Rabu, 30 November 2016

makala Reproduksi



MAKALAH

ALAT REPRODUKSI EKSTERNAL PADA WANITA
Diajukan  untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Reproduksi dan Embriologi
 Dosen Pengampu Dr. Dewi Cahyani, MM., MPd



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQeGCZO-MAH-ZHgnR9ocBcTQzjkr3oGceotvVIVmK5KB5AScdK_YDVqcu-u4Pi_QHmC8BPv3kzhp3UGCoFCyNmgcrtbbwmXNGPbX5aUrd9VcMqe1exnWipNVyJ1wqGtECUujuFsfOjG_4/s200/csp_14263.jpg
 





Disusun oleh :
Kelompok 3 BIOLOGI A/ V
1.      Fini Sajidah Afaf   (1413163073)
2.      Ibnu ubaedilah       (14131630)
3.      Mustikah                (1413163094)
4.      Suci Lestari                        (1413162043)
5.      Yeni Yulianti         (1413163123)






JURUSAN TADRIS IPA-BIOLOGI
 FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( I A I N )SYEKH NURJATI
CIREBON
2015
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikumWr.Wb.
Puji dan syukur Kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami akanmembahasmengenai ”Alat Reproduksi Eksternal Pada Wanita” Makalah ini telah dibuat dengan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan hambatan selama mengerjakan makalah ini.Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini.Oleh karena itu, kami berharap pembaca untuk memberikan saran sertakritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harap kan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikumWr.Wb.


Cirebon, Oktober 2015
Penyusun











DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR                                                                                                              i
DAFTAR ISI                                                                                                                            ii
BAB 1 PENDAHULUAN                                                                                                        1
A.     Latar Belakang                                                                                                             1
B.     Rumusan Masalah                                                                                                       1
C.     Tujuan                                                                                                                         2
BAB II PEBAHASAN
A.     SISTEM REPRODUKSI PADA WANITA                                                                  3          
B.     ORGAN REPRODUKSI EKSTERNAL PADA WANITA……………………………….4
1.      Vulva                                                                                                                  4
2.      Mons veneris / Mons pubis                                                                                                6
3.      Labiya mayora                                                                                                                   8
4.      Labiya Minora                                                                                                       11
5.      Klitoris                                                                                                                   13
6.      Vestibulum                                                                                                                        16
7.      Selaput darah(Hymen)                                                                                           18
8.      Perineum                                                                                                               20
C.     KELAINAN PADA ORGAN EKSTERNAL WANITA………………………….22
1.      Condyloma…………………………………………………………………………….22
2.      Bartholinitis……………………………………………………………………..22
3.      Herpes genitialis………………………………………………………………...23
4.      Kandidiasis ……………………………………………………………………..24
5.      Kanker Serviks………………………………………………………………….25
6.      Servisitis ………………………………………………………………………..26
7.      Pseudohermaphrodite ………………………………………………………….27
8.      Vulvovaginatis …………………………………………………………………27
BAB III PENUTUP                                                                                                                  30
A.     Kesimpulan                                                                                                                 30

DAFTAR PUSTAKA                                                                                                               31
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Semua organisme mampu bereproduksi untuk melestrikan jenis-jenisnya supaya tidak menjadi punah. Pada manusia, reproduksi terjadi secara seksual dengan melibatkan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Sistem reproduksi sudah ada dalam tubuh kita saat kita lahir. Namun baru akan berfungsi saat kita mencapai usia remaja atau puber. Sistem reproduksi pada perempuan dan laki-laki terlihat berbeeda, tetapi keduanya memiliki tugas yang sama keduanya menghasilkan sel-sel khusus yang disebut sel kelamin. Jika sel kelamin laki-laki dan perempuan bertemu, keduanya bersatu dan berkembang didalam tubuh ibunya, bayi siap dilahirkan.
            Pada manusia reproduksi hanya berlangsung secara seksual. Sistem reproduksinya dibedakan menjadi organ reproduksi pria dan wanita. Begitu pula dengan alatkelamin wanita dibedakan menjadi alat kelamin luar dan alat kelamin dalam. Fertilisasi (pembuahan) diawali dengan pembentukan spermatozoa didalam testis dan ovum di dalam ovarium. Pembentukan spermatozoa disebutspermatogenesis dan pembentukan ovum disebut oogenesis. Sistem reproduksi juga dapat mengalami gangguan akibat penyakit atau kelainan. Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh kuman penyakit, faktor genetik, atau hormone.
            Reproduksi juga merupakan bagian dari proses tubuh yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan suatu generasi.Untuk kehidupan makhluk hidup reproduksi tidak bersifat vital artinya tanpaadanya proses reproduksi makhluk hidup tidak mati. Akan tetapi bila makhluk tidup tidak dapat bereproduksi maka kelangsungan generasi makhluk hidup tersebut terancam dan punah, karena tidak dapat dihasilkan keturunan (anak) yang merupakan sarana untuk melanjutkan generasiOleh sebab itu, sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui apa dan bagaimana itu sex dalam system reproduksi kita.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akaan di bahas adalah sebagi berikut
1.      Apa yang dimaksud dengan alat atau reproduksi wanita ?
2.      Apasaja organ reproduksi eksternal pada wanita ?
3.      Apasaja kelainan yang terjadi pada organ reproduksi eksternal pada wanita ?
4.      Apa saja masalah-masalah yang terjadi pada organ reproduksi eksternal wanita ?

C.    Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu :
1.      Untuk mengetahui maksud dari alat atau organ reproduksi wanita
2.      Untuk mengetahui organ reproduksi eksternal pada wanita
3.      Untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada organ reproduksi eksternal pada wanita
4.      Untuk mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada organ reproduksi eksternal wanita
















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sistem Reproduksi Wanita
            Anatomi sistem reproduksi wanita dapat dibedakan atas struktur dinding abdomen, organ genitalia eksterna, struktur dinding pelvis dan organ genitalia interna. Organgenitalia eksterna meliputi vulva yang terdiri dari mons pubis, labia mayor, labia minor, vestibulum vagina, klitoris, bulbus vestibuli dan glandula vestibularis mayor .Organ genitalia interna meliputi: ovarium, tuba, uterus dan vagina. Ovarium, tuba, uterus terletak di dalam kavum pelvis. Keduanya memilki fungsi yang berbeda, diantaranya yaitu: bagian Eksternal (sampai vagina) berfungsi kopulasi, bagian Internalberfungsi  sebagaiovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst,        implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran.


pelvic017

            Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan atau dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin atau steroid dari poros hormonal thalamus – hipothalamus – hipofisis – adrenal – ovarium
                                    Gambar 1.1 Reproduksi Wanita

B.     Organ Reproduksi Eksternal Pada wanita
            Organ genitalia eksterna meliputi vulva yang terdiri dari mons pubis, labia mayor, labia minor, vestibulum vagina, klitoris, bulbus vestibuli dan glandula vestibularis mayor




                                                Gambar 1.2 Organ Eksternal wanita
1.             Vulva
a)      Pengertian vulva
     Vulva adalah organ genital eksternal wanita., Vulva memiliki  struktur dan bagian-bagiananyalTampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar-kelenjar pada dinding vagina pengembangannya terjadi selama beberapa tahap, terutama periode janin sampai pubertas.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv83xLkn4LLmt6bZFhzmFWNol_H4GFq5ZCjyBMSauIGQ34vk2l2hYAli8rfMHhTIloJXIhkCY1UrX2ErDi7ATJbU2EKTdeUXURmkggGf89BFV72IF81-4FXCL0R99NkTrgLwp5TaR2eHQ/s1600/vagina_wanita.gif

