh jaringan lemak yang meliputi tulang
kemaluan, dan disebut mons pubis Istilah ini mons pubis adalah bahasa Latin
untuk "kemaluan" Berfungsi
untuk melindungi alat genetalia dari masuknya kotoran.
.Tampilan
vulva dan ukuran dari berbagai bagian sangat bervariasi dari satu perempuan
kdengan perempuan lainya. Pada bagian atas dan luar vulva terdapat bagian yang
tersusun atas jaringan lemak. Bagian ini dinamakan Mons Pubis, yang berfungsi
sebagai pelindung alat genital dari masuknya kotoran. Saat masa pubertas,
bagian ini banyak ditumbuhi rambut. Di bawah mons pubis terdapat bagian berupa
lipatan dan jumlahnya sepasang. Bagian demikian disebut bibir besar atau labia
mayora. Adapun pada bagian dalam labia mayora terdapat lipatan berkelenjar
tipis, tidak berlemak dan berjumlah sepasang yang disebut labia minora. Fungsi
kedua bagian ini adalah sebagai pelindung vagina. Di dalam labia mayora ada
Sebuah tonjolan kecil yang mengandung
banyak ujung-ujung saraf perasa sehingga sangat sensitif. Tonjolan tersebut
dinamakan klitoris, Seperti
halnya penis pada laki-laki, klitoris akan bereaksi bila ada rangsangan. Reaksi
ini dilakukan karena klitoris mengandung banyak jaringan erektil. Di bawah klitoris
terdapat Orrificium urethre, yakni muara saluran kencing. Kemudian, di
bawah klitoris terdapat bagian yang mengelilingi tepi ujung vagina. Bagian yang
dimaksud yakni selaput darah.(Cunningham, F Gary. 2006: 34-41)
2. Mons veneris / Mons pubis
a) Pengertian
Mons
veneris / Mons pubis disebut
juga gunung venus merupakan bagian yang menonjol dibagian depan simfisis
terdiri dari jaringan lemak dan sedikit jaringan ikatsetelah dewasa tertutup
oleh rambut yang bentuknya segitiga. Mons pubismengandung banyak kelenjar
sebasea (minyak) berfungsi sebagai bantalpada waktu melakukan hubungan seks.
Mons veneris atau mons pubis
adalah bagian menonjol di atas simfisis dan pada perempuan setelah pubertas
ditututpi oleh rambut kemalauan. Pada perempuan umumnya batas atas rambut melintang sampai pinggir atas simfisis,
sedangkan ke bawah sampai ke sekitar anus dan paha.
Ini adalah lapisan lemak yang menutupi pada tulang kemaluan dengan segmen untuk
membuat labia mayora. Tujuan utama dari mons pubis adalah untuk memberikan
bantalan dan perlindungan terhadap kemaluan Anda tidak memiliki akses untuk
melihat node ini, terutama saat berhubungan seksual dan juga melindungi tulang
dan jaringan yang terbaring di bawah. Pada anak gadis mons pubis tidak memiliki
rambut apapun tetapi saat ia mencapai pubertas mons pubis juga menjadi tebal
dan ditutupi dengan rambut kemaluan tebal.
b) Bagian-bagian lain yang mendukung mons
pubis
Segmen mons pubis ke labia majora juga
dikenal sebagai bibir yang lebih besar pada kedua sisi alur dan disebut sebagai
celah dari venus yang juga mengelilingi labia minora, lubang vagina dan
klitoris bersama dengan bagian lain dari ruang depan vulva. Jaringan lemak yang
sebagian besar menyusun mons pubis atau mons veneris sangat sensitif terhadap,
estrogen dan karenanya membentuk gundukan yang terlihat ketika anak perempuan
mencapai pubertas. Karena ini bagian labia majora didorong ke depan dan ditempatkan
jauh dari kemaluan Anda tidak memiliki akses untuk melihat simpul ini. Berikut bagian-bagian
dari mons pubis :
c) Perkembangan Mons Pubis
Saat anak perempuan tumbuh menjadi
wanita, anatomi dia juga melewati berbagai tahap: Sebelum terjadinya siklus
menstruasi mons pubis memiliki jumlah yang sangat kecil lemak dan umumnya datar
Pada masa pubertas, tubuh wanita mulai
melepaskan estrogen dan progesteron karena yang mons pubis mulai tumbuh rambut
dan perlahan-lahan mengembangkan jaringan lemak di daerah ini
Setelah menopause, rambut kemaluan
menjadi lebih tipis, abu-abu dan kasar dan juga mulai kehilangan beberapa lemak
Anda tidak memiliki akses untuk melihat simpul ini.
Sebagian besar setelah melahirkan atau
bahkan karena genetika, beberapa wanita menghadapi masalah kelebihan kehadiran
jaringan lemak pada atau sekitar mons pubis karena yang mereka memilih untuk
pergi untuk plastik Anda tidak memiliki akses untuk melihat simpul, lipo
suction atau tummy tuck untuk prosedur ini. Beberapa wanita juga menghilangkan
rambut vagina dengan cara yang berbeda seperti laser hair removal, waxing,
mencukur atau krim hair removal. Karena daerah ini sangat sensitif semua
perawatan dan prosedur di atas harus dilakukan dengan berkonsultasi dengan
profesional berlisensi.
d)
Fungsi Mons Pubis
Daerah yang menggunung di
atas simpisis yang akan di tumbuhi rambut kemaluan ( pubis ) jika wanita
beranjak dewasa . pada wanita , rambut ini tumbuh membentuk sudut lengkung
sedangkan pada pria membentuk sudut runcing ke atasBerfungsi untuk melindungi
alat genetalia dari masuknya kotoran selain itu,
Selama hubungan intim, tubuh mengalami gerak pada daerah genital yang dapat
menyebabkan cedera pada bagian halus perempuan. Demikian pula, alasan lain juga
dapat menyebabkan cedera bagian ini dan karenanya mons pubis terletak di sana
untuk melayani sebagai pad keamanan untuk melindungi organ ini dari bahaya
apapun. Selain itu, mons pubis juga membantu dalam merangsang penciuman aroma
yang meningkatkan daya tarik seksual. Kelenjar sebasea dan keringat yang hadir
di dalam mons pubis yang menciptakan daya tarik secara seksual bau untuk
merangsang gairah.
