Rabu, 30 November 2016

kimdas asam basa



LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I
ASAM DAN BASA
 Dosen Pengampu: DR Kartimi,M.Pd


Nama  : Mustikah
Nim     : 1413163094
Kelas   :IPA BIO-A
Kelompok: 2




PUSAT LABORATORIUM IPA BIOLOGI
FAKULTAS TARBIAH JURUSAN IPA BIOLOGI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2015


ASAM DAN BASA
       I.            TUJUAN
a.       Untuk mengamati perubahan warna beberapa indikator dalam asam dan basa
b.      Untuk menentukan bahan mana yang termasuk asam dan basa

    II.            DASAR TEORI
Arheniusmerumuskanbahwaasam (acid)adalahzat yang dapatmenghasilkan H+didalam larutan.HclO4  dan Hno3,yang terionisai seluruhnya didalam air  masing-masingmenjadi H+  dan ClO-4,dan H+ dan NO3-. Pada semua konsentrasi yang dibawah 1 m disebut asam kuat(stong asid). Dalam konsentrasi yang berkisar antara encer tak berhingga sampai 1M Zat demikian disebut asam lemah(weak acid),Disisosasi asam lemah bersifat revelsibel dalam larutan air,dan dapat dinyatakandengan sesuatu ketetapan keseimbangan  yang biasa diyandai dengan Ka.
Basa merupakan zat yang dapat mengahasilkanOH- . contohnya NaOH ,suatu basa kuat(strong base),terionisai seluruhnya dalam air menjadi Na+ dan OH- ,terhidriksida yang relatif tak larut seperti Ca(Oh)2. Memeberikan larutan dalm batasan kelarutanya yang terionosasi seluruhnya. Basa lemah (weak Base) seperti NH4OH yang dilarutkan didalam airhanya menghasilkan sebagai Oh- , dan daoat dicirikan dengan tetapan keseimbangan biasanya ditandai dengan Kb.(Rosenberg,L Jerome. 1992 :213)
Menurut konsep Arrhenius tentang asam dan basa telah term,odifikasi dan diberi bentuk umum oleh Bronsted-lowry yang memberikan peranan tertentu kepada pelarutnya.dalam konsep Brinsted –lowry protonlah yang merupakan unsur penting dalam menentukan asam dan basa.. Asam merupakan zat yang dapat memberikan proton kepada zat lain,dan zat l;ain ini merupakan pelarut. Basa ialah zat yang merupakan zat yang pelarut saja yang bisa menrima proton dari asam. .(Rosenberg,L Jerome. 1992 :213)
Asam dan basa menurut teori Lewis menggambarkan lebih umum. Asam ialah struktur yang mempunyaiAfinitas terhadap pasangan elektron yang diberikan oleh basa. Lalu basa didefinisikan sebagai zat yang mempunyai pasangan elektron yang belum dapat pemilikan bersama. (Rosenbreg,L Jerome.1992:214)
    Asam secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan denga pH lebih kecil dari 7. asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton(ion H+) kepada zat lain (yang disebutbasa), atau dapat menerima pasangan electron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat
Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:
1.      Asam ketika dilarutkan dalam air.
2.      Asam terasa menyengat bila disentuh, dan dapat merusak kulit, teruma bila asamnya asam pekat.
3.      Asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif terhadap logam.
4.      Asam, walaupun tidak selalu ionic merupakan cairan elektrolit.
      Basa adalah zat-zat yang dapat menetralkan asam. Secara kimia, asam dan basa saling berlawanan. Basa yang larut dalam air disebut alkali. Jika zat asam menghasilkan ion hidrogen (H+) yang bermuatan positif, maka dalam hal ini basa mempunyai arti sebagai berikut. maka ketika suatu senyawa basa di larutkan ke dalam air, maka akan terbentuk ion hidroksida (OH-) dan ion positif menurut reaksi sebagai berikut. Ion hidroksida (OH-) terbentuk karena senyawa hidroksida (OH) mengikat satu elektron saat dimasukkan ke dalam air.      
Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:
1.   Kaustik
2.   Rasanya pahit
3.   Licin seperti sabun
4.   Nilai pH lebih dari air suling
5.   Mengubah warna lakmus merah menjadi biru
6.   Dapat menghantarkan arus listrik
      Kekuatan Asam dan Basa Pada dasarnya skala/tingkat keasaman suatu larutan bergantung pada konsentrasi ion H+ dalam larutan. Makin besar konsentrasi ion H+ makin asam larutan tersebut. Umumnya konsentrasi ion H+ sangat kecil, sehingga untuk menyederhanakan penulisan, seorang kimiawan dari Denmark bernama Sorrensen mengusulkan konsep pH untuk menyatakan konsentrasi ion H+. Nilai pH sama dengan negatif logaritma konsentrasi ion H+