Sebagai portal luar rahim manusia , Vulva memiliki fungsi seksual, Vulva merupakan celah paling luar dari alat kelamin wanita. Pada bagian dalam vulva terdapat saluran urine dan saluran reproduksi. Pada daerah dekat ujung saluran kelamin terdapat hymen/selaput darah. Hymen mengandung banyak pembuluh darah.
                             Gambar 1.3 Vulva
Alat kelamin wanita secara umum Vagina sedangkan vulva adalah seluruh alat kelamin luar.  Vagina sendiri merupakan saluran yang elastis, panjangnya sekitar 8 – 10 cm, dan berakhir pada rahim. Vagina dilalui oleh darah pada saat menstruasi dan merupakan jalan lahir. Karena terbentuk dari otot,  vagina bisa melebar dan menyempit. Kemampuan ini sangat hebat, terbukti pada saat melahirkan, vagina bisa melebar seukuran bayi yang melewatinya. Pada bagian ujung yeng terbuka, vagina ditutupi oleh sebuah selaput tipis, yang dikenal dengan istilah selaput dara. bentuknya bisa berbeda-beda antara tiap wanita. Selaput ini akan robek pada saat bersenggama, kecelakaan, masturbasi/onani yang terlalu dalam, olahraga dan sebagainya. Saat dilahirkan, seorang anak wanita telah memiliki alat reproduksi yang lengkap tetapi belum berfungsi sepenuhnya. Organ reproduksi akan berfungsi sepenuhnya saat seorang wanita telah memasuki masa pubertas.(Cunningham. 2006.:34-41)
b)      Bagian-bagian Vulva
Vulva merupakan suatu daerah yang menyelubungi vagina. Vulva terdiri atas Mons pubis, labia (labia mayora dan labia minora), klitoris, daerah ujung luar vagina dan saluran kemih.
1)      Mons pubis : gundukan jaringan lemak yang terdapat dibagian bawah perut, Daerah ini dapat dikenali dengan mudah karena tertutup oleh rambut pubis. Rambut ini akan tumbuh saat seorang gadis beranjak dewasa.
2)      Labia : Lipatan berbentuk seperti bibir yang terletak di dasar mons pubis. Terdiri dari 2 bibir, yaitu labium mayora (bibir luar) merupakan bibir yang tebal dan besar dan labium miora (bibir dalam) merupakan bibir yang tipis yang menjaga jalan masuk ke vang menjaga jalan masuk ke vagina.
3)      Klitoris : merupakan organ kecil yang terletak antara kedua labia minora dan dasar mons pubis. ukurannya seperti kacang polong, penuh dengan sel saraf sensorik dan pembuluh darah. organ mungil ini sangat sensitif dan berperan besar dalam fungsi seksual.
c)      Fungsi vulva
1)      vulva memiliki fungsi seksual, organ-organ eksternal diinervasi kaya dan memberikan kenikmatan ketika benar dirangsang, vulva juga sebagai organ yang memiliki kekuasaan baik untuk "memberikan hidup" (sering dikaitkan dengan rahim), dan memberikan kenikmatan seksual kepada manusia.
2)      Vulva juga sebagai pembukaan/pengeluaran, sehingga berfungsi untuk fungsi vital buang air kecil.
3)      Gundukan lembut di bagian depan vulva dibentuk oleh jaringan lemak yang meliputi tulang kemaluan, dan disebut mons pubis Istilah ini mons pubis adalah bahasa Latin untuk "kemaluan" Berfungsi untuk melindungi alat genetalia dari masuknya kotoran.
.Tampilan vulva dan ukuran dari berbagai bagian sangat bervariasi dari satu perempuan kdengan perempuan lainya. Pada bagian atas dan luar vulva terdapat bagian yang tersusun atas jaringan lemak. Bagian ini dinamakan Mons Pubis, yang berfungsi sebagai pelindung alat genital dari masuknya kotoran. Saat masa pubertas, bagian ini banyak ditumbuhi rambut. Di bawah mons pubis terdapat bagian berupa lipatan dan jumlahnya sepasang. Bagian demikian disebut bibir besar atau labia mayora. Adapun pada bagian dalam labia mayora terdapat lipatan berkelenjar tipis, tidak berlemak dan berjumlah sepasang yang disebut labia minora. Fungsi kedua bagian ini adalah sebagai pelindung vagina. Di dalam labia mayora ada
Sebuah tonjolan kecil yang mengandung banyak ujung-ujung saraf perasa sehingga sangat sensitif. Tonjolan tersebut dinamakan klitoris, Seperti halnya penis pada laki-laki, klitoris akan bereaksi bila ada rangsangan. Reaksi ini dilakukan karena klitoris mengandung banyak jaringan erektil. Di bawah klitoris terdapat Orrificium urethre, yakni muara saluran kencing. Kemudian, di bawah klitoris terdapat bagian yang mengelilingi tepi ujung vagina. Bagian yang dimaksud yakni selaput darah.(Cunningham, F Gary. 2006: 34-41)
2.      Mons veneris / Mons pubis
a)      Pengertian
           Mons veneris / Mons pubis disebut juga gunung venus merupakan bagian yang menonjol dibagian depan simfisis terdiri dari jaringan lemak dan sedikit jaringan ikatsetelah dewasa tertutup oleh rambut yang bentuknya segitiga. Mons pubismengandung banyak kelenjar sebasea (minyak) berfungsi sebagai bantalpada waktu melakukan hubungan seks.
Mons veneris atau mons pubis adalah bagian menonjol di atas simfisis dan pada perempuan setelah pubertas ditututpi oleh rambut kemalauan. Pada perempuan umumnya batas atas rambut  melintang sampai pinggir atas simfisis, sedangkan ke bawah sampai ke sekitar anus dan paha. Ini adalah lapisan lemak yang menutupi pada tulang kemaluan dengan segmen untuk membuat labia mayora. Tujuan utama dari mons pubis adalah untuk memberikan bantalan dan perlindungan terhadap kemaluan Anda tidak memiliki akses untuk melihat node ini, terutama saat berhubungan seksual dan juga melindungi tulang dan jaringan yang terbaring di bawah. Pada anak gadis mons pubis tidak memiliki rambut apapun tetapi saat ia mencapai pubertas mons pubis juga menjadi tebal dan ditutupi dengan rambut kemaluan tebal.
b)      Bagian-bagian lain yang mendukung mons pubis
Segmen mons pubis ke labia majora juga dikenal sebagai bibir yang lebih besar pada kedua sisi alur dan disebut sebagai celah dari venus yang juga mengelilingi labia minora, lubang vagina dan klitoris bersama dengan bagian lain dari ruang depan vulva. Jaringan lemak yang sebagian besar menyusun mons pubis atau mons veneris sangat sensitif terhadap, estrogen dan karenanya membentuk gundukan yang terlihat ketika anak perempuan mencapai pubertas. Karena ini bagian labia majora didorong ke depan dan ditempatkan jauh dari kemaluan Anda tidak memiliki akses untuk melihat simpul ini. Berikut bagian-bagian dari mons pubis :
c)      Perkembangan Mons Pubis
Saat anak perempuan tumbuh menjadi wanita, anatomi dia juga melewati berbagai tahap: Sebelum terjadinya siklus menstruasi mons pubis memiliki jumlah yang sangat kecil lemak dan umumnya datar
Pada masa pubertas, tubuh wanita mulai melepaskan estrogen dan progesteron karena yang mons pubis mulai tumbuh rambut dan perlahan-lahan mengembangkan jaringan lemak di daerah ini
Setelah menopause, rambut kemaluan menjadi lebih tipis, abu-abu dan kasar dan juga mulai kehilangan beberapa lemak Anda tidak memiliki akses untuk melihat simpul ini.
Sebagian besar setelah melahirkan atau bahkan karena genetika, beberapa wanita menghadapi masalah kelebihan kehadiran jaringan lemak pada atau sekitar mons pubis karena yang mereka memilih untuk pergi untuk plastik Anda tidak memiliki akses untuk melihat simpul, lipo suction atau tummy tuck untuk prosedur ini. Beberapa wanita juga menghilangkan rambut vagina dengan cara yang berbeda seperti laser hair removal, waxing, mencukur atau krim hair removal. Karena daerah ini sangat sensitif semua perawatan dan prosedur di atas harus dilakukan dengan berkonsultasi dengan profesional berlisensi.
d)     Fungsi Mons Pubis
Daerah yang menggunung di atas simpisis yang akan di tumbuhi rambut kemaluan ( pubis ) jika wanita beranjak dewasa . pada wanita , rambut ini tumbuh membentuk sudut lengkung sedangkan pada pria membentuk sudut runcing ke atasBerfungsi untuk melindungi alat genetalia dari masuknya kotoran selain itu, Selama hubungan intim, tubuh mengalami gerak pada daerah genital yang dapat menyebabkan cedera pada bagian halus perempuan. Demikian pula, alasan lain juga dapat menyebabkan cedera bagian ini dan karenanya mons pubis terletak di sana untuk melayani sebagai pad keamanan untuk melindungi organ ini dari bahaya apapun. Selain itu, mons pubis juga membantu dalam merangsang penciuman aroma yang meningkatkan daya tarik seksual. Kelenjar sebasea dan keringat yang hadir di dalam mons pubis yang menciptakan daya tarik secara seksual bau untuk merangsang gairah.