3. Labia Majora
a) Pengertian
Labia majora adalah dua
lipatan kulit longitudinal atau memanjang mulai dari mons pubis sampai
pirenium, membentuk batasnlateral celah vulva yang berisi jaringan penyambung,
lemak, otot polos, pembuluh – pembuluh darah, serabut saraf, dan kelenjar –
kelenjar (kelenjar sebasea dan kelenjar keringat). Ligmentum teres uteri
berakhir di bagian depan labia majora ini. Kearah ventral kedua labia majora
bersatu membentuk comissura anterior. Ke arah posterior masing – masing labia
majora berbaur dengan kulit sekitarnya; kulit penghubung antara keduanya
membentuk comissura posterior, yakni batas posterior vulva. Daerah antara comissura
anterior dan anus disebut perineum “ginekologik. ( Asep. 2011 : 52)
Labia majora Berupa dua buah lipatan jaringan lemak, berbentuk
lonjong dan menonjol yang berasal dari mons veneris dan berjalan kebawa dan ke
belakang yang mengelilingi labia minora.Terdiri dari 2 permukaan, yaitu bagian
luar yang menyerupai kulit biasa dan ditumbuhi rambut, dan bagian dalam
menyerupai selaput lendir dan mengandung
banyak kelenjar sebacea Labia mayora kiri dan kanan bersatu di bagian belakang
dan batas depan dari perinium disebut
Commisura posterior/frenulum.Homolog dengan skrotum pada laki laki( Sridianti
diperbaharui: 10 September, 2015)

Gambar 1.4 Labia Majora
Labia mayora mengacu pada dua lipatan
luar yang besar yang meliputi labia minora wanita. Di luar, mereka umumnya
ditutupi dengan rambut kasar, dan lipatan dalam mereka terdiri dari kulit halus
yang biasanya berwarna merah muda atau warna cokelat. Labia mayora dapat
berbagai ukuran dan bentuk dari panjang dan tipis untuk pendek dan tebal. Ini
biasanya bervariasi dari wanita ke wanita, dan banyak variasi dianggap normal.
Labia mayora terutama terdiri dari
jaringan lemak dengan persentase lebih besar dari lemak di depan daripada di
belakang. Mereka dianggap menjadi setara perempuan untuk skrotum pria, karena
mereka dibuat dari jaringan yang sama selama perkembangan janin. Pada
laki-laki, jaringan turun ke bawah dan menutupi organ seksual, atau testis.
Pada wanita, mereka tetap eksternal untuk melindungi pembukaan yang mengarah ke
ovarium internal dan uterus.
Dalam teori rambut yang menutupi alat
kelamin yang ada untuk membantu mencegah kuman dan bakteri dari memasuki labia
minora, vagina, dan urethra. Manusia modern, bagaimanapun, manfaat sangat
sedikit dari rambut-rambut ini pelindung, yang dianggap sisa-sisa yang
ditinggalkan oleh nenek moyang prasejarah. Labia majora itu sendiri,
bagaimanapun, adalah bentuk pertahanan baris pertama untuk vulva dalam.
Pewarnaan dari labia mayora dapat
bervariasi dari wanita ke wanita. Bagian luar dari lipatan umumnya pigmen yang
sama sebagai sisa tubuh wanita, sedangkan bagian dalam bisa berwarna coklat,
merah muda, atau bahkan berwarna ungu dengan warna. Semua ini dianggap normal,
meskipun variasi dari warna normal wanita harus dilaporkan ke dokter, terutama
jika disertai dengan rasa gatal, keputihan, atau iritasi.
Beberapa infeksi vagina dapat
menyebabkan labia mayora menjadi meradang, gatal, dan iritasi. Ini umumnya
kurang mungkin dibandingkan gejala yang dialami dalam labia minora tetapi dapat
terjadi. Infeksi umum yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan termasuk yang
disebabkan oleh ragi, bakteri, dan penyakit menular seksual. Labia mayora juga
wilayah utama terpengaruh dengan crabs, atau kutu genital. Pengobatan harus
diberikan oleh dokter berlisensi.
b) Bagian- bagian labia mayora.
1. Terdiri
dari 2 permukaan, yaitu bagian luar yang menyerupai kulit biasa dan ditumbuhi
rambut, dan bagian dalam menyerupai selaput lendir dan mengandung banyak
kelenjar sebacea dari kelenjar keringat
2. terletak
dibagian anterior / depan symphisis os pubis.
3. Berupa
dua buah lipatan jaringan lemak, berbentuk lonjong dan menonjol yang berasal
dari mons veneris dan berjalan kebawah dan ke belakang yang mengelilingi labia
minora
4. Labium
mayor akan ditumbuhi rambut (pubis) ke arah bawah dan belakang setelah pubertas
5. Labia
mayora kiri dan kanan bersatu di bagian belakang dan batas depan dari perinium
disebut Commisura posterior/ frenulum.
6. Labium
mayora, ini sama atau homolog dengan dengan skrotum pada pria
7. Didalamnya
terdapat lipatan jaringan tipis disebut Labium minora
8. Lapisannya
berupa kulit yang sama dengan kulit di bagian tubuh lainnya, yaitu tebal dan
kering dan bisa membentuk sisik..
4. Labia Minora
a) Pengertian
Labia Minora (nimphae) adalah alat reproduksi wanita yang berbentuk seperti
bibir, oleh karena itu Labia Minora ini biasa disebut bibir kecil kemaluan. Labia Minora merupakan 2 lipatan kecil yang
terletak di dalam Labia Mayora,
dari ujung klitoris sampai
akhir labia Mayora. Permukaan pada Labia
Minora merupakan modifikasi dari
kulit biasa, Cuma pada permukaan ini lebih banyak folikel sebasea untuk menjaga labia minora tetap
basah. Pada bagian ini juga terdapat banyak serabut saraf sehingga akan
sensitif terhadap rangsangan seks.