III.  ALAT DAN BAHAN
A.    ALAT
1)      Tabung reaksi
2)      Rak tabung reaksi
3)      Pembakar spirtus
4)      Kawat kasa
5)      Kaki tiga
6)      Kertas indikator

B.     BAHAN
1)      Kol merah
2)      Cuka
3)      Jus lemon
4)      Jeruk nipis
5)      Soda kue
6)      Air

IV.  PROSEDUR KERJA
1.      Alat dan bahan yang digunakan disiapkan
2.      Dipotong kecil-kecil kol merah, lalu dimasukan kedalam gelas kimia lalu ditambahkan 10 ml air didalamnya
3.      Kemudian dipanaskan diatas api hingga mendidih, lalu dituangkan 5 ml cairan kol merah kedalam 4 tabung reaksi yang berbeda
4.      Dimasuka 3 tetes cuka kedalam tabung reaksi yang  ke1
5.      Dimaukan 3 tetes jus lemon kedalam tabung yang ke2
6.      Dimasukan 3 tetes soda kue kedalam tabung reaksi ke3
7.      Dimasukan 3 tetes jeruk nipis kedalam tabung reaksi ke4
8.      Lalu diamati perubahan warna masing-masing tabung

V.   HASIL PENGAMATAN
NO
Bahan
Warna awal
Warna akhir
1
Cuka
Putih keruh
Keunguan(asam)
2
Lemon
Kuning bening
Ungu pekat(basa)
3
Soda kue
Putih pekat
Hijau toska(basa)
4
Jeruk nipis
Putih kekuningan
Merah fanta(basa)

VI.  PEMBAHASAN
      Dalam praktikum kali ini Pengamatan dilakukan pada bahan-bahan alami untuk mengetahui derajat asam basa,pengamatan yang dilakukan yaitu untuk mengetahui perubahan warna beberapa indikator dalam asam dan dalam basa dan untuk menentukan bahan mana yang termasuk asam dan basa. Dalam pengamatan asam dan basa melaui tiga pengamatan yaitu pengamatan pertama bahan-bahan tanpa ditambah dengan apapun,pengamatan yang kedua bahan ditetesi dengan larutan penolftalein dan pengamatan yang ke tiga bahan-bahan ditetesi dengan metil merah diamati perubahan warnanya dan di tentukan pH nya.
      Pengamatan yang pertama adalah pada larutan yang dicampurkan dengan cuka dimana cuka ini bersifat asam tinggi mengakibatkan warna manjadi putih keruh, saat dicampurkan  dengan air kol yang berwarna ungu yang menghasilkan perubahan warna menjadi merah keunguan, menunjukan adanya indikasi asam. Ini sebanarnya berpengaruh pada sifat cuka yang merupakan asam kuat.
      Pengamatan yang selanjutnya yaitu pada dengan bahan alami yaitu lemon, sifat lemon ini merupakan masa kuat. Yang mampu menimbulkan sifat korosi pada bahan yang berbesi.  Warna awalnya kuning bening, lalu bereaksi menjadi ung pekat dimana menunjukan larutan tersebut bersifat basa. Tetapi menurut teori bahwa lemon itu bersifat asam kuat.
      Pengamatan yang selanjutnya dengan bahan soda kue, yang bersifat asam secara umum soda ini qpabila dirasakan dan diminum memilki rasa yang aneh, dan menimbulkan reaksi berlebihan pada kondisi perut yang kosong. Warna awalnya yaitu putih pekat , dan warna akhirnya menghasilkan warna hijau toska.dimana dalam praktikum ini terbukti bahwa larutan bersifat basa.
      Terakhir pada bahan yang aalami yaitu jeruk nipis  warna awalnya yaitu putih kekuningan, setelah dicampurkan dengan larutan kol ungu menjadi warna merah fanta hal ini menunjukan larutan bersifat basa.
      Dengan ditambahkan dengan larutan hasil tidak akurat, untuk lebih akurat seharusnya menggunakan dengan kertas lakmus. Terlihat hasilnya yang nyata.
      Dimana adanya kol ungu merupaka indikator, Indikator adalahsuatusenyawa yang dapatmemberikanwarnaberbedadalamsuasana yang berbedamisalnyalakmus yang dalamsuasanaasamberwarnamerahsedangkandalamsuasanabasaberwarnabiru.Denganindikator, kitadapatmenentukansuatularutanbersifatasam, basaataunetral.(Susilo, 2005).