3.      Labia Majora
a)      Pengertian
                        Labia majora adalah dua lipatan kulit longitudinal atau memanjang mulai dari mons pubis sampai pirenium, membentuk batasnlateral celah vulva yang berisi jaringan penyambung, lemak, otot polos, pembuluh – pembuluh darah, serabut saraf, dan kelenjar – kelenjar (kelenjar sebasea dan kelenjar keringat). Ligmentum teres uteri berakhir di bagian depan labia majora ini. Kearah ventral kedua labia majora bersatu membentuk comissura anterior. Ke arah posterior masing – masing labia majora berbaur dengan kulit sekitarnya; kulit penghubung antara keduanya membentuk comissura posterior, yakni batas posterior vulva. Daerah antara comissura anterior dan anus disebut perineum “ginekologik. ( Asep. 2011 : 52)
Labia majora Berupa  dua buah lipatan jaringan lemak, berbentuk lonjong dan menonjol yang berasal dari mons veneris dan berjalan kebawa dan ke belakang yang mengelilingi labia minora.Terdiri dari 2 permukaan, yaitu bagian luar yang menyerupai kulit biasa dan ditumbuhi rambut, dan bagian dalam menyerupai selaput lendir  dan mengandung banyak kelenjar sebacea Labia mayora kiri dan kanan bersatu di bagian belakang dan batas depan dari perinium  disebut Commisura posterior/frenulum.Homolog dengan skrotum pada laki laki( Sridianti diperbaharui: 10 September, 2015)
Labia mayora
Gambar 1.4 Labia Majora
Labia mayora mengacu pada dua lipatan luar yang besar yang meliputi labia minora wanita. Di luar, mereka umumnya ditutupi dengan rambut kasar, dan lipatan dalam mereka terdiri dari kulit halus yang biasanya berwarna merah muda atau warna cokelat. Labia mayora dapat berbagai ukuran dan bentuk dari panjang dan tipis untuk pendek dan tebal. Ini biasanya bervariasi dari wanita ke wanita, dan banyak variasi dianggap normal.
Labia mayora terutama terdiri dari jaringan lemak dengan persentase lebih besar dari lemak di depan daripada di belakang. Mereka dianggap menjadi setara perempuan untuk skrotum pria, karena mereka dibuat dari jaringan yang sama selama perkembangan janin. Pada laki-laki, jaringan turun ke bawah dan menutupi organ seksual, atau testis. Pada wanita, mereka tetap eksternal untuk melindungi pembukaan yang mengarah ke ovarium internal dan uterus.
Dalam teori rambut yang menutupi alat kelamin yang ada untuk membantu mencegah kuman dan bakteri dari memasuki labia minora, vagina, dan urethra. Manusia modern, bagaimanapun, manfaat sangat sedikit dari rambut-rambut ini pelindung, yang dianggap sisa-sisa yang ditinggalkan oleh nenek moyang prasejarah. Labia majora itu sendiri, bagaimanapun, adalah bentuk pertahanan baris pertama untuk vulva dalam.
Pewarnaan dari labia mayora dapat bervariasi dari wanita ke wanita. Bagian luar dari lipatan umumnya pigmen yang sama sebagai sisa tubuh wanita, sedangkan bagian dalam bisa berwarna coklat, merah muda, atau bahkan berwarna ungu dengan warna. Semua ini dianggap normal, meskipun variasi dari warna normal wanita harus dilaporkan ke dokter, terutama jika disertai dengan rasa gatal, keputihan, atau iritasi.
Beberapa infeksi vagina dapat menyebabkan labia mayora menjadi meradang, gatal, dan iritasi. Ini umumnya kurang mungkin dibandingkan gejala yang dialami dalam labia minora tetapi dapat terjadi. Infeksi umum yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan termasuk yang disebabkan oleh ragi, bakteri, dan penyakit menular seksual. Labia mayora juga wilayah utama terpengaruh dengan crabs, atau kutu genital. Pengobatan harus diberikan oleh dokter berlisensi.

b)      Bagian- bagian labia mayora.
1.      Terdiri dari 2 permukaan, yaitu bagian luar yang menyerupai kulit biasa dan ditumbuhi rambut, dan bagian dalam menyerupai selaput lendir dan mengandung banyak kelenjar sebacea dari kelenjar keringat
2.      terletak dibagian anterior / depan symphisis os pubis.
3.      Berupa dua buah lipatan jaringan lemak, berbentuk lonjong dan menonjol yang berasal dari mons veneris dan berjalan kebawah dan ke belakang yang mengelilingi labia minora
4.      Labium mayor akan ditumbuhi rambut (pubis) ke arah bawah dan belakang setelah pubertas
5.      Labia mayora kiri dan kanan bersatu di bagian belakang dan batas depan dari perinium disebut Commisura posterior/ frenulum.
6.      Labium mayora, ini sama atau homolog dengan dengan skrotum pada pria
7.      Didalamnya terdapat lipatan jaringan tipis disebut Labium minora
8.      Lapisannya berupa kulit yang sama dengan kulit di bagian tubuh lainnya, yaitu tebal dan kering dan bisa membentuk sisik..

4.      Labia Minora
a)      Pengertian
                        Labia Minora (nimphae) adalah alat reproduksi wanita yang berbentuk seperti bibir, oleh karena itu Labia Minora ini biasa disebut bibir kecil kemaluan. Labia Minora merupakan 2 lipatan kecil yang terletak di dalam Labia Mayora, dari ujung klitoris sampai akhir labia Mayora. Permukaan pada Labia Minora merupakan modifikasi dari kulit biasa, Cuma pada permukaan ini lebih banyak folikel sebasea untuk menjaga labia minora tetap basah. Pada bagian ini juga terdapat banyak serabut saraf sehingga akan sensitif terhadap rangsangan seks. 
Labia minora dilihat dari bentuknya Merupakan dua buah lipatan jaringanyang pipih dan berwarna kemerahan -  yang terlihat jika labia mayora dibuka, Pertemuan lipatan labia minora kiri dan kanan di bagian atas  disebut -  preputium klitoris, dan di bagian bawah disebut frenulum  klitoris.Pada bagian inferior kedua lipatan labia minora memanjan mendekati -  garis tengah  dan menyatu dengan fuorchette
                        Labia minora (bibir- bibir kecil atau Nymphae) adalah suatu lipatan tipis dari kulit sebelah dalam bibir besar. Ke depan kedua bibir kecil bertemu yang di atas klitoris membentuk preputium klitoridis. Kebelakang kedua bibir kecil juga bersatu dan membentuk Fossa navilulare.Fossa naviluare ini pada perempuan yang belum pernah bersalin tampak utuh, cekung seperti perahu.Pada perempuan yang pernah melahirkan kelihatan tebal dan tidak rata. Kulit yang meliputi bibir kecil mengandung banyak glandula sebasea ( kalenjar- kalenjar lemak) dan juga ujung- ujung saraf yang meneyebabkan bibir kecil sangat sensitif. Jaringan ikatnya mengandung banyak pembuluh darah dan beberapa otot polos yang menyebabkan bibir kecil ini dapat mengembang
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWqkLZ-FjKCgly1KXBFmNdSAbQ9PLiZiBn1b4TwROGAUov7P6AM2xWvYZ9j6pLQvhTCJKhLe0R9dJIMvrR9RbYOxlUWVaDhVJ5a2hpfsU3udwF4jgKFLULj6571681LpqKt6R_MMa1MUXf/s1600/Alat+reproduksi.jpg
Gambar 1.5 Labia Minora
b)      Bagian – bagian labia minora
1)      Lipatan jaringan tipis terletak tepat di sebelah dalam dari labium mayor
2)      Merupakan dua buah lipatan jaringan berwarna kemerahan Karena kaya akan pembuluh darah
3)      Labium minora ini terlihat jika labia mayora dibuka.
4)      Pertemuan lipatan labia minora kiri dan kanan di bagian atas disebut - preputium klitoris, dan di bagian bawah disebut frenulum klitoris
5)      Pada bagian inferior kedua lipatan labia minora memanjang mendekati - garis tengah dan menyatu dengan fuorchette.
6)      Tidak mempunyai folikel rambut.namun merupakan selaput lendir yang memiliki struktur yang sama dengan kulit, yang permukaannya tetap lembab karena adanya cairan yang berasal dari pembuluh darah pada lapisan yang lebih dalam
7)      Disusun oleh otot polos dengan ujung serabut saraf.yang mengelilingi lubang vagina dan uretra disisi dalamnya.