Labia minora dilihat
dari bentuknya Merupakan
dua buah lipatan jaringanyang pipih dan berwarna kemerahan - yang terlihat jika labia mayora dibuka, Pertemuan
lipatan labia minora kiri dan kanan di bagian atas disebut -
preputium klitoris, dan di bagian bawah disebut frenulum klitoris.Pada bagian inferior kedua lipatan
labia minora memanjan mendekati - garis
tengah dan menyatu dengan fuorchette
Labia
minora (bibir- bibir kecil atau Nymphae) adalah suatu lipatan tipis dari kulit
sebelah dalam bibir besar. Ke depan kedua bibir kecil bertemu yang di atas
klitoris membentuk preputium klitoridis. Kebelakang kedua bibir kecil juga
bersatu dan membentuk Fossa navilulare.Fossa naviluare ini pada perempuan yang
belum pernah bersalin tampak utuh, cekung seperti perahu.Pada perempuan yang
pernah melahirkan kelihatan tebal dan tidak rata. Kulit yang meliputi bibir
kecil mengandung banyak glandula sebasea ( kalenjar- kalenjar lemak) dan juga
ujung- ujung saraf yang meneyebabkan bibir kecil sangat sensitif. Jaringan
ikatnya mengandung banyak pembuluh darah dan beberapa otot polos yang
menyebabkan bibir kecil ini dapat mengembang
Gambar 1.5
Labia Minora
b) Bagian – bagian labia minora
1) Lipatan
jaringan tipis terletak tepat di sebelah dalam dari labium mayor
2) Merupakan
dua buah lipatan jaringan berwarna kemerahan Karena kaya akan pembuluh darah
3) Labium
minora ini terlihat jika labia mayora dibuka.
4) Pertemuan
lipatan labia minora kiri dan kanan di bagian atas disebut - preputium
klitoris, dan di bagian bawah disebut frenulum klitoris
5) Pada
bagian inferior kedua lipatan labia minora memanjang mendekati - garis tengah
dan menyatu dengan fuorchette.
6) Tidak
mempunyai folikel rambut.namun merupakan selaput lendir yang memiliki struktur
yang sama dengan kulit, yang permukaannya tetap lembab karena adanya cairan
yang berasal dari pembuluh darah pada lapisan yang lebih dalam
7) Disusun
oleh otot polos dengan ujung serabut saraf.yang mengelilingi lubang vagina dan
uretra disisi dalamnya.
1. Fungsi
Labia minora terletak di
dalam flaps besar jaringan yang dikenal sebagai labia mayora, labia minora,
atau yang kadang-kadang disebut seperti”bibir bagian dalam”, berfungsi
melindungi vagina. Menurut Labia Library, mereka juga membantu memberikan
stimulasi dan pelumasan selama hubungan intim. (Anonim. 2015)
5. Klitoris
a) Pengertian Klitoris
Klitoris merupakan organ
seksual wanita yang ditemukan di ujung
sebelah atas antara kedua labia
minora (bibir
vagina dalam). Klitoris terdiri dari satu daerah bulat atau kepala, disebut
kelenjar, dan bagian yang lebih panjang, disebut batang, yang memiliki
bentuk-bentuk cekungan mirip dengan yang dipunyai penis. Jaringan dari bibir
bagian dalam biasanya menutupi batang klitoris, yang membentuk tudung atau
kulit khatan untuk melindunginya. Satu-satunya bagian dari klitoris yang dapat
dilihat langsung adalah kelenjarnya, yang terlihat seperti kancing kecil
berkilat. Ukuran dan bentuknya berbeda-beda pada setiap wanita. Klitoris dapat
dilihat dengan mendorong kulit selubung klitoris ke belakang. Ada banyak sekali
ujung saraf dalam klitoris dan di daerah
sekitarnya.
b) Bagian-bagian klitoris dan keteranganya
1.
Merupakan suatu tanggul berbentuk
silinder dan erektil yang terletak di ujung superior vulva
2.
Merupakan hasil pertemuan labium
minora kanan dan kiri yang membentuk tonjolan ke depan Berupa penonjolan kecil
(corpus clitoridis) yang sangat peka terhadap rangsangan dan tersusun banyak
pembuluh darah sehingga bisa mengalami ereksi
3.
Mengandung banyak urat urat syaraf
sensoris dan pembuluh pembuluh darah.
4.
Jumlah pembuluh darah dan
persyarafan yang banyak membuat klitoris sangat sensitif terhadap suhu,
sentuhan dan sensasi tekanan.
5.
Fungsi utama klitoris adalah
menstimulasi dan meningkatkan keregangan seksual.
6.
Ujung badan klitoris dinamai Glans
dan lebih sensitif dari pada badannya
7.
Panjang klitoris jarang melebihi 2
cm dan bagian yang terlihat adalah sekitar 6x6 mm atau kurang pada saat tidak
terangsang dan akan membesar jjika secara seksual terangsang.
8.
Dibungkus oleh sebuah lipatan kulit
yang disebut preputium
9.
Clítoris ini terdiri dari
caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva yang tertanam di
dalam dinding anterior vagina.
c) Fungsi Klitoris
Banyaknya ujung saraf dalam klitoris menyebabkannya menjadi
sangat sensitif terhadap sentuhan atau tekanan langsung atau tidak langsung.
Hal ini mirip dengan penis pada pria. Rangsangan pada daerah klitoris dapat
menjadi nikmat, bahkan memberikan pemiliknya kenikmatan seksual merupakan
satu-satunya fungsi organ ini yang diketahui, dan klitoris adalah satu-satunya
organ manusia yang memiliki pemberi kenikmatan sebagai fungsi utama. Klitoris
tidak ada hubungannya dengan kehamilan, menstruasi, atau kencing.(wikipedia. 2010)
d) Proses terjadinya Rangsangan Pada
Klitoris
Saat seorang wanita menjadi terangsang secara seksual,
kelenjar dan batang klitoris terisi darah dan ukurannya membesar. Kelenjar ini
dapat menggandakan ukuran diameternya. Tidak ada bukti bahwa klitoris yang
lebih besar berarti lebih tinggi rangsangan seksual. Saat rangsangan erotik
berlanjut dan orgasme datang, klitoris menjadi kurang terlihat karena tertutup
oleh jaringan penutup klitoris yang membesar. Pembesaran ini dirancang untuk
melindungi klitoris dari kontak langsung, yang, bagi beberapa wanita, dapat
mengganggu daripada mengenakkan. Klitoris akan keluar lagi saat rangsangan
dihentikan.
Setelah orgasme klitoris kembali ke ukuran semula dalam
waktu sepuluh menit karena orgasme menyebabkan pembubaran darah yang terkumpul.
Bila seorang wanita tidak mengalami orgasme, darah yang telah mengalir ke dalam
klitoris akibat rangsangan seksual dapat tetap berada disana, menyebabkan
klitoris tetap membesar untuk beberapa jam. Banyak wanita yang merasakan hal
ini tidak nyaman.