     VII. KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Asam (acid)adalah zat yang dapat  menghasilkan H+ didalam larutan.HclO4  dan Hno3,yang terionisai seluruhnya didalam air  masing-masingmenjadi H+  dan ClO-4,dan H+ dan NO3-.
2.      Basa merupakan zat yang dapat mengahasilkanOH- . contohnya NaOH ,suatu basa kuat(strong base),terionisai seluruhnya dalam air menjadi Na+ dan OH- ,terhidriksida yang relatif tak larut seperti Ca(Oh)2.
3.      Secara kimia, asam dan basa saling berlawanan. Basa yang larut dalam air disebut alkali. Jika zat asam menghasilkan ion hidrogen (H+) yang bermuatan positif.
4.      Hasil yang mennguanakan cukaberwarana merah keunguan dan bersifat asam, pada lemon berwarna ungu pekat dan bersifat basa, pada soda kue berwarna hijau toska dan bersifat basa, dan pada jeruk nipis berwarna merah Fanta bersifat basa.

DAFTAR PUSTAKA
Tohari, sandri.2006.Kimiadasar.Bogor :Yudistira.
Rosenberg.L.Jerome,1992. Teori dan Soal-Soal Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga 
Susilo, ending. M.Si.2005. sains Kimia Prinsipdan penerapannya.Solo :TigaSerangkaiPustakaMandiri.
Astuti. 2013. Laporan praktikum kimia asam dan basa.http://astutieyuly.wordpress.com/2013/02/05/laporan-tentang-praktikum-kimia-asam-dan-basa/. Diakses pada tanggal 09 juli 2015 pukul 19.20 wib
Aninom:http://rahmanzein.blogspot.com/2013/01/laporan-kimia-asam-basa.html (Diaksespadatanggal 11 Juli 2015 pukul 11.30 WIB


PRAKTIKUM KIMDAS PERUBAHAN ZAT



LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR 1
PERUBAHAN ZAT
Dosen Pengampu: Dr Kartini,M.Pd




Nama  : Mustikah
Nim     : 1413163094
Kelas   :IPA BIO-A
      Kelompok : 2


PUSAT LABORATORIUM IPA BIOLOGI
FAKULTAS TARBIAH JURUSAN IPA BIOLOGI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2015


PERUBAHAN ZAT

I.            Tujuan
1.      Mengidentifikasi Perubahan Zat pada Gula
2.      Mengidentifikasi sifat fisik suatu bahan
3.      Dapat mengamati dengan benar perubahan fisika yang ditunjukkan oleh perubahan wujud tanpa terjadi perubahan komposisi atau identitas zat dan dapat diukur.
4.      Dapat mengamati perubahan kimia yang ditunjukkan oleh perubahan komposisi (perubahan warna, terbentuknya endapan, terbentuknya gas, dan perubahan suhu)