1.      Fungsi
                        Labia minora terletak di dalam flaps besar jaringan yang dikenal sebagai labia mayora, labia minora, atau yang kadang-kadang disebut seperti”bibir bagian dalam”, berfungsi melindungi vagina. Menurut Labia Library, mereka juga membantu memberikan stimulasi dan pelumasan selama hubungan intim. (Anonim. 2015)


5.      Klitoris
a)      Pengertian Klitoris
          Klitoris merupakan organ seksual wanita yang ditemukan di ujung sebelah atas antara kedua labia minora (bibir vagina dalam). Klitoris terdiri dari satu daerah bulat atau kepala, disebut kelenjar, dan bagian yang lebih panjang, disebut batang, yang memiliki bentuk-bentuk cekungan mirip dengan yang dipunyai penis. Jaringan dari bibir bagian dalam biasanya menutupi batang klitoris, yang membentuk tudung atau kulit khatan untuk melindunginya. Satu-satunya bagian dari klitoris yang dapat dilihat langsung adalah kelenjarnya, yang terlihat seperti kancing kecil berkilat. Ukuran dan bentuknya berbeda-beda pada setiap wanita. Klitoris dapat dilihat dengan mendorong kulit selubung klitoris ke belakang. Ada banyak sekali ujung saraf dalam klitoris dan di daerah sekitarnya.

b)      Bagian-bagian klitoris dan keteranganya
1.      Merupakan suatu tanggul berbentuk silinder dan erektil yang terletak di ujung superior vulva
2.      Merupakan hasil pertemuan labium minora kanan dan kiri yang membentuk tonjolan ke depan Berupa penonjolan kecil (corpus clitoridis) yang sangat peka terhadap rangsangan dan tersusun banyak pembuluh darah sehingga bisa mengalami ereksi
3.      Mengandung banyak urat urat syaraf sensoris dan pembuluh pembuluh darah.
4.      Jumlah pembuluh darah dan persyarafan yang banyak membuat klitoris sangat sensitif terhadap suhu, sentuhan dan sensasi tekanan.
5.      Fungsi utama klitoris adalah menstimulasi dan meningkatkan keregangan seksual.
6.      Ujung badan klitoris dinamai Glans dan lebih sensitif dari pada badannya
7.      Panjang klitoris jarang melebihi 2 cm dan bagian yang terlihat adalah sekitar 6x6 mm atau kurang pada saat tidak terangsang dan akan membesar jjika secara seksual terangsang.
8.      Dibungkus oleh sebuah lipatan kulit yang disebut preputium
9.      Clítoris ini terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva yang tertanam di dalam dinding anterior vagina.

c)      Fungsi Klitoris
          Banyaknya ujung saraf dalam klitoris menyebabkannya menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan atau tekanan langsung atau tidak langsung. Hal ini mirip dengan penis pada pria. Rangsangan pada daerah klitoris dapat menjadi nikmat, bahkan memberikan pemiliknya kenikmatan seksual merupakan satu-satunya fungsi organ ini yang diketahui, dan klitoris adalah satu-satunya organ manusia yang memiliki pemberi kenikmatan sebagai fungsi utama. Klitoris tidak ada hubungannya dengan kehamilanmenstruasi, atau kencing.(wikipedia. 2010)
d)     Proses terjadinya Rangsangan Pada Klitoris
          Saat seorang wanita menjadi terangsang secara seksual, kelenjar dan batang klitoris terisi darah dan ukurannya membesar. Kelenjar ini dapat menggandakan ukuran diameternya. Tidak ada bukti bahwa klitoris yang lebih besar berarti lebih tinggi rangsangan seksual. Saat rangsangan erotik berlanjut dan orgasme datang, klitoris menjadi kurang terlihat karena tertutup oleh jaringan penutup klitoris yang membesar. Pembesaran ini dirancang untuk melindungi klitoris dari kontak langsung, yang, bagi beberapa wanita, dapat mengganggu daripada mengenakkan. Klitoris akan keluar lagi saat rangsangan dihentikan.
          Setelah orgasme klitoris kembali ke ukuran semula dalam waktu sepuluh menit karena orgasme menyebabkan pembubaran darah yang terkumpul. Bila seorang wanita tidak mengalami orgasme, darah yang telah mengalir ke dalam klitoris akibat rangsangan seksual dapat tetap berada disana, menyebabkan klitoris tetap membesar untuk beberapa jam. Banyak wanita yang merasakan hal ini tidak nyaman.
          Klitoris seorang wanita dapat dirangsang melalui sentuhan langsung atau tidak langsung. Saat bersetubuh penis tidak menyentuh klitoris secara langsung. Masuknya penis ke dalamvagina, posisi apapun yang digunakan, menggerakkan labia minora, dan gerakan bibir yang menyentuh klitoris ini yang biasanya menyebabkan orgasme. Kontak langsung dengan klitoris dengan menyentuhkan dengan jari, alat penggetar, atau lidah dapat menyebabkan rasa tidak nyaman bagi banyak wanita. Bagi wanita ini, elusan atau jilatan biasa pada daerah di sekitar klitoris dirasakan lebih nikmat. Wanita lainnya menikmati stimulasi langsung. Ada banyak sekali variasi sensitifitas pada klitoris, dan setiap wanita akan menemukan mana yang dirasakan terbaik.(Safitri, 2005. 47-49)
e)      Morfologi Klitoris
          Organ pada perempuan seringkali dikaitkan denganklitoris. Bahkan, hanya dengan menyentuh dan merangsang klitoris, seorang perempuan dapat merasakan orgasme. Biasa disebut sebagai orgasme klitoral. Akan tetapi ada hal-hal tertentu yang membuat klitoris terasa sakit, bahkan oleh sentuhan yang amat lembut sekalipun. Untuk memahami bagaimana hal ini bisa terjadi, pengetahuan akan morfologi klitoris amatlah penting. Klitoris terletak tepat di atas lubang saluran urin (urethra), di bawah tulang pubik. Klitoris sebenarnya penis yang ‘tidak jadi’, karena itu bagian-bagiannya hampir sama.
          Ada kepala (glans) dan batang klitoris yang dilindungi oleh kulit yang disebut hood. Sejumlah perempuan yang disunat waktu bayi, kebanyakan kehilangan glans-nya. Glans bisa terlihat atau tersembunyi tergantung anatomi dan kondisi seksual perempuan bersangkutan. Saat perempuan terangsang secara seksual, glans biasanya membengkak dan sensitivitasnya meningkat. Setiap sentuhan yang diterimanya akan dialirkan lewat batang klitoris yang langsung ditransmisikan ke kumpulan urat syaraf di pangkalnya.
          Ketika kepala klitoris membengkak, umumnya akan keluar dari kulit yang menutupinya. Akan tetapi saat rangsangan meningkat, glans akan kembali bersembunyi dalam hood, yang melindunginya dari sentuhan berlebihan. Hood sendiri memiliki kelenjar yang menghasilkan cairan lubrikasi yang disebut sebum sehingga batang dan kepala klitoris dengan mudah keluar masuk. Akan tetapi jika sebum terakumulasi, maka akan terbentuk substansi keputihan seperti keju yang disebut smegma. Jika smegma tidak rajin dibersihkan akan mengeras dan bisa menyebabkan iritasi seperti jika sebutir debu masuk ke mata. Klitoris yang mengalami iritasi seperti ini akan menimbulkan sakit jika disentuh, walau sangat lembut. Celana ketat juga akan membuat perempuan bersangkutan kesakitan.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPYVAci3DK9woBjdZ1BO8ViL-yr2nqUW42yBEmypz1jMWK3mybu4tp7jNFiuIgNyQtAugfokYstISFRVFWa1IRIDmEy0l9ikQ3nOYlFmXBtzI_vZV37Bv3qJWhkbFu3haCTXp3nYyEuJM/s1600/vulva-3.png