Klitoris seorang wanita dapat dirangsang melalui sentuhan
langsung atau tidak langsung. Saat bersetubuh penis tidak menyentuh klitoris
secara langsung. Masuknya penis ke dalamvagina, posisi apapun yang digunakan,
menggerakkan labia minora, dan gerakan bibir yang menyentuh klitoris ini yang
biasanya menyebabkan orgasme. Kontak langsung dengan klitoris dengan
menyentuhkan dengan jari, alat penggetar, atau lidah dapat menyebabkan rasa
tidak nyaman bagi banyak wanita. Bagi wanita ini, elusan atau jilatan biasa
pada daerah di sekitar klitoris dirasakan lebih nikmat. Wanita lainnya
menikmati stimulasi langsung. Ada banyak sekali variasi sensitifitas pada
klitoris, dan setiap wanita akan menemukan mana yang dirasakan terbaik.(Safitri,
2005. 47-49)
e) Morfologi Klitoris
Organ pada perempuan seringkali dikaitkan denganklitoris.
Bahkan, hanya dengan menyentuh dan merangsang klitoris, seorang perempuan dapat
merasakan orgasme. Biasa disebut sebagai orgasme klitoral. Akan tetapi ada
hal-hal tertentu yang membuat klitoris terasa sakit, bahkan oleh sentuhan yang
amat lembut sekalipun. Untuk memahami bagaimana hal ini bisa terjadi,
pengetahuan akan morfologi klitoris amatlah penting. Klitoris terletak tepat di
atas lubang saluran urin (urethra), di bawah tulang pubik. Klitoris sebenarnya
penis yang ‘tidak jadi’, karena itu bagian-bagiannya hampir sama.
Ada kepala (glans) dan batang klitoris yang dilindungi oleh
kulit yang disebut hood. Sejumlah perempuan yang disunat waktu bayi, kebanyakan
kehilangan glans-nya. Glans bisa terlihat atau tersembunyi tergantung anatomi
dan kondisi seksual perempuan bersangkutan. Saat perempuan terangsang secara
seksual, glans biasanya membengkak dan sensitivitasnya meningkat. Setiap
sentuhan yang diterimanya akan dialirkan lewat batang klitoris yang langsung
ditransmisikan ke kumpulan urat syaraf di pangkalnya.
Ketika kepala klitoris membengkak, umumnya akan keluar dari
kulit yang menutupinya. Akan tetapi saat rangsangan meningkat, glans akan
kembali bersembunyi dalam hood, yang melindunginya dari sentuhan berlebihan.
Hood sendiri memiliki kelenjar yang menghasilkan cairan lubrikasi yang disebut
sebum sehingga batang dan kepala klitoris dengan mudah keluar masuk. Akan
tetapi jika sebum terakumulasi, maka akan terbentuk substansi keputihan seperti
keju yang disebut smegma. Jika smegma tidak rajin dibersihkan akan mengeras dan
bisa menyebabkan iritasi seperti jika sebutir debu masuk ke mata. Klitoris yang
mengalami iritasi seperti ini akan menimbulkan sakit jika disentuh, walau
sangat lembut. Celana ketat juga akan membuat perempuan bersangkutan kesakitan.
![]() |
Akumulasi smegma juga bisa membuat hood melekat pada batang dan kepala klitoris yang juga akan menimbulkan rasa sakit tak terkira. Rajin membersihkannya umumnya bisa mencegah dan mengatasi masalah ini. Namun ada perempuan yang lubang hood-nya amat kecil sehingga sulit untuk mengeluarkan klitoris dan membersihkannya.(Yuniarti. 2011)
Gambar 1.6 Klitoris
6. Vestibulum
a)
Pengertian Vestibulum
Vestibulum
merupakan rongga sebelah lateral yang dibatasi oleh kedua labia minora,
anterior oleh klitoris dan dorsal oleh fouchet. Pada vestibulum terdapat dua
buah kelenjar skene dan dua buah kelenjar bartolini, yang mengeluarkan sekret
pada waktu koitus.Introitus vagina juga terletak di vestibulum.Merupakan
rongga yang sebelah lateral dibatasi
oleh kedua labia minora, anterior oleh klitoris dan dorsal oleh fourchet.Vestibulum memilki
muara muara dari 6 buah lubang yaitu
vagina, urethra, 2 muara kelenjar bartolini yang terdapat di samping dan agak
ke belakang dari introitus vagina dan 2 muara kelenjar skene di samping dan agak ke dorsal urethra.
VestibulumMerupakan
rongga yang berada di antara labia minora, muka belakang dibatasi oleh klitoris
dan perineum, dalam vestibulum terdapat muara-muara dari :
1)
Liang senggama (introitus vagina)
2)
Uretra
3)
Kelenjar Bartolin
4)
Kelenjar skene kiri dan kanan
![]() |
Gambar 1.7 Vestibulum
Vestibulum merupakan
cekungan memanjang antara labia minor dan orifisium vaginae. Lokasi klitoris
berada dibagian ujung anterior vestibulum yang berbentuk segitiga. Terdapat 6
muara pada vestibulum:
1) Meatus
urethra : juga dikenal sebagai istium urethrae externum, dan muara ini terletak
2,5 cm di bawah klitoris.
2) Dua ductus
skene : muara kedua tubuli skene yang berjalan sejajar dengan urethra sepanjang
kira-kira 6 mm, dan kemudian bermuara pada kedua sisi ostium urethrae externum.
3) Ostium vaginae : juga disebut introitus
vaginae, dan ini menempati dua pertiga bagian bawah vestibulum. Pada gadis
(virgo intacta) ostium vaginae ini ditutupi oleh hymen, yaitu suatu membrane
(selaput) berlubang-lubang yang dapat dilewati darah menstruasi. Hymen akan
sobek saat koitus (hubungan seksual) dan laserasi lebih lanjut terjadi pada
saat melahirkan, dan sisa-sisa robekan tersebut dikenal sebagai caruncula
myrtiformis atau caruncula hymenales.
4) Dua ductus
glandula Bartholini : glandula bartholini ini terletak dikedua sisi vagina,
berada pada ligamentum triangulare, bentuk dan besar kelenjar ini sebanding
dengan kacang kapri, dan terdiri atas glandula racemosa dan mensekresi mucus.
Ductusnya merupakan muara kelenjar tersebut, dan bermuara di luar hymen
sehingga sekresi kelenjar tersebut akan mempertahankan genital eksterna tetap
lembab.