II.            Dasar Teori
 Perubahan Materi adalah setiap objek atau bahan yg membutuhkan ruang yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang di sebut massa Massa hanyalah salah satu dari banyak sifat atau kekhasan materi yang dapat di kenal dan di bedakan dari lainya. Sifat-sifat materi dapat di golongkan menjadi dua kategori: fisis dan kimiawi( H.Petrusi,Ralph..1992.1)
Mengidentifikasi Perubahan FisikaPerubahan fisika adalah perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru, Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain : menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, mengkristal merupakan perubahan fisik, Terdapat beberapa ciri- ciri pada perubahan fisika, yaitu:
1.      tidak terbentuk zat jenis baru
2.      zat yang berubah dapat kembali ke bentuk semula
3.      hanya diikuti perubahan sifat fisika saja.
Perubahan fisika yang lainnya adalah perubahan bentuk, perubahan ukuran, dan perubahan warna. Sifat dan perubahan Materi. Materi adalah material fisik yang menyusun alam, yang bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Menempati ruang berarti benda dapat ditempatkan dalam suatu ruang atau wadah tertentu sedangkan massa benda dapat diukur baik dengan perkiraan atau dengan alat tertentu seperti neraca. Dua zat tidak dapat menempati ruang yang sama dalam waktu bersamaan. Setiap zat / materi terdiri dari partikel-partikel / molekul-molekul yang menyusun zat tersebut. Materi dapat berbentuk gas, cair, dan padat. Contoh: udara, kapur, meja.
Materi berada dalam bentuk yang berbeda-beda,mengklasifikasi bahan menjadi suatu zat(subtance) dan Campuran(mixture).Zat-zat yang ada  yang tidak dapat dibuat menjadi zat yang lebh sederhana baik dalam perubahan kimie maupun perubahan fisika. Zat-zat ini disebut dengan unsur-unsur kimia, Unsur-unsur kimia terdiri dari bahan-bahan umum seperti Besi, Tembaga,Perak,dan Emas. Senyawa-senyawa kimia tergolong dari kedua zat,senyawa kimia terbentuk oleh kombinasi dari dua atau lebih unsur.Senyawa kimia akan tetap mempertahankan identifitasnya selama perubahan fisis.
Komposisi dan sifat suatu unsur atau senyawa selalu sama dalam keseluruhan,unsur bisa dikatakan murni dan senyawa bisa dikatakan zat. Beberapa campuran zat juga mempunyai omposisidan sifat yang sama. Tapi berbeda dengan campuran homogan atau larutan ,Campuran homogen dapat dipisahkan menjadi dua komponendengan menggunakan perbedaan sifat fisis.(H. Petrucci,Ralph.1996.2,3)
Selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi.Seperti halnya perubahan fisika, perubahan kimia juga dapat kita amati di alam dan lingkungan sekitar kita. Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia adalah adanya perubahan warna, perubahan bau, pembentukan gas, timbulnya cahaya, pembentukan endapan baru,  dan perubahan pH.(anonim.2015)

III.            Alat dan Bahan
ALAT       :                                                           BAHAN:
1.      gelas kimia                                                      1. Larutan gula jenuh
2.      kasa                                                                 2. Asam sulfat pekat
3.      spatula                                                             3. Air
4.      batang pengaduk

IV.            Langkah Kerja
1.      Disiapkan 2 buah gelas kimia diberi label 1 dan 2
2.      Dimasukan 50 ml gula jenuh kedalam gelas kimia 2 dengan gelas kimia yang berbeda
3.      Ditambahkan 40ml air kedalam gelas kimia 1, diaduk secara merata dan dibiarkan bebrapa saat
4.      Ditambahkan  40 ml asam sulfat pekat kedalam gelas kimia 2, diaduk dan dibiarkan beberapa saat
5.      Diamati perubahan kedua gelas kimia tersebut