          Akumulasi smegma juga bisa membuat hood melekat pada batang dan kepala klitoris yang juga akan menimbulkan rasa sakit tak terkira. Rajin membersihkannya umumnya bisa mencegah dan mengatasi masalah ini. Namun ada perempuan yang lubang hood-nya amat kecil sehingga sulit untuk mengeluarkan klitoris dan membersihkannya.(Yuniarti. 2011)
                                  Gambar 1.6  Klitoris
6.      Vestibulum
a)      Pengertian Vestibulum
           Vestibulum merupakan rongga sebelah lateral yang dibatasi oleh kedua labia minora, anterior oleh klitoris dan dorsal oleh fouchet. Pada vestibulum terdapat dua buah kelenjar skene dan dua buah kelenjar bartolini, yang mengeluarkan sekret pada waktu koitus.Introitus vagina juga terletak di vestibulum.Merupakan rongga yang sebelah  lateral dibatasi oleh kedua labia minora, anterior oleh klitoris dan  dorsal oleh fourchet.Vestibulum memilki muara  muara dari 6 buah lubang yaitu vagina, urethra, 2 muara kelenjar bartolini yang terdapat di samping dan agak ke belakang dari introitus vagina dan 2 muara kelenjar skene  di samping dan agak ke dorsal urethra.
VestibulumMerupakan rongga yang berada di antara labia minora, muka belakang dibatasi oleh klitoris dan perineum, dalam vestibulum terdapat muara-muara dari :
1)      Liang senggama (introitus vagina)
2)      Uretra
3)      Kelenjar Bartolin
4)      Kelenjar skene kiri dan kanan



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2_Sbf_Ucg695-AFES6inKQhPbyhwqbIxoY8aF-_GLCrfada2OwEYAi-kB7AhgQ8eUF8xdyIykjchipZQ-8-tJij7Sfa-gOyv7etaOEWE1xUid5ecBuyGf7XfJxhTq90yafQIjxFwsGKA/s1600/kelenjar+bartholini-2.jpg

Gambar 1.7 Vestibulum
Vestibulum merupakan cekungan memanjang antara labia minor dan orifisium vaginae. Lokasi klitoris berada dibagian ujung anterior vestibulum yang berbentuk segitiga. Terdapat 6 muara pada vestibulum:
1)      Meatus urethra : juga dikenal sebagai istium urethrae externum, dan muara ini terletak 2,5 cm di bawah klitoris.
2)      Dua ductus skene : muara kedua tubuli skene yang berjalan sejajar dengan urethra sepanjang kira-kira 6 mm, dan kemudian bermuara pada kedua sisi ostium urethrae externum.
3)       Ostium vaginae : juga disebut introitus vaginae, dan ini menempati dua pertiga bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo intacta) ostium vaginae ini ditutupi oleh hymen, yaitu suatu membrane (selaput) berlubang-lubang yang dapat dilewati darah menstruasi. Hymen akan sobek saat koitus (hubungan seksual) dan laserasi lebih lanjut terjadi pada saat melahirkan, dan sisa-sisa robekan tersebut dikenal sebagai caruncula myrtiformis atau caruncula hymenales.
4)      Dua ductus glandula Bartholini : glandula bartholini ini terletak dikedua sisi vagina, berada pada ligamentum triangulare, bentuk dan besar kelenjar ini sebanding dengan kacang kapri, dan terdiri atas glandula racemosa dan mensekresi mucus. Ductusnya merupakan muara kelenjar tersebut, dan bermuara di luar hymen sehingga sekresi kelenjar tersebut akan mempertahankan genital eksterna tetap lembab.



7.      Selaput Darah (Hymen)
a)      Pengertian


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEib1xGY0ICdR0z3uHWLkFRrh8VkQ2LvGPRI_E0hfvDCcdYBv8mWIq2o5pCw5-dI2qhl8uWVr5DzkxP4v9tI5HlxrkvS1NOLwkHYb2Pjb7QOPlMPuR-Nc3tXCfZB9NqX63HSL508tu5qMsQ/s1600/vestibula.jpg

           Hymen merupakan suatu lipatan membran mukosa yang mengelilingi liang vagina. Selaput dara atau hymen adalah lipatan membran yang menutup sebagian luar vagina. Bentuk selaput dara paling umum adalah sabit. Setelah seorang wanita melahirkan, selaput dara yang tertinggal disebut carunculae myrtiformes. Selaput dara tidak memiliki fungsi anatomi yang diketahui. Selaput dara biasanya tidak rusak karena olahraga atau menggunakan tampon. Di saat seorang wanita mencapai usia pubertas, selaput dara menjadi elastis. Hanya 43% wanita melaporkan pendarahan ketika mereka pertama kali melakukan senggama.
                                   Gambar 1.8 Hymen
b)      Fungsi Hymen
           Hymen Merupakan lapisan tipis yang menutupi sebagian besar dari introitus vagina , membentuk lubang sebesar ibu jari sehingga darah haid maupun sekret dan cairan dari genetalia intenal dapat mengalir ke luar.
e)      Morfologi dan Anatomi Hymen
1)      Bentuk Crescent : tidak terdapat jaringan hymen pada jam 12. Jaringan hymen mulai ada pada jam 1 atau 2 berupa pita kecil yang semakin membesar secara maksimal pada jam 6 begitu seterusnya secara simetris akan mengecil kembali pada posisi jam 10 atau 11.
2)      Bentuk Annular : bentuknya seperti cincin melingkari liang vaginam biasa ditemukan pada bayi perempuan.
3)      Bentuk Redundant : melipat dan kadang-kadang menonjol kearah dalam.
4)     


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEUKvJkbatcvjdAN4S-LAtC7NfQ7iVT2QwbjH1VjeWJMABh7gaeuMysvCulqk_kp85e6UACrYxP_THyk6L8IhEZdmcQbvVnZWTPmJVck8ZRDVRG_uVzn8iIQHduxR-U7_JlivohU8UMAo/s1600/organ+genitalia+eksterna.jpg