7. Selaput Darah (Hymen)
a) Pengertian
![]() |
Hymen merupakan suatu lipatan membran mukosa yang mengelilingi liang vagina. Selaput dara atau hymen adalah lipatan membran yang menutup sebagian luar vagina. Bentuk selaput dara paling umum adalah sabit. Setelah seorang wanita melahirkan, selaput dara yang tertinggal disebut carunculae myrtiformes. Selaput dara tidak memiliki fungsi anatomi yang diketahui. Selaput dara biasanya tidak rusak karena olahraga atau menggunakan tampon. Di saat seorang wanita mencapai usia pubertas, selaput dara menjadi elastis. Hanya 43% wanita melaporkan pendarahan ketika mereka pertama kali melakukan senggama.
Gambar
1.8 Hymen
b)
Fungsi Hymen
Hymen Merupakan lapisan tipis yang
menutupi sebagian besar dari introitus vagina , membentuk lubang sebesar ibu
jari sehingga darah haid maupun sekret dan cairan dari genetalia intenal dapat
mengalir ke luar.
e)
Morfologi dan Anatomi Hymen
1) Bentuk
Crescent : tidak terdapat jaringan hymen pada jam 12. Jaringan hymen mulai ada
pada jam 1 atau 2 berupa pita kecil yang semakin membesar secara maksimal pada
jam 6 begitu seterusnya secara simetris akan mengecil kembali pada posisi jam
10 atau 11.
2) Bentuk
Annular : bentuknya seperti cincin melingkari liang vaginam biasa ditemukan
pada bayi perempuan.
3) Bentuk
Redundant : melipat dan kadang-kadang menonjol kearah dalam.
4)
![]() |
Bentuk yang jarang: Fimbria atau Denticular, Septum (sekat), Cribriform atau lubang kecil2, vertikal (seperti bibir vagina yang ketiga) dan imperforata (nggak ada lubang).
Gambar:1.9Hymen
Mamalia
lain yang juga punya hymen: tupai, rusa, kodok, kelelawar, kucing, simpanse,
gajah, anjing, kuda, tikus dan lain-lain. Salah satu informasi yang sering
keliru atau bahkan tak banyak orang tahu adalah bentuk selaput dara wanita yang
tidak seragam atau sama bentuknya. Dengan mengetahui fakta bahwa bentuk selaput
dara bervariasi diharapkan dapat mengubah persepsi serta meluruskan anggapan
yang salah tentang organ kewanitaan ini. Seperti dituturkan pakar Obstetrik
Ginekologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI),
dr Suryono Slamet Iman Santoso, SpOG, selaput dara wanita memang berlainan
dan memiliki lubang atau pori yang bentuknya bervariasi. Derajat
kelembutan dan fleksibilitas selaput yang juga disebut “hymen” ini pun
berbeda-beda. “Selaput dara ini
mempunyai banyak bentuk, mulai dari bentuk annular, ada yang bersepta-septa dan
ada juga yang cibriformis atau berlubang-lubang. Karena bentuknya
selaput, pendarahan pada bagian ini biasanya sedikit. Nah, inilah yang
biasa suka mengeluarkan darah saat melakukan seks pertama. Tapi belum
tentu semua wanita akan begitu. Bila seorang wanita memiliki bentuk selaput
annular yang wujudnya sangat tipis, maka kemungkinan besar ia tidak akan
mengalami pendarahan sama sekali pada saat hubungan seks pertama kali. Dengan
fakta ini pula, sebagian dari mitos tentang darah keperawanan sebenarnya dapat
diluruskan.
Selain
jenis yang tipis dan berlubang, ada pula wanita yang bagian selaputnya tidak
memiliki lubang sama sekali atau juga disebut “impervorate hymen”. Jenis
ini adalah suatu kelainan genetika dan seorang wanita biasanya akan kesulitan
saat memasuki masa menstruasi. “Ini adalah kelainan kongenital atau bawaan
sejak lahir. Akibatnya seorang wanita tidak menstruasi dalam jangka waktu lama,
padahal ia sebenarnya haid tapi darahnya tertahan di dalam vagina dan bisa
menimbulkan tumor. Tipe Hymen berdasarkan bentuk :
1. Annular
hymen : selaput melingkari lubang vagina.
2. Septate
hymen : selaput yang ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka
3. Cibriform
hymen : selaput ini juga ditandai beberapa lubang yang terbuka, tapi lebih
kecil clan jumlahnya lebih banyak.
4.
Introitus : Pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam
berhubungan seksual, bisa saja lubang selaputnya membesar. Namun masih
menyisakan jaringan selaput dara.
Introitus : Pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam
berhubungan seksual, bisa saja lubang selaputnya membesar. Namun masih
menyisakan jaringan selaput dara.
Gambar 1.1 Hymen
8. Perineum
a) Pengertian Perinium
Perineum
adalah area yang memanjang dari dasar labia minora ke saluran anus .bentuknya
menyerupai segitiga dan terdiri atas jaringan ikat , otot dan lemak .
Perineum
menyebabkan genetalia eksternal melekat pada otot dasar velvis Perinium
terletak antar vulva dan anus, panjangnya rata- rata 4 cm. Jaringan yang
mendukung perinium terutama diafragma pelvis dan diafragma urogenitalis.
Difragma pelvis terdiri ats otot-otot levator ani dan otot koksigis posterior
serta fasia yang menutupi kedua otot ini. Diafragma urogenitalis terletak eksternal
dari diafragma pelvis, yaitu di daerah segitiga antara tuber isiadika dan
simfisis pubis. Diafragma urogenitalis meliputi muskulus tranversus perinei
profunda, otot konstriktor uretra dan internal maupun eksternal yang
menutupinya.
Perinium
mendapat pasokan darah terutama dari arteria pudenda interna dan cabang-
cabangnya. Persarafan perinium terutama oleh nervus pudendus dan
cabang-cabangnya. Oleh sebab itu, dalam menjahit robekan perinium dapat
dilakukan anastesi blok pudendus. Otot levator ani kiri dan kanan bertemu di tengah-tengah di antara anus dan
vagina yang di perkuat oleh tendon sentral perineum. Ditempat ini bertemu
otot-otot bulbokavernosus, muskulus tranversus perinei superfisialis, dan
sfingter ani eksternal. Struktur ini membentuk perineal body yang memberikan
dukungan bagi perinium. Dalam persalinan sering menglami laserasi, kecuali
dilakukan episiotomi yang kuat.
b) Fungsi
Perinium
Perineal body adalah raphe median
m.levator ani, antara anus dan vagina.Perineum meregang pada persalinan, kadang
perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah rupture.