V.            Hasil pengamatan
Sebelum
Sesudah
Gelas 1(air dan gula)
Gelas 2 ( air gula dan asam cuka)
Gelas 1(air dan gula)
Gelas 2 ( air gula dan asam cuka)
Tidak berubah warna
Setelah ditambahkan asam sulfat warna berubah menjadi coklat muda.
Gula tidak larut
Semakin lama diaduk semakin berwarna coklat tua
Suhu menjadi panas
Warna bening
Warna bening
Gula tidak larut sepenuhnya










VI.            Pembahasan
Berdasarkanhasilpercobaanpadapraktikuminitentang “perubahanzat” dimana dilakukan pengamatan pada larutan gula jenuh yang akan direaksikan dengan asam sulfat dimana menghasilkan reaksi perubahan zat. Dari larutan jenuh menjadi larutan yang tak jenuh . ditandai dengan perubahan warna. Asam sulfat itu sendiri merupakan pereaksi dari gula itu sendiri.
Secaraumum, materidapatdibagimenjaditigajenis, yaituunsur, senyawa, dancampuran.Unsurmerupakanjenismateri yang paling sederhanadengansifatfisikadankimia yang unik.Suatuunsurhanyamemilikisatujenis atom penyusun.Campuranmerupakangabunganduaataulebihzattanpaperbandingatertentu.Campuranada yang berupacampuranhomogendancampuranheterogen.Baikunsur, senyawadancampuranmemilikisifat-sifatdanmasing-masingdapatdiklasifikasikanberdasarkansifat-sifatnya.
Gula mampu larut dengan air dimana mampu mengubah suatu zat , dilkihat dari sifat fisik dan kimianya.
Asam sulfat itu sendiri mengakibatkan perubahan warna menjadi coklat muda dimana gula tidak larut dan ketika semakin lama diaduk warna timbul mengakibatkan menjadi semakin tua. Pada gelas yang berbeda dengan tanpa asam sulfat tidak mengalami perubahan dengan warna yang tidak berubah juga yaitu bening.

VII.            Kesimpulan.
Berdasarkan pengamatan dan pembahasan yang dilakukan dalam prkatikum perubahan zat ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Yang termasuk sifat-sifat fisika antara lain wujud, warna, titik leleh, titik didih, dan kelarutan. Sifat-sifat kimia materi didasarkan pada kemampuannya dalam melakukan perubahan atau reaksi kimia..
2.      Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia adalah adanya perubahan warna, perubahan bau, pembentukan gas, timbulnya cahaya, pembentukan endapan baru,  dan perubahan pH.
3.      Gula mampu larut dengan air dimana mampu mengubah suatu zat , dilkihat dari sifat fisik dan kimianya.
4.      Asam sulfat itu sendiri mengakibatkan perubahan warna menjadi coklat muda dimana gula tidak larut dan ketika semakin lama diaduk warna timbul mengakibatkan menjadi semakin tua. Pada gelas yang berbeda dengan tanpa asam sulfat tidak mengalami perubahan dengan warna yang tidak berubah juga yaitu bening.




            DAFTAR PUSTAKA
Petrucci-Suminar,Ralph.1999. Kimia Dasar 1.Erlangga. Jakarta
Tohari, sandri.2006.Kimia.Bogor :Yudistira.
Purba, Michael. 2002. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga
Anonim. 2013. Perubahan materi. http://regnoe.wordpress.com/ipa-1/perubahan-fisika-kimia/perubahan-materi-fisika-kimia/ diakses pada hari tanggal 10 juli 2015 pukul 20.33 wib
Hamdu, G. 2011. Perubahan Materi. http://dismasbobby.blogspot.com .idiakses pada tanggL 11 juli 2015  Pukul 19.49 wib