Bentuk yang jarang: Fimbria atau Denticular, Septum (sekat), Cribriform atau lubang kecil2, vertikal (seperti bibir vagina yang ketiga) dan imperforata (nggak ada lubang).
                             Gambar:1.9Hymen
Mamalia lain yang juga punya hymen: tupai, rusa, kodok, kelelawar, kucing, simpanse, gajah, anjing, kuda, tikus dan lain-lain. Salah satu informasi yang sering keliru atau bahkan tak banyak orang tahu adalah bentuk selaput dara wanita yang tidak seragam atau sama bentuknya. Dengan mengetahui fakta bahwa bentuk selaput dara bervariasi diharapkan dapat mengubah persepsi serta meluruskan anggapan yang salah tentang organ kewanitaan ini. Seperti dituturkan pakar Obstetrik Ginekologi  dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr  Suryono Slamet Iman Santoso, SpOG, selaput dara wanita memang berlainan dan memiliki lubang atau pori yang bentuknya bervariasi.  Derajat kelembutan dan fleksibilitas selaput yang juga disebut “hymen” ini pun berbeda-beda.       “Selaput dara ini mempunyai banyak bentuk, mulai dari bentuk annular, ada yang bersepta-septa dan ada  juga yang cibriformis atau berlubang-lubang.  Karena bentuknya selaput, pendarahan pada bagian ini biasanya sedikit.  Nah, inilah yang biasa suka mengeluarkan darah  saat melakukan seks pertama. Tapi belum tentu semua wanita akan begitu. Bila seorang wanita memiliki bentuk selaput annular yang wujudnya sangat tipis, maka kemungkinan besar ia tidak akan mengalami pendarahan sama sekali pada saat hubungan seks pertama kali. Dengan fakta ini pula, sebagian dari mitos tentang darah keperawanan sebenarnya dapat diluruskan.
Selain jenis yang tipis dan berlubang, ada pula wanita yang bagian selaputnya tidak memiliki lubang sama sekali atau juga disebut “impervorate hymen”.  Jenis ini adalah suatu kelainan genetika dan seorang wanita biasanya akan kesulitan saat memasuki masa menstruasi. “Ini adalah kelainan kongenital atau bawaan sejak lahir. Akibatnya seorang wanita tidak menstruasi dalam jangka waktu lama, padahal ia sebenarnya haid tapi darahnya tertahan di dalam vagina dan bisa menimbulkan tumor.  Tipe Hymen berdasarkan bentuk :
1.    Annular hymen : selaput melingkari lubang vagina.
2.    Septate hymen : selaput yang ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka
3.    Cibriform hymen : selaput ini juga ditandai beberapa lubang yang terbuka, tapi lebih kecil clan jumlahnya lebih banyak.
4.    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgxHzMJEfDVLKAUyTunStpJJADHhq34_C79RlMpft5THdhK7Ywt4lM-3FFlQnucNSeKZcjmCQATpL67Qs9zGt_Y_5ay4BpW-_Cl6C-XwPi9zV5pdYqpD387fZ0PKm2ivqVRN4blsZNok1m/s320/180128p.jpgIntroitus : Pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam berhubungan seksual, bisa saja lubang selaputnya membesar. Namun masih menyisakan jaringan selaput dara.










Gambar 1.1 Hymen
8.      Perineum
a)      Pengertian Perinium
           Perineum adalah area yang memanjang dari dasar labia minora ke saluran anus .bentuknya menyerupai segitiga dan terdiri atas jaringan ikat , otot  dan lemak .
           Perineum menyebabkan genetalia eksternal melekat pada otot dasar velvis Perinium terletak antar vulva dan anus, panjangnya rata- rata 4 cm. Jaringan yang mendukung perinium terutama diafragma pelvis dan diafragma urogenitalis. Difragma pelvis terdiri ats otot-otot levator ani dan otot koksigis posterior serta fasia yang menutupi kedua otot ini. Diafragma urogenitalis terletak eksternal dari diafragma pelvis, yaitu di daerah segitiga antara tuber isiadika dan simfisis pubis. Diafragma urogenitalis meliputi muskulus tranversus perinei profunda, otot konstriktor uretra dan internal maupun eksternal yang menutupinya.
           Perinium mendapat pasokan darah terutama dari arteria pudenda interna dan cabang- cabangnya. Persarafan perinium terutama oleh nervus pudendus dan cabang-cabangnya. Oleh sebab itu, dalam menjahit robekan perinium dapat dilakukan anastesi blok pudendus. Otot levator ani kiri dan kanan  bertemu di tengah-tengah di antara anus dan vagina yang di perkuat oleh tendon sentral perineum. Ditempat ini bertemu otot-otot bulbokavernosus, muskulus tranversus perinei superfisialis, dan sfingter ani eksternal. Struktur ini membentuk perineal body yang memberikan dukungan bagi perinium. Dalam persalinan sering menglami laserasi, kecuali dilakukan episiotomi yang kuat.
b)      Fungsi Perinium
           Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina.Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah rupture. Dan Berfungsi untuk melindungi bagian organ yang ada didalam labia minora 
c)      Morfologi Perinium


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh8ml8AU_omgRX7Tw4YrAHfnk2XQXR4AaxguskQyplAeTC7ZWxJk9BMElJQga7pbgnUFVNRYoH6RzDt56N2WAQvg06MZv5bF83rk-xFcilsSLwjeMTKi8Xg6JJkWewLkdIpNIVa_XzDmo/s1600/perineum.jpg

           Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Panjangnya lebih kurang 4 cm. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra).

                                   Gambar 1.2.1 Perinum
C.    KELAINAN PADA ORGAN EKSTERNAL WANITA
Selain pentingnya menjaga kebersihan organ intim, wanita juga wajib mengetahui penyebab dan gejala pada penyakit-penyakit kelamin yang tidak bisa kita prediksi kedepannya. Ternyata pencuci khusus organ intim tidak menutup kemungkinan terserang penyakit. Begitu banyak faktor yang menyebabkan terjangkitnya penyakit , dan tahukah anda bahwa daerah tropis dan subtropis juga berdampak pada penyakit kelamin? Jamur, bakteri dan parasit penyebab utama terjadinya infeksi. Mari kita ketahui lebih dalam lagi. Ada beberapa Penyakit Kelamin Yang Harus Diwaspadai Oleh Wanita,diantaranya yitu:
1.      Condyloma


http://pathol.med.stu.edu.cn/pathol/fileUpload/imageUpload/Diagrams/Ch9-4Sexually-Trasmission/9410CondylomaAccuminataInVagina.jpg

Condyloma adalah gangguan yang ditandai dengan benjolan seperti bunga kol atau jengger ayam. Penyakit ini dikenal sebagai kutil kelamin. Condyloma merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV). Pengobatan dapat dilakukan dengan obat oles, obat suntik, atau operasi.
                                    Gambar 1.2.2 Kelainan Condyloma
2.      Bartholinitis
Bartholinitis adalah infeksi yang berada dipinggir salah satu kelenjar Bartholin, dan terletak pada bagian dasar labia. Penyebab penyakit ini karena terjadi infeksi dan gonokokus atau dapat juga karena adanya bakteri lain. Bartholinitis dapat menyerang kelenjar penderita, namun penyakit ini tidak menular saat berhubungan seks. Kelenjar ini berukuran kira-kira 1cm dan terletak pada lubang awal vagina. Kelenjar bartholin ini berfungsi sebagai pelumas saat melakukan hubungan seksual karena kelenjar ini menghasilkan sedikit cairan untuk bibir vagina saat berhubungan seksual. Gejala pada penyakit ini berupa demam dan tidak enak badan. Sedangkan gejala pada vagina, mengalami pembengkakan pada kanan atau kiri vagina, dan merasa nyeri bila diraba. Hal ini


https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRRj4GNRH6apskF5doBzVEGcaU5cG0A6JXheP_Ix9vnMSKIcffC

dapat berujung terjadi kista bartholinitis bila tidak cepat ditindak lanjuti.
                        Gambar 1.2.3 kelainan  Brotolinithis

3.      Herpes Genitalis


http://solusipenyakitkulit.com/wp-content/uploads/2015/07/28.jpg,http://solusipenyakitkulit.com/wp-content/uploads/2015/06/18.jpg

Herpes Genitalis merupakan infeksi STD ( sexually transmitted disease), yang disebabkan oleh virus (HSV) Herpes Simplex virus type II sebagian kecil bisa juga karena virus tipe I. HSV sendiri dibagi 2 jenis. HSV 1 biasanya akan menyerang badan (pinggang ke atas hingga mulut), dan SHV 2 biasanya menyerang pinggang kebawah. Adapun HSV 1 terjadi karena hubungan oral sex dan menular melalui tangan, oleh sebab itu herpes genitalis lebih banyak dikarenakan HSV 2.
            Gambar 1.2.4 kelainan Herves gentialis
Seseorang bila sudah terkena infeksi HSV memungkinkan terjadi 3 fase yang berbeda atau bahkan tidak terjadi gejala. Infeksi primer yang terjadi langsung pada diri penderita, infeksi nonprimer, infeksi rekuren dan asimtomatik atau tidak mengalami infeksi sama sekali.
Pada infeksi primer terjadi virus dari luar akan masuk dalam badan penderita, lalu langkah selanjutnya virus menjalar dan bergabung dengan DNA sehingga terjadi multiplikasi, dan virus menjalar melalui saraf sensorik dan menetap secara permanent. Infeksi non primer, infeksi yang sudah lama terjadi tetapi tidak mengalami gejala seperti infeksi primer. Dalam tubuh penderita membentuk sebuah antibody yang bila terjadi penjalaran virus tidak akan separah infeksi primer.
Infeksi rekurens, terjadi dimana HSV yang sudah ada dalam badan penderita aktif kembali dan menggandakan diri. Hal ini dikarenakan luka, hal-hal lain semacam stress, mengkonsumsi alkohol, kelelahan, makanan yang merangsang penyakit, hubungan seksual yang terlalu berlebihan.
Gejala pada penyakit ini akan mengalami proses inkubasi 3-7 hari. Tetapi bisa juga penyakitnya tidak terlihat apalagi bila infeksi terjadi pada mulut rahim. Pada awalnya akan timbul seperti kulit terbakar ditempat yang akan terjadi luka. Proses berlanjut penderita akan mengalami rasa tidak enak badan, sakit kepala, pusing, cepat lelah, demam dan juga nyeri otot.
4.      Kandidiasis
Kandidiasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur yang bersifat akut ataupun subakut yang biasanya disebut jamur Candida. Jamur ini semacam ragi, terdapat dalam tubuh, sistem imun yang kuat akan dapat menolak datangnya penyakit kandidiasis.
Jamur ini tidak hanya menyerang vagina, tetapi dapat menyerang paru-paru, mulut, kulit dan lain-lain. Kandidiasis pada vagina biasanya dikarenakan obat antibiotik yang lebih sering dipakai, penggunaan pil KB, dan obat-obatan lain yang mengubah suhu daerah vagina sehingga timbul jamur candida, gejalanya mengalami rasa gatal, terbakar, dan keluarnya cairan kental berwarna putih, dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Jamur pada mulut biasanya disebut dengan thrush, bila jamur menjalar lebih dalam maka akan menyerang tenggorokan sehingga penderita akan sulit menelan, hilang selera makan, mual, dan sakit tenggorokan. Gejala dapat dilihat adanya gumpalan seperti busa pada mulut atau bintik-bintik merah. Pengobatan pada penyakit ini tidak akan menghilangkan candidia yang berada dalam tubuh, akan tetapi untuk mengendalikan jamur itu agar tidak berlebihan, tentu dengan sistem kekebalan tubuh lebih berpengaruh terhadap jamur tersebut karena bakteri dalam tubuh dapat mengendalikan jamur tersebut.

5.      Kanker Seviks
Kanker servisks, kanker yang banyak ditakuti oleh kaum wanita, dalam catatan WHO, setiap tahun ribuan wanita didunia meninggal disebabkan penyakit ini, penyakit yang menduduki peringkat teratas penyebab kematian wanita didunia.


kangker serviks

                                    Gambar 1.2.5 kanker Serviks
Kanker serviks yang biasanya disebut kanker leher rahim adalah kanker yang disebabkan oleh virus Human Pappiloma Virus (HPV) yang menyerang leher rahim wanita. Pada negara berkembang sekitar 5% dapat melakukan pengobatan kanker serviks stadium awal, sehingga sekitar 76,6% wanita berobat ketika penyakit memasuki stadium lanjut hal ini dikarenakan kanker ini tanpa gejala. Infeksi HPV menjadi kanker serviks memakan waktu cukup lama sekitar 10-20 tahun namun proses infeksi ini tidak pernah disadari wanita oleh sebab itu wajib bagi wanita mengikuti vaksinasi kanker leher rahim. Penyebab HPV terdiri dari gaya hidup yang kurang baik, kurangnya menjaga kebersihan alat reproduksi, kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin, berganti-ganti pasangan dan kurangnya asupan asam folat pada tubuh. Gejala awalnya pun tidak ada ciri khas yang menunjukan terjangkit.
Ciri-ciri wanita mengalami gejala kanker serviks :
a.       Keputihan berlebih disertai pendarahan
b.      Selalu mengeluh sakit ketika berhubungan intim dan diikuti oleh keluarnya darah
c.       Saat buang air kecil mengalami rasa sakit
d.      Disaat menstruasi darah yang keluar lebih banyak dari normalnya
e.       Saat memasuki stadium lanjut, wanita sering merasa mual, nafsu makan berkurang, memiliki rasa sakit saat buang air kecil, berat badan menurun dan tidak stabil
Faktor Kebersihan organ intim sangat diperlukan untuk mencegah adanya penyakit kanker pada wanita. Diantaranya pemakaian pembalut yang lama, kebersihan air yang tidak maksimum ketika membasuh, keputihan yang dibiarkan terus menerus, dan penularan hubungan seksual dengan penderita.
6.      Servisitis
Servisitis adalah suatu kondisi medis dimana terjadi luka pada serviks yang menjadi penghalang kuman-kuman dari luar yang masuk. Serviks itu sendiri berposisi pada ujung rahim yang sempit yang terbuka ke arah vagina. Penyebab servisitis adalah mikrooganisme aoreb, kandraga, dan trikomas vaginalis. Tetapi dapat juga disebabkan oleh alat-alat kontrasepsi atau benda asing yang menempel dan melukai serviks.
Cervicitis ( endo cervicitis ) ialah radang pada selaput lendir canalis cervikalis. Karena epitel selaput canalis cervikalis hanya terdiri dari satu lapisan silindris mana dengan muda terjadi infeksi. Pada seorang multipara dalam keadaan normal canalis cervikalis bebas kuman, pada seorang multipara dengan ostium uteri eksternum sudah lebih terbuka, batas atas dari daerah bebas kuman ostium uteri internum.(Sulaiman Sastrawinata. 1981 : 86)
Pada cervicitis yang kronis kadang-kadang dapat dilihal bintik-bintik ini disebut ovula nabothii dan disebabkan oleh retensi kelenjar-kelenjar cerviks karena saluran keluarnya tertutup oleh pengisutan dari luka cerviks atau karena radang.(Sulaiman Sastrawinata.1981:86)



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHnqgA_RZKUO8mReWkhJ_mP-Kdbw9zkEBpJaW8XTc3motOJFLIpNzg7w7Xv2gkNaYcvugOPhqWYmWztlVvQI8kZOIgAngWGVfBr86GniOFdqDcudwMfKaLu2Xg_KVzfQQkwW3PIenzvMjc/s1600/mcdc7_cervicitis.jpg

                        Gambar 1.2.6 Kelainan Cervicitis
7.      Pseudohermaphrodite
Kelainan ini sangat langka. Pseudohermaphrodite adalah kelainan dimana bentuk alat kelamin seperti laki-laki dan perempuan namun tidak sempurna. Kelaminnya memiliki penis yang sangat kecil namun tidak memiliki testis. Bahkan pada beberapa bayi ditemukan jaringan testis dan ovarium. Penyakit ini adalah bawaan sejak lahir.
8.      Vulvovaginatis
Vulvovaginatis adalah peradangan pada vulva dan vagina yang disebabkan oleh virus. Vulvovaginal kandidiasis adalah nama yang sering diberikan untuk Candida albicans vagina infeksi berhubungan dengan dermatitis dari vulva (gatal ruam). 'Vaginal thrush', dan 'monilia' juga nama-nama untuk Candida albicans infeksi.