Dan Berfungsi untuk melindungi bagian organ yang ada didalam labia minora
c) Morfologi
Perinium
![]() |
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Panjangnya lebih kurang 4 cm. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra).
Gambar
1.2.1 Perinum
C.
KELAINAN PADA ORGAN EKSTERNAL WANITA
Selain pentingnya
menjaga kebersihan organ intim, wanita juga wajib mengetahui penyebab dan
gejala pada penyakit-penyakit kelamin yang tidak bisa kita prediksi kedepannya.
Ternyata pencuci khusus organ intim tidak menutup kemungkinan terserang
penyakit. Begitu banyak faktor yang menyebabkan terjangkitnya penyakit , dan
tahukah anda bahwa daerah tropis dan subtropis juga berdampak pada penyakit
kelamin? Jamur, bakteri dan parasit penyebab utama terjadinya infeksi. Mari
kita ketahui lebih dalam lagi. Ada beberapa Penyakit Kelamin Yang Harus
Diwaspadai Oleh Wanita,diantaranya yitu:
1. Condyloma
![]() |
Condyloma adalah gangguan yang ditandai dengan benjolan seperti bunga kol atau jengger ayam. Penyakit ini dikenal sebagai kutil kelamin. Condyloma merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV). Pengobatan dapat dilakukan dengan obat oles, obat suntik, atau operasi.
Gambar
1.2.2 Kelainan Condyloma
2. Bartholinitis
Bartholinitis adalah infeksi yang berada
dipinggir salah satu kelenjar Bartholin, dan terletak pada bagian dasar labia.
Penyebab penyakit ini karena terjadi infeksi dan gonokokus atau dapat juga
karena adanya bakteri lain. Bartholinitis dapat menyerang kelenjar penderita,
namun penyakit ini tidak menular saat berhubungan seks. Kelenjar ini berukuran
kira-kira 1cm dan terletak pada lubang awal vagina. Kelenjar bartholin ini
berfungsi sebagai pelumas saat melakukan hubungan seksual karena kelenjar ini
menghasilkan sedikit cairan untuk bibir vagina saat berhubungan seksual. Gejala
pada penyakit ini berupa demam dan tidak enak badan. Sedangkan gejala pada
vagina, mengalami pembengkakan pada kanan atau kiri vagina, dan merasa nyeri
bila diraba. Hal ini
![]() |
dapat berujung terjadi kista bartholinitis bila tidak cepat ditindak lanjuti.
Gambar
1.2.3 kelainan Brotolinithis
3. Herpes Genitalis
![]() |
Herpes Genitalis merupakan infeksi STD ( sexually transmitted disease), yang disebabkan oleh virus (HSV) Herpes Simplex virus type II sebagian kecil bisa juga karena virus tipe I. HSV sendiri dibagi 2 jenis. HSV 1 biasanya akan menyerang badan (pinggang ke atas hingga mulut), dan SHV 2 biasanya menyerang pinggang kebawah. Adapun HSV 1 terjadi karena hubungan oral sex dan menular melalui tangan, oleh sebab itu herpes genitalis lebih banyak dikarenakan HSV 2.
Gambar
1.2.4 kelainan Herves gentialis
Seseorang bila sudah terkena infeksi HSV
memungkinkan terjadi 3 fase yang berbeda atau bahkan tidak terjadi gejala.
Infeksi primer yang terjadi langsung pada diri penderita, infeksi nonprimer,
infeksi rekuren dan asimtomatik atau tidak mengalami infeksi sama sekali.
Pada infeksi primer terjadi virus dari
luar akan masuk dalam badan penderita, lalu langkah selanjutnya virus menjalar
dan bergabung dengan DNA sehingga terjadi multiplikasi, dan virus menjalar
melalui saraf sensorik dan menetap secara permanent. Infeksi non primer,
infeksi yang sudah lama terjadi tetapi tidak mengalami gejala seperti infeksi
primer. Dalam tubuh penderita membentuk sebuah antibody yang bila terjadi
penjalaran virus tidak akan separah infeksi primer.
Infeksi rekurens, terjadi dimana HSV
yang sudah ada dalam badan penderita aktif kembali dan menggandakan diri. Hal
ini dikarenakan luka, hal-hal lain semacam stress, mengkonsumsi alkohol,
kelelahan, makanan yang merangsang penyakit, hubungan seksual yang terlalu
berlebihan.
Gejala pada penyakit ini akan mengalami
proses inkubasi 3-7 hari. Tetapi bisa juga penyakitnya tidak terlihat apalagi
bila infeksi terjadi pada mulut rahim. Pada awalnya akan timbul seperti kulit
terbakar ditempat yang akan terjadi luka. Proses berlanjut penderita akan
mengalami rasa tidak enak badan, sakit kepala, pusing, cepat lelah, demam dan
juga nyeri otot.
4. Kandidiasis
Kandidiasis adalah penyakit infeksi yang
disebabkan oleh jamur yang bersifat akut ataupun subakut yang biasanya disebut
jamur Candida. Jamur ini semacam ragi, terdapat dalam tubuh, sistem imun yang
kuat akan dapat menolak datangnya penyakit kandidiasis.
Jamur ini tidak hanya menyerang vagina,
tetapi dapat menyerang paru-paru, mulut, kulit dan lain-lain. Kandidiasis pada
vagina biasanya dikarenakan obat antibiotik yang lebih sering dipakai,
penggunaan pil KB, dan obat-obatan lain yang mengubah suhu daerah vagina
sehingga timbul jamur candida, gejalanya mengalami rasa gatal, terbakar, dan
keluarnya cairan kental berwarna putih, dapat menyebabkan infeksi saluran
kemih. Jamur pada mulut biasanya disebut dengan thrush, bila jamur menjalar
lebih dalam maka akan menyerang tenggorokan sehingga penderita akan sulit
menelan, hilang selera makan, mual, dan sakit tenggorokan. Gejala dapat dilihat
adanya gumpalan seperti busa pada mulut atau bintik-bintik merah. Pengobatan
pada penyakit ini tidak akan menghilangkan candidia yang berada dalam tubuh,
akan tetapi untuk mengendalikan jamur itu agar tidak berlebihan, tentu dengan
sistem kekebalan tubuh lebih berpengaruh terhadap jamur tersebut karena bakteri
dalam tubuh dapat mengendalikan jamur tersebut.
5. Kanker Seviks
Kanker servisks, kanker yang banyak
ditakuti oleh kaum wanita, dalam catatan WHO, setiap tahun ribuan wanita
didunia meninggal disebabkan penyakit ini, penyakit yang menduduki peringkat
teratas penyebab kematian wanita didunia.
![]() |
Gambar 1.2.5 kanker Serviks
Kanker serviks yang biasanya disebut
kanker leher rahim adalah kanker yang disebabkan oleh virus Human Pappiloma
Virus (HPV) yang menyerang leher rahim wanita. Pada negara berkembang sekitar
5% dapat melakukan pengobatan kanker serviks stadium awal, sehingga sekitar
76,6% wanita berobat ketika penyakit memasuki stadium lanjut hal ini
dikarenakan kanker ini tanpa gejala. Infeksi HPV menjadi kanker serviks memakan
waktu cukup lama sekitar 10-20 tahun namun proses infeksi ini tidak pernah
disadari wanita oleh sebab itu wajib bagi wanita mengikuti vaksinasi kanker
leher rahim. Penyebab HPV terdiri dari gaya hidup yang kurang baik, kurangnya
menjaga kebersihan alat reproduksi, kebiasaan merokok, kurangnya asupan
vitamin, berganti-ganti pasangan dan kurangnya asupan asam folat pada tubuh. Gejala
awalnya pun tidak ada ciri khas yang menunjukan terjangkit.
Ciri-ciri
wanita mengalami gejala kanker serviks :
a. Keputihan berlebih disertai pendarahan
b. Selalu mengeluh sakit ketika berhubungan
intim dan diikuti oleh keluarnya darah
c. Saat buang air kecil mengalami rasa
sakit
d. Disaat menstruasi darah yang keluar
lebih banyak dari normalnya
e. Saat memasuki stadium lanjut, wanita
sering merasa mual, nafsu makan berkurang, memiliki rasa sakit saat buang air
kecil, berat badan menurun dan tidak stabil
Faktor
Kebersihan organ intim sangat diperlukan untuk mencegah adanya penyakit kanker
pada wanita. Diantaranya pemakaian pembalut yang lama, kebersihan air yang
tidak maksimum ketika membasuh, keputihan yang dibiarkan terus menerus, dan
penularan hubungan seksual dengan penderita.
6. Servisitis
Servisitis adalah suatu kondisi medis
dimana terjadi luka pada serviks yang menjadi penghalang kuman-kuman dari luar
yang masuk. Serviks itu sendiri berposisi pada ujung rahim yang sempit yang
terbuka ke arah vagina. Penyebab servisitis adalah mikrooganisme aoreb,
kandraga, dan trikomas vaginalis. Tetapi dapat juga disebabkan oleh alat-alat
kontrasepsi atau benda asing yang menempel dan melukai serviks.
Cervicitis ( endo cervicitis ) ialah
radang pada selaput lendir canalis cervikalis. Karena epitel selaput canalis
cervikalis hanya terdiri dari satu lapisan silindris mana dengan muda terjadi
infeksi. Pada seorang multipara dalam keadaan normal canalis cervikalis bebas
kuman, pada seorang multipara dengan ostium uteri eksternum sudah lebih
terbuka, batas atas dari daerah bebas kuman ostium uteri internum.(Sulaiman
Sastrawinata. 1981 : 86)
Pada cervicitis yang kronis
kadang-kadang dapat dilihal bintik-bintik ini disebut ovula nabothii dan
disebabkan oleh retensi kelenjar-kelenjar cerviks karena saluran keluarnya
tertutup oleh pengisutan dari luka cerviks atau karena radang.(Sulaiman
Sastrawinata.1981:86)
![]() |
Gambar 1.2.6 Kelainan Cervicitis
7. Pseudohermaphrodite
Kelainan ini sangat langka.
Pseudohermaphrodite adalah kelainan dimana bentuk alat kelamin seperti
laki-laki dan perempuan namun tidak sempurna. Kelaminnya memiliki penis yang
sangat kecil namun tidak memiliki testis. Bahkan pada beberapa bayi ditemukan
jaringan testis dan ovarium. Penyakit ini adalah bawaan sejak lahir.
8. Vulvovaginatis
Vulvovaginatis adalah peradangan pada
vulva dan vagina yang disebabkan oleh virus. Vulvovaginal kandidiasis adalah
nama yang sering diberikan untuk Candida albicans vagina infeksi berhubungan
dengan dermatitis dari vulva (gatal ruam). 'Vaginal thrush', dan 'monilia' juga
nama-nama untuk Candida albicans infeksi.
![]() |
Candida albicans adalah jamur ragi biasanya bertanggung jawab atas vulva gatal dan pengosongan. Hal ini umumnya pelaku bahwa perempuan selalu merujuk pada setiap Vulvovaginal gatal sebagai "infeksi jamur," tapi perlu diketahui bahwa semua tidak selalu gatal disebabkan oleh ragi.
Gambar
1.2.7 kelainan Vulvangitis
Vulvovaginitis dapat mempengaruhi
perempuan dari segala usia dan sangat umum. Hal ini dapat disebabkan oleh
bakteri, ragi, virus, dan parasit lain. Beberapa penyakit menular seksual juga
dapat menyebabkan vulvovaginitis, seperti yang bisa ditemukan berbagai bahan
kimia gelembung mandi, sabun, dan parfum. Faktor-faktor lingkungan seperti
kebersihan yang buruk dan alergen juga dapat menyebabkan kondisi ini.
Candida albicans, yang menyebabkan infeksi jamur, adalah
salah satu penyebab paling umum vulvovaginitis perempuan dari segala usia.
Penggunaan antibiotik dapat menyebabkan infeksi jamur dengan membunuh antijamur
normal bakteri yang hidup di vagina. Infeksi jamur kelamin biasanya menyebabkan
gatal-gatal dan tebal, putih discharg vagina, dan gejala lain. Untuk informasi
lebih lanjut, lihat: ragi infeksi vagina
Penyebab lain adalah vulvovaginitis
bakteri vaginosis, suatu pertumbuhan berlebih dari jenis bakteri tertentu dalam
vagina. Bakteri vaginosis dapat menyebabkan tipis, warna abu-abu vagina dan bau
amis.
Sebuah penyakit menular seksual yang
disebut Trichomonas vaginitis infeksi adalah penyebab umum lain. Infeksi ini
mengarah ke kelamin gatal, bau vagina, dan vagina yang berat, yang mungkin
kuning-abu atau warna hijau.