Vulval and vaginal candida - thrush

Candida albicans adalah jamur ragi biasanya bertanggung jawab atas vulva gatal dan pengosongan. Hal ini umumnya pelaku bahwa perempuan selalu merujuk pada setiap Vulvovaginal gatal sebagai "infeksi jamur," tapi perlu diketahui bahwa semua tidak selalu gatal disebabkan oleh ragi.
                                    Gambar 1.2.7 kelainan Vulvangitis
Vulvovaginitis dapat mempengaruhi perempuan dari segala usia dan sangat umum. Hal ini dapat disebabkan oleh bakteri, ragi, virus, dan parasit lain. Beberapa penyakit menular seksual juga dapat menyebabkan vulvovaginitis, seperti yang bisa ditemukan berbagai bahan kimia gelembung mandi, sabun, dan parfum. Faktor-faktor lingkungan seperti kebersihan yang buruk dan alergen juga dapat menyebabkan kondisi ini.
       Candida albicans, yang menyebabkan infeksi jamur, adalah salah satu penyebab paling umum vulvovaginitis perempuan dari segala usia. Penggunaan antibiotik dapat menyebabkan infeksi jamur dengan membunuh antijamur normal bakteri yang hidup di vagina. Infeksi jamur kelamin biasanya menyebabkan gatal-gatal dan tebal, putih discharg vagina, dan gejala lain. Untuk informasi lebih lanjut, lihat: ragi infeksi vagina
Penyebab lain adalah vulvovaginitis bakteri vaginosis, suatu pertumbuhan berlebih dari jenis bakteri tertentu dalam vagina. Bakteri vaginosis dapat menyebabkan tipis, warna abu-abu vagina dan bau amis.
Sebuah penyakit menular seksual yang disebut Trichomonas vaginitis infeksi adalah penyebab umum lain. Infeksi ini mengarah ke kelamin gatal, bau vagina, dan vagina yang berat, yang mungkin kuning-abu atau warna hijau.
Gelembung mandi, sabun, vagina kontrasepsi, feminin semprotan, dan parfum dapat menyebabkan iritasi ruam gatal di daerah genital, sedangkan nonabsorbent ketat atau pakaian kadang-kadang menyebabkan ruam panas.
Jengkel jaringan lebih rentan terhadap infeksi daripada jaringan normal, dan banyak organisme penyebab infeksi berkembang dalam lingkungan yang hangat, lembab, dan gelap. Tidak hanya faktor-faktor ini dapat berkontribusi pada penyebab vulvovaginitis, mereka sering memperpanjang periode pemulihan.
Kurangnya estrogen pada wanita postmenopause dapat menyebabkan kekeringan vagina dan penipisan kulit vagina dan vulva, yang juga dapat menyebabkan atau memperburuk kelamin gatal dan terbakar.
Nonspesifik vulvovaginitis (di mana penyebab dapat diidentifikasi) dapat dilihat dalam semua kelompok usia, tetapi paling sering terjadi pada anak gadis sebelum pubertas. Setelah pubertas dimulai, vagina menjadi lebih asam, yang cenderung untuk membantu mencegah infeksi.
Vulvovaginitis nonspesifik dapat terjadi pada anak perempuan dengan genital miskin kebersihan dan ditandai oleh berbau busuk, coklat-hijau pelepasan dan iritasi labia dan vagina. Kondisi ini sering dikaitkan dengan pertumbuhan berlebih dari suatu jenis bakteri yang biasanya ditemukan di dalam tinja. Bakteri ini kadang-kadang menyebar dari anus ke area vagina dengan mengusap dari belakang ke depan setelah menggunakan kamar mandi.
Pelecehan seksual harus dipertimbangkan pada anak-anak dengan infeksi yang tidak biasa dan berulang episode dijelaskan vulvovaginitis. Neisseria gonorrhoeae, organisme yang menyebabkan gonore, menghasilkan gonokokal vulvovaginitis di gadis-gadis muda. Gonocorrhea vaginitis terkait dianggap sebagai penyakit menular seksual. Jika tes laboratorium mengkonfirmasi diagnosis ini, gadis-gadis muda harus dievaluasi untuk pelecehan seksual.
Sekitar 20% dari non-hamil wanita usia 15-55 pelabuhan Candida albicans dalam vagina. Sebagian besar tidak mempunyai gejala dan itu berbahaya bagi mereka. Pertumbuhan yang berlebihan dari Candida albicans menyebabkan berat dadih putih seperti vagina, rasa panas di vagina dan vulva dan / atau ruam gatal di vulva dan kulit di sekitarnya.
Estrogen menyebabkan lapisan vagina untuk dewasa dan mengandung glikogen, sebuah substrat yang Candida albicans berkembang. Kurangnya estrogen pada wanita yang lebih muda dan lebih tua membuat kandidiasis Vulvovaginal jarang terjadi.(Manuaba.. 1998. 78-80.)

















BAB III
KESIMPULAN

       Organ ekternal reproduksi wanita sering disebut vulva, mencakup semua organ yang dapat terlihat dari luar,  berdasarkan hasil  pembahasan dapat disimpulkan  bahwa pada organ rreproduksi eksterna wanita terdiri dari :
1.      Mons Pubis / Mons Veneris, Bagian yang menonjol yang banyak berisi jaringan lemak yang terletak di permukaan anterior simpisis pubis
2.      Labia Mayora, Berupa dua buah lipatan jaringan lemak, berbentuk lonjong dan menonjol yang berasal  dari mons veneris dan berjalan kebawah dan ke belakang yang mengelilingi labia minora. Homolog dengan skrotum pada laki laki
3.      Labia Minora, Merupakan dua buah lipatan jaringan yang pipih dan berwarna     kemerahan yang labia terlihat jika mayora dibuka.
4.      Clitoris, Merupakan suatu tanggul berbentuk silinder dan erektil yang erletak di ujung superior vulva. Mengandung banyak urat urat saraf sensoris dan pembuluh pembuluh darah.
5.      Vestibulu,  Merupakan rongga yang sebelah lateral dibatasi oleh kedua labia minora,  anterior oleh klitoris dan dorsal oleh fourchet.. Vestibulum merupakan  muara muara dari 6 buah lubang yaitu vagina, urethra,  2 muara kelenjar bartolini 2 muara kelenjar skene
6.      Himen, Berupa lapisan yang tipis dan menutupi sebagian besar introitus vagina
7.      Perinium, Adalah daerah muskular yang dititupi kulit antara introitus vagina dan anus.











DAFTAR  PUSTAKA

Syaifuddin, Drs. H. 2006. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta : EGC
Safitri, 2005.Bagian Obstetri dan FisiologiFakultas Kedokteran.Universitas Padjajaran Bandung. Obstetri Fisiologi. Eleman. Bandung. 1983.
Bobak.Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2005.
Cunningham, F Gary.2006.Obsterti organ reproduksiWilliam Edisi 21. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta..
Manuaba, Ida Bagus.1998.Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan.  Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta..hal 78-80.
Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga. Cetakan Ke III. Jakarta.
Kusmiyati, Y. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Cetakan ke VI.Fitramaya.Yogyakarta.
Neil, W.R. 2001.Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Jakarta. Dian Rakyat.
Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. EGC. Jakarta.
Scott, J. 2002. Danforth Buku Saku Obstetri dan Ginekologi. Widya Medika. Jakarta.
Yuniarti, K. 2011. Sistem Reproduksi Wanita. EGC. Jakarta.
Ziana.zianarmie.2011. sistem Reproduksi Wanita. wordpress.com/2011/02/09/sistem-reproduksi-wanita/ unduh 20 oktober 2015 09:49 AM
Anonim. 2008. Anatomi dan Fisiologi Reproduksi Wanita. Kuliahbidan.wordpress.com/2008/09/09/anatomi-dan-fisiologi-sistem-reproduksi-wanita-2/ unduh 5 Maret 2011 07:17 PM
Anonim. 2014. Image, biology.clc.uc.edu.http://pratinjau.blogspot.co.id/2010/12/vulva.htmlDiakses Tanggal 20 Oktober 2015
Anonim.2015. Gambar Eksternal wanita. http://Sundrayantiblogspot.com.html. Diakses pada tanggal 20 oktober 2015 09:11 PM




Tidak ada komentar:

Posting Komentar