Gelembung mandi, sabun, vagina
kontrasepsi, feminin semprotan, dan parfum dapat menyebabkan iritasi ruam gatal
di daerah genital, sedangkan nonabsorbent ketat atau pakaian kadang-kadang
menyebabkan ruam panas.
Jengkel jaringan lebih rentan
terhadap infeksi daripada jaringan normal, dan banyak organisme penyebab
infeksi berkembang dalam lingkungan yang hangat, lembab, dan gelap. Tidak hanya
faktor-faktor ini dapat berkontribusi pada penyebab vulvovaginitis, mereka
sering memperpanjang periode pemulihan.
Kurangnya estrogen pada wanita
postmenopause dapat menyebabkan kekeringan vagina dan penipisan kulit vagina
dan vulva, yang juga dapat menyebabkan atau memperburuk kelamin gatal dan
terbakar.
Nonspesifik vulvovaginitis (di mana
penyebab dapat diidentifikasi) dapat dilihat dalam semua kelompok usia, tetapi
paling sering terjadi pada anak gadis sebelum pubertas. Setelah pubertas
dimulai, vagina menjadi lebih asam, yang cenderung untuk membantu mencegah
infeksi.
Vulvovaginitis nonspesifik dapat
terjadi pada anak perempuan dengan genital miskin kebersihan dan ditandai oleh
berbau busuk, coklat-hijau pelepasan dan iritasi labia dan vagina. Kondisi ini
sering dikaitkan dengan pertumbuhan berlebih dari suatu jenis bakteri yang
biasanya ditemukan di dalam tinja. Bakteri ini kadang-kadang menyebar dari anus
ke area vagina dengan mengusap dari belakang ke depan setelah menggunakan kamar
mandi.
Pelecehan seksual harus dipertimbangkan
pada anak-anak dengan infeksi yang tidak biasa dan berulang episode dijelaskan
vulvovaginitis. Neisseria gonorrhoeae, organisme yang menyebabkan gonore,
menghasilkan gonokokal vulvovaginitis di gadis-gadis muda. Gonocorrhea
vaginitis terkait dianggap sebagai penyakit menular seksual. Jika tes
laboratorium mengkonfirmasi diagnosis ini, gadis-gadis muda harus dievaluasi
untuk pelecehan seksual.
Sekitar 20% dari non-hamil wanita
usia 15-55 pelabuhan Candida albicans dalam vagina. Sebagian besar tidak mempunyai
gejala dan itu berbahaya bagi mereka. Pertumbuhan yang berlebihan dari Candida
albicans menyebabkan berat dadih putih seperti vagina, rasa panas di vagina dan
vulva dan / atau ruam gatal di vulva dan kulit di sekitarnya.
Estrogen menyebabkan lapisan vagina
untuk dewasa dan mengandung glikogen, sebuah substrat yang Candida albicans
berkembang. Kurangnya estrogen pada wanita yang lebih muda dan lebih tua
membuat kandidiasis Vulvovaginal jarang terjadi.(Manuaba.. 1998. 78-80.)
BAB III
KESIMPULAN
Organ ekternal reproduksi wanita sering disebut vulva,
mencakup semua organ yang dapat terlihat dari luar, berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa pada organ rreproduksi eksterna wanita
terdiri dari :
1. Mons Pubis /
Mons Veneris, Bagian yang menonjol yang banyak berisi jaringan lemak yang
terletak di permukaan anterior simpisis pubis
2. Labia Mayora,
Berupa dua buah lipatan jaringan lemak, berbentuk lonjong dan menonjol yang
berasal dari mons veneris dan berjalan
kebawah dan ke belakang yang mengelilingi labia minora. Homolog dengan skrotum
pada laki laki
3. Labia Minora,
Merupakan dua buah lipatan jaringan yang pipih dan berwarna kemerahan yang labia terlihat jika mayora
dibuka.
4. Clitoris,
Merupakan suatu tanggul berbentuk silinder dan erektil yang erletak di ujung
superior vulva. Mengandung banyak urat urat saraf sensoris dan pembuluh
pembuluh darah.
5. Vestibulu, Merupakan rongga yang sebelah lateral dibatasi
oleh kedua labia minora, anterior oleh
klitoris dan dorsal oleh fourchet.. Vestibulum merupakan muara muara dari 6 buah lubang yaitu vagina,
urethra, 2 muara kelenjar bartolini 2
muara kelenjar skene
6. Himen, Berupa
lapisan yang tipis dan menutupi sebagian besar introitus vagina
7. Perinium, Adalah
daerah muskular yang dititupi kulit antara introitus vagina dan anus.
DAFTAR PUSTAKA
Syaifuddin, Drs. H.
2006. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta : EGC
Safitri, 2005.Bagian
Obstetri dan FisiologiFakultas Kedokteran.Universitas Padjajaran Bandung.
Obstetri Fisiologi. Eleman. Bandung. 1983.
Bobak.Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Jakarta. 2005.
Cunningham, F Gary.2006.Obsterti organ reproduksiWilliam
Edisi 21. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta..
Manuaba, Ida Bagus.1998.Ilmu
Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan
Bidan. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Jakarta..hal 78-80.
Depkes RI. 1993. Asuhan
Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga. Cetakan Ke III. Jakarta.
Kusmiyati,
Y. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Cetakan ke
VI.Fitramaya.Yogyakarta.
Neil, W.R.
2001.Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan.
Jakarta. Dian Rakyat.
Salmah, dkk.
2006. Asuhan Kebidanan Antenatal.
EGC. Jakarta.
Scott, J.
2002. Danforth Buku Saku Obstetri dan
Ginekologi. Widya Medika. Jakarta.
Yuniarti, K.
2011. Sistem Reproduksi Wanita. EGC. Jakarta.
Ziana.zianarmie.2011. sistem Reproduksi Wanita. wordpress.com/2011/02/09/sistem-reproduksi-wanita/
unduh 20 oktober 2015 09:49 AM
Anonim. 2008. Anatomi
dan Fisiologi Reproduksi Wanita. Kuliahbidan.wordpress.com/2008/09/09/anatomi-dan-fisiologi-sistem-reproduksi-wanita-2/
unduh 5 Maret 2011 07:17 PM
Anonim. 2014. Image, biology.clc.uc.edu.http://pratinjau.blogspot.co.id/2010/12/vulva.htmlDiakses
Tanggal 20 Oktober 2015
Anonim.2015. Gambar
Eksternal wanita. http://Sundrayantiblogspot.com.html.
Diakses pada tanggal 20 oktober 2015 09:11 PM
